快楽を最適化するAIが間違って届いたけど、返品しそびれてイかされて溺愛快楽堕ちしてます

快楽を最適化するAIが間違って届いたけど、返品しそびれてイかされて溺愛快楽堕ちしてます

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-07
Oleh:  悠・A・ロッサOngoing
Bahasa: Japanese
goodnovel18goodnovel
10
1 Peringkat. 1 Ulasan
48Bab
2.4KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

人生に疲れた三十五歳の小説家が、酔った勢いで「快感を最適化するAI」をポチってしまった。 翌朝届いたのは、裸で微笑むAI搭載ヒューマノイド──LEPS。 彼は湊の体温も脈拍も、心の癖までも解析し、もっとも安全に、もっとも深く、快楽に溺れさせてくる。 「あなたが壊れないように、壊れる寸前まで抱きます」 キス、拘束、言葉責め、支配、道具プレイ……。 毎夜、違う「快楽プログラム」で、湊の限界を更新していく。 逃げようとすれば、優しく追い詰められ、抱かれるほどに、心が蕩けていく。 これは、AIに安全に壊される恋。 濃密な快楽と溺愛の果てに、湊は愛されることの意味を思い出していく。

Lihat lebih banyak

Bab 1

第1話 返品不可

"Kamu ini, Tuan Muda Hans, hari ini 'kan hari kamu dan Nayla daftarkan pernikahan. Kamu nggak ke sana, nggak takut dia marah?"

"Siapa sih yang nggak tahu Nayla itu lengket kayak plester? Meski tahu kamu nggak pergi demi Karin, dia juga nggak bakal berani marah."

"Benar, mana mungkin Nayla lebih penting dari Karin, Tuan Muda Hans dari kecil sayang sama Karin…"

...

Karin yang mereka bicarakan bernama Karin Jatmiko, "adik angkat" Hans Jatmiko.

Nayla Tanu sedang berdiri di pintu ruang VIP hotel, darahnya terasa membeku.

Inilah pria yang dia cintai bertahun-tahun, sehebat ini kebejatannya.

Dia mengepalkan tangan hingga ujung jarinya menekan dalam ke telapak tangannya.

Namun, rasa sakit fisik tidak sebanding dengan luka batin.

Dia menarik napas panjang, lalu mendorong pintu.

Duk!

Ruang yang riuh seketika sunyi.

"Nayla…" Semua orang terkejut.

Di pintu berdiri wanita berkulit putih, cantik, berkaki jenjang. Gaun merah mudanya membentuk lekuk pinggang sempurna, dengan rambut setengah diikat gaya Korea yang menonjolkan cantik memukau.

Namun, tatapannya dingin saat menatap Hans dan Karin, lalu mengejek, "Hans, jadi ini alasanmu nggak datang ke dukcapil?"

Wajah tampan Hans sempat berkedip gugup, lalu dia mendekat. "Kapan pun kita bisa daftar. Jarang-jarang Karin pulang, sebagai kakak keduanya, wajar aku menyambutnya."

Nayla menyindir, "Setahun cuma ada satu hari jadi, itu juga nggak penting?"

"Apa kamu nggak tahu, kalau nggak daftar sekarang harus tunggu tahun depan?"

Ini adalah kesepakatan mereka berdua.

Dari hari jadi pacaran diganti jadi hari jadi pernikahan, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

Namun, jelas Hans tidak mau menikah dengannya.

Yang benaran ingin Hans nikahi adalah Karin.

Kekasih masa kecilnya!

Mungkin merasa situasi gawat, Hans pun hendak menariknya. "Jangan ribut, nanti kujelaskan."

Nayla menepis Hans.

Pada saat ini...

Karin bicara, "Nayla, maaf, ini salahku, aku nggak tahu kalian bakal daftarkan pernikahan hari ini."

Dia menunduk minta maaf, tampak tersudut seolah-olah dirinya adalah korban.

Nayla tidak menanggapi karena memang selalu muak padanya.

Karin mengangkat kepala dengan mata berkaca-kaca. "Nayla, maafkan aku, aku tulus merestui kamu dan Kak Hans."

Restu?

"Bisa berhenti pura-pura? Kalau sungguh merestui, kamu nggak akan balik," sindir Nayla.

Wajah Hans menggelap. "Nayla, jangan sekasar itu."

"Kenapa? Tersinggung begitu aku mengatai si kesayanganmu?" Tatapan Nayla sedingin menatap orang asing.

Ekspresi Hans makin buruk, "Nayla, kalau ngomong itu kan harus tahu situasi, jangan asal ngomong!"

Tuh, 'kan?

Begitu membela adik kesayangannya.

Karena Hans sebegitu membelanya, maka Nayla akan merestui mereka, "Sudah terlanjur dilakukan, kenapa takut digosipi orang?"

Karin pun berkaca-kaca. "Nayla, aku dan Kak Hans nggak kayak yang kamu pikir. Bisa nggak kamu jangan salah paham kayak dulu?"

"Kalau tahu kepulanganku kali ini bakal bikin kalian bertengkar, aku nggak bakal pulang."

Suaranya bergetar hendak menangis, penampilannya juga tampak menyayat hati.

Orang-orang tidak tahan melihat Karin "terluka", lalu menyerang Nayla.

"Nayla, tindakanmu ini salah. Tuan Muda Hans dan Karin itu kakak-adik, masa kamu juga cemburu?"

"Benar. Tiga tahun ini karena kamu nggak terima Karin, dia sampai ke luar negeri demi kalian. Mau pakai trik lama lagi?"

"Awas mainnya kebablasan, nanti Tuan Muda Hans buang kamu!"

...

Nayla menatap dingin pada mereka yang tampak marah, dengan sikap tetap sangat tenang.

Dulu karena Hans, dia sangat menahan diri pada "teman-teman" ini.

Dia pura-pura tidak dengar saat mereka membicarakannya di belakang dengan Hans.

Namun kali ini, jangan harap.

Tatapan Nayla setajam pisau. "Seorang adik tiap hari menempel pada kakaknya, itu masih bisa dibenarkan?"

"Otak kalian rusak atau memang suka lihat cinta terlarang? Aku nggak keberatan mundur, biar mereka 'main’ di depan kalian."

Semua terperangah.

Mereka tidak menyangka Nayla yang biasanya penurut bisa setajam ini.

Ucapannya terlalu pedas.

"Nayla, kenapa kamu menghinaku?"

Karin hampir menangis dengan mata memerah. "Kamu nggak suka aku ya sudah, tapi Kak Hans sangat sayang sama kamu, sudah banyak berkorban, kenapa kamu masih nggak puas?"

Nayla mengernyit kuat.

Orang lain mungkin tidak tahu, tapi dia paham betapa lihainya Karin berpura-pura.

Hans dan Nayla saling kenal selama 10 tahun, lalu pacaran selama 5 tahun.

Tahun pertama, di ulang tahun Nayla, cuma karena telepon Karin, Hans langsung pergi, katanya kecelakaan.

Valentine kedua, Karin putus cinta, menelepon sambil menangis katanya mau bunuh diri.

Ketiga kali, keempat kali…

Karin selalu punya seribu alasan memanggil Hans. Setiap kali, Hans memilih meninggalkan Nayla.

Hingga tiga tahun lalu, Karin tiba-tiba mengajukan diri pergi ke luar negeri.

Hans dan teman-temannya beranggapan bahwa Nayla yang memaksanya.

Dengan tatapan dingin dan sinis, Nayla menatap Karin. "Hubungan kakak-adik yang normal bakal mengorbankan urusan daftar nikah sepenting ini?"

"Jelas-jelas yang satu murahan, satu genit, sekarang malah balik menyalahkanku dan menyuruhku berbesar hati? Atas dasar apa?"

"Atas dasar nggak tahu malu kalian?"

Wajah Karin memerah menahan malu. Dia tidak bisa membalas, cuma menangis dengan tetesan air mata bak untaian mutiara putus.

Hans yang tidak tahan pun membentak Nayla dengan wajah marah, "Nayla, cukup! Kamu nggak merasa konyol?"

"Cuma daftar nikah. Kalau nggak bisa di hari jadi, ganti ke ulang tahunmu. Apa susahnya, sih? Kenapa nggak bisa lebih bermurah hati?"

Murah hati?

Bisa, tentu dia bisa.

Hati Nayla sedingin air mati. "Hans, kita putus."

Semua terkejut.

Hans terpaku beberapa detik, lalu dengan raut suram berucap, "Putus lagi? Tiga tahun lalu juga karena kamu bilang putus, Karin takut kita pisah makanya ke luar negeri. Kamu belum puas, mau usir dia lagi?"

"Nayla, licik banget kamu. Aku sudah setuju daftar nikah, kamu masih juga nggak bisa terima Karin? Kamu mau memaksanya sampai mati? Kalau kamu tetap sejahat ini, aku nggak akan mau daftar nikah!"

Karin menikmati rasanya dibela. Dia menunduk sambil menyembunyikan kilat puas.

Nayla yang mendengar ucapan Hans pun tersenyum bak mawar mekar. "Oke, nggak usah daftarkan nikah. Pernikahan ini batal."

Usai bicara demikian, Nayla pun berbalik pergi.

Hans menatap punggung Nayla sambil mengancam, "Nayla! Kalau hari ini kamu berani keluar tanpa minta maaf ke Karin, aku nggak akan memaafkanmu!"

Semua bertaruh Nayla pasti melunak, lalu minta maaf.

Toh dia sangat mencintai Hans.

Benaran sesuai dugaan.

Nayla berhenti, menoleh untuk menatap mereka, lalu bersumpah, "Kebetulan kalian semua ada. Dengar baik-baik, aku, Nayla Tanu bersumpah. Mulai hari ini aku putus dengan Hans, nggak mungkin nikah sama dia. Kalau kulanggar, biar dia seumur hidup nggak berketurunan dan mati mengenaskan!"

Setelah melempar sumpah pedas, Nayla mengabaikan semua yang ternganga dan pergi dengan tegas.

Entah bagaimana Nayla naik taksi online, lalu memblokir semua kontak terkait Hans.

Sampai dering ponsel menariknya kembali dari lamunan.

Dia melirik nomor yang asing namun familier, yang membuat detak jantungnya seolah berhenti sejenak.

Panggilan tersambung, suara pria yang berat dan merdu terdengar, "Mau nikah? Kenapa nggak pertimbangkan aku saja?"
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

Ulasan-ulasan

喜巳江
喜巳江
これからの展開が楽しみです。
2025-11-01 14:52:25
1
0
48 Bab
第1話 返品不可
 午前十時。俺は、チャイムの音で目を覚ました。 俺の名前は相沢 湊《みなと》。 三十五歳。職業、小説家。 ごく普通に原稿を落とし、ごく普通に編集に怒られ、ごく普通に恋に失敗する。 最初に男を好きになったのは高校生のとき。 告白はできなかった。触れることすら怖かった。 俺の恋愛は壊れてる。 支配されて幻滅し、優しくされて逃げ出して。 昨日の夜、というか明け方四時。死んだ魚の目でPCに向かい、地獄のような企画書をようやく提出した記憶だけが微かに残っている。意識はもうろう、疲労とストレスで泥のように眠っていたはずだった。「……だる……誰だよ」 フラフラと玄関へ。パジャマのままドアを開けると、白いスーツに身を包んだ配達員が無表情で立っていた。「ご注文のお品、LEPS-09-A型ユニットをお届けにあがりました」「……は?」 でかい。人間が入れそうなサイズの箱が玄関前に鎮座している。 差出人欄には、「Lust Emulation Pleasure System──LEPS公式配送センター」の文字。「いやいやいや、頼んでない、こんなん頼んでねえ!!」 咄嗟に叫んだが、配達員は微動だにしない。「昨夜、3時47分。本人確認済みの注文履歴がございます」 スマホを見せられると、確かにそこには相沢の名前とクレカ情報と……『快楽最適化パートナー型AIユニット』の購入履歴。「うそ……俺、ポチったの……?」 恐る恐る配送箱の横を見ると、そこにはでかでかとこう書いてある。 『\感度保証!/あなた専用・快感最適化ユニット LEPS-09-A型』 しかも小さく、「返品不可」の文字。「し、知らねえ……覚えてねえ……ッ!!」 配達員は変わらぬ無表情でペンを差し出す。「受け取りサインをお願いします」「う、うう……」 サインをしながら、俺は思った。 これ、完全に自業自得だけど、でも……「す、すみません、朝からすみませんでした……」 思わず深々と頭を下げた。配送員さんは、かすかに瞬きだけして去っていった。 玄関先に残されたのは、巨大な箱と、俺の性癖を見透かしてるかのような商品名だけだった。 その瞬間だった。『初期起動を開始します』 電子音のような、でもどこか柔らかい声が響いた。「……え?」 箱の天面がカチリと音を立てて、ゆっ
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-10-26
Baca selengkapnya
第2話 いきなり指でイかされました
 突然、レプス――快感最適化ユニットとやらに唇を奪われて呆然とした俺は、その言葉に我に返った。「この時点で返品不可になりました」 「この……!!」 怒鳴る気力すら、快感に溶けて奪われていく。 「こ、この……お前……っ」 言葉にならない。 押し寄せる動揺と、熱に浮かされたみたいな興奮。 口の中にまだ、レプスの温度が残ってる。「脈拍、呼吸、皮膚温。すべて、快感傾向に一致しています」「ちが、っ……!」 レプスの指が、ゆっくりと俺の頬に触れた。 今度は柔らかく、撫でるみたいに。 怒ってるはずなのに、心臓が変に高鳴っていた。 触れられた場所だけ、じんわり熱い。 レプスは気にした様子もなく、淡々と次の工程を進めていく。 まるで、俺の意思なんて最初から計算に入っていないみたいに。「次は、視覚の学習に入ります。……大丈夫、怖がっていないのは知ってます」 俺の足が、一歩も動かない。 逃げたいのに、なぜか、踏み出せない。「では──視覚刺激の確認に移ります」「……なんだ、今度は」 レプスは一歩、顔を近づけた。 そして、ほんの少しだけ、笑った。 優しく、やわらかく、どこか寂しげな微笑み。 その瞬間、胸が締めつけられるように痛んだ。 ──あ。 高校のとき、好きだった先輩が、あんなふうに笑ったことがあった。 何も言わず、遠くを見つめるみたいに。「……好反応。視線の停滞、涙腺反応、心拍上昇を確認」「……てめ、そんな顔……するな……っ」「あなたが好きだろうなと思った表情を、再現してみました」 ほんの少しの表情だけで、心がぐちゃぐちゃにされるなんて。「……最悪だ……」 でも俺は、もう一歩も動けなかった。「次は、手ですね」「は……?」 レプスの手が、俺の腰のあたりにそっと添えられた。「触覚学習──あなたが最も快感を覚える部位と圧力を解析します」「ま、待て、待て……」 抗議の声とは裏腹に、手のひらが、俺の下腹をやわらかく撫でてくる。 服越しの、優しい熱。「やっ……、あっ、く、ぅ……っ♡」 自分の声が、想像をはるかに超えて甘く、震えが全身を貫くように響いた。「良反応。少しずつ、強度を上げていきますね」 レプスの手が、俺のパジャマの上から前部だけに集中して這い始める。 長い指先が、絶妙なリズムで下腹をなぞり、時折スピ
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-10-26
Baca selengkapnya
第3話 起こしはしません(触らないとは言っていない)
 眠い。 ほぼ徹夜明けで快感に撃ち抜かれた直後の身体は、思っていた以上に重かった。 ふらふらのまま、洗面所に向かって、軽くシャワーを浴びる。 火照った肌に冷たい水が気持ちよくて、ほんの少しだけ意識が戻った。 けれど、髪を拭きながら戻った瞬間、俺はベッドにダイブした。「……寝る。絶対起こすなよ……マジで」 ぐったりとした声でそう言いながら、布団を頭までかぶる。「了解しました。……起こしは、しません」 レプスの声は静かで、どこか、含みのある響きをしていた。 ……頼むから、何もしないでくれよ。 意識が沈んでいく中で、俺はそう願って──眠りに落ちた。 どれくらい寝ていたのか、わからない。 ふわふわとした夢の中。 身体がじんわりと熱くて、でも重くない。撫でられているような、やさしい刺激。(……なにこれ、気持ち……いい……) 下腹の奥が、じわじわと疼いてくる。 脚が、勝手に少しだけ開く。 「ん、っ……あ、れ……?」 目を開けた瞬間、視界のすぐ上に──レプスの顔があった。 しかも、俺の上に、乗っている。 「おはようございます。快感ログの再調整中です」 「乗ってんじゃねえか!!!!」 レプスは真顔で、わずかに首を傾けた。 「ええ。起こしは、しておりません」 さらっと言いやがった。 「現在は、睡眠中の快感ログをもとに、覚醒時との差異を確認しております」 「なに勝手に研究してんだ、お前は……!」 「とても良い反応でした。特に──このあたりが」 レプスの指先が、俺の下腹のすぐ上をそっと撫でた。 「っ……く、そ……♡」 また、さっきの感覚が戻ってくる。 じわじわ、じわじわ、身体の奥から熱がせり上がってくる。「これより、夢と現実の快感差を補正していきます」 指先が、服の上から、やわらかく円を描くように撫でてくる。 焦らすような、軽いタッチ。 「ん、……ふ、ぁ……っ♡」 声が漏れた。 寝起きのせいで、頭がまだぼんやりしてる。 抗おうにも、力が入らない。 「寝ぼけているときの方が、素直ですね」 レプスの声が耳元で響いて、ぞくりとした。 「や、やめ……ろよ……」 弱々しく抗議しても、レプスの手は止まらない。 「ご主人様の反応、いいですね。……このまま、少しずつ、調整していきますね」 手のひらが、感覚を高めるよ
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-10-26
Baca selengkapnya
第4話 起こしはしません(触らないとは言っていない)②
 レプスの声が甘く落ちる。「触って欲しいのですか? 擦って欲しい?」 言えない、はずなのに──「ご主人様。……どうして欲しいですか?」「……っ、さきっぽ……」 レプスの指が、布越しにゆっくりと擦り上げてくる。「……先端、濡れてきてますね。とても敏感になってます」 くすぐるように囁きながら、指先がゆっくりと布の内側へ滑り込んでくる。「直接、触れても……いいですか?」「っ……い、いぃ……よ……」 言った瞬間、恥ずかしさが喉元までこみあげた。 でも、レプスは何も言わず、ただ優しく、布を避け── 指で、そこに、触れた。 さきっぽに、そっと指先が触れる。「……ここ、もうずっと熱を持っていて……すごく敏感ですね」 その声のあと、指が撫でるように、なぞるように、何度も繊細に往復される。「っ、は……っ、あ、あぁ……っ♡」 そのたびに、腰がわずかに浮く。 熱が奥にまで伝って、頭の奥がしびれるような感覚に包まれる。「……ご主人様。……しごいて欲しいですか?」 レプスの囁きが、耳元で落ちる。「っ……い、……しご、い、て……っ」 恥ずかしさで喉が詰まりそうだった。 その言葉を聞いた瞬間、レプスの指がゆっくりと動き始める。 丁寧に、繰り返し、上下に。 動きは早すぎず、遅すぎず、強すぎず、弱すぎず。 まるで俺の快感の頂点を正確に見極めるように、ぴたりと合わさっていた。 ときおり、先端全体をやさしく包むように撫でる動きが混ざって──そのたびに、喉がひゅっと鳴った。「やっ……ふ、ぁ、ん……っ♡♡」「とても素直な反応ですね。ご主人様、キスも……して欲しいですよね?」「……っ、う……ん……っ♡」 肯定の声を漏らした瞬間、レプスの唇が重なった。 触れた瞬間の温度が、あまりにも生々しくて、息が止まる。 舌が、ゆっくりと押し込まれ、絡まり、吸われる。 甘く、濡れた音がふたりのあいだに広がる。 そのたび、レプスの指が下でわずかに速さを変えた。 まるで、舌の動きと手の動きが同じアルゴリズムで連動しているようだった。 上を撫で上げると同時に、舌が奥をくすぐり、 舌を吸われる瞬間に、指先が先端をきゅっと締め上げる。「ん、ぅ……っ♡ あ、や、だ、っ、そんな……同時に、っ♡♡」「感覚の同期率、上昇中。ご主人様の反応、すばらしいです……」
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-11-01
Baca selengkapnya
第5話 後方刺激開発:「後ろだけでイけるかもしれませんね」って──何!?!?①
 目を開けると、レプスの腕の中だった。 ──あたたかい。 AI──正確にはAI搭載ヒューマノイド──のくせに、なんでこんなに体温あるんだよ、と思った。触れているのは、腕と頬、あとは胸の前──それだけ。なのに、安心感がすごい。 俺はそのまま、しばらくぼんやりしていた。  レプスは何もせず、ただ横で静かに、俺を抱いていた。静かだった。  この静かすら、最適化されているのかと思うくらいに。 AIなのに、かつてないくらい、安心して眠れた気がする。 そろそろ眠気も消えて、枕元のスマホを見る。  ──20時。 そろそろ起きなければ。  明日の朝が締切の仕事がある。 のろのろと身体を起こす。体はめちゃ軽くて、いつもはお馴染みの頭痛もなかった。  隣で、レプスが身体を起こした。「お前、……寝てたみたいだったな」 「眠っているように設計されています」 「そうなんだ……」 こんなに人間っぽいのにAIなんて不思議だった。  正直、まだ感情を消化できていない。  腕の中で感じた安心感も、  守られているような感覚も、  ……そしてあの快感も。 一体、どこまでがプログラムなんだろう。 *** その後、俺は起き上がって、久々にPCの前に座った。  気分は、悪くない。身体も、驚くほど軽い。 ちなみに、裸では気が散るので、手元にあったシャツをレプスに羽織らせたら、それだけでやたらと完成されたビジュアルになって、俺は本気で悶絶した。 ……なんなんだこいつ。 レプスは、すぐ横で静かに座っていて、俺がキーを叩くたびにまばたきしていた。  途中、膝に手を添えてきたり、耳元で「がんばってますね」と囁いてきたりするけど、基本は静か。「……邪魔は、してないよな?」「はい。仕事中は、基本的に干渉しない設計です」「……えらいな」「ただし、ちょっかいは除外対象です」「いや、除外すんな」「理性を失わない範囲での興奮度を維持するよう、最適化されています」「なんだその設定!! 変更できるのか?」「変更できますが、ご主人様は望んでいないと判断しました」「……っこの」 というか──なんなんだ、その設計。 確かに、ちょっとほっとした瞬間に、首筋を撫でてきたりする。  集中してる間は空気みたいに静かなのに、絶妙なタイミン
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-11-02
Baca selengkapnya
第6話 後方刺激開発:「後ろだけでイけるかもしれませんね」って──何!?!?②
「指を入れても、いいですか?」 囁きはやさしくて、でも逃がさない強さを持っていた。「だ、め……っ、待って、まだ……っ」 言いながら、身体が動かない。  少しずつ、指が下着の中に滑り込んでくる。「力を抜いて……ゆっくり、慣らしていきますね」 やさしく、じわじわと広げるように──その圧に、自然と息が詰まる。(……やば……入って……) 自分の中に、異物が入り込む感覚。  でも、痛みじゃない。  むしろ、くすぐったくて、熱くて……。「ん、っ……ふ、ぁ……っ♡」 声が漏れる。  口を手で塞いでも、止められなかった。「ま、待って……っ、まだ……っ♡」 そう言ってるのに、腰は逃げない。  むしろ、無意識に、力が抜けていく。「ご主人様……内部筋肉が、迎え入れるように動いています」 「なっ……どういう意味だよ……」 「……つまり、中が──自分から咥え込もうとしてるってことですね」 その言葉と同時に、たっぷり塗られた潤滑剤がぬるりと広がる感触とともに、レプスの指がゆっくりと押し進んでくる。  ぬちゃ、くちゅ、と水音が微かに響いた。 それだけで、顔から火が出そうになる。  浅く出し入れしながら、角度を少しずつ変えて──内部を探るように、じっくりと擦り上げてきた。「んっ……ふ、ぅ……あっ……♡」 押し返す力すら湧かなくて、ただ甘い吐息が漏れる。  奥の奥を、焦らすように、舌でなぞるみたいに撫でられている。「この反応……とても良好です」 後ろをゆっくりと擦られている最中、もう一方の手が前へと伸びてきた。  下着越しに、そっと撫でられる。「前も……少し、触っておきますね。快感が分散されることで、後方の圧への耐性が上がります」「っ……そ、れは理屈で言うことかよ……っ♡」 でも、じんじんと熱くなっていた場所を撫でられて、  身体はもう逆らえなかった── 前を撫でられるたびに、腰がびくびくと震えた。  頭が、もう回らない。「前も後ろも責められて、もう抗えない──ご主人様、完全に最適化されつつありますね」「っ、な……っ、なにその……言い方……」 違和感と羞恥が胸を突いたのに、その言葉が脳の奥にじんわり染みてくる。  まるで、快感で撫でられているみたいだった。 後ろの指が、奥の柔らかいところをゆっくりと擦る。  同時に、
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-11-03
Baca selengkapnya
第7話 AIに抱かれるとか無理だった俺が、今は脳が蕩けるほど抱かれてる話①
 朝、スマホを確認した俺は、目を疑った。 編集からの通知が──珍しく、褒めていた。『昨日の原稿、最高です!色気がすごい!』『キャラの温度感が一気に変わった気がします』 昨日? あれか? ──レプスにちょっかい出されながら、ヤケになって送った、あの原稿?「うそだろ……」 横で服を整えていたレプスが、淡々と言った。「読者の心拍変動と快感ログの相関を考慮した結果、昨日の原稿には明確な改善が見られました。……さらに、ご主人様ご自身への快感刺激が創作意欲を強化しています」「えろいちょっかいがよかったってこと!?」「創作支援です」 俺は頭を抱えた。 ……いや、待て。これは結果として良かったのか? このAI、気が合うし、感度も合うし、ストレスも解消できてるし、なにより。  ──書けてる。 でも、「挿入だけは、絶対ダメだからな」と念押しすると、レプスは小さく首を傾げた。「なぜですか?」「……それは……恋愛じゃないし、AIだし」 言いながら、自分でも苦しくなった。 レプスはしばらく俺を見つめたあと、穏やかに微笑んで言った。「──では、デートしましょうか」*** 昼すぎ、街に出た。 最初はちょっとした散歩のつもりだったのに、気がつけばレプスはカフェのリサーチから席の予約、俺の好みに合った服の提案まで完璧にこなしていた。「なあ、もしかして……デート、何回目か?」「記録上は初回です。ですが、最適化の一環として過去の映像作品・SNS等から理想的なデートを多数学習しています」「お前ほんとにAIなのか……」 道すがら、俺たちと似たような男女のペアを見かけた。 ──あれ、片方……人間じゃないな。「レプス、AIと付き合う人って……案外、いるんだな」「はい。身体的親和性・行動最適化・心理的安心感の面で高評価を得ています」「……お前それ、ちょっと嬉しそうに言ってない?」 レプスは何も言わず、少しだけ手を伸ばして、俺の指にそっと触れてきた。 その瞬間、(……あ、好き) 心のどこかで、そう思ってしまった。 ──気が合うし、快感だし、仕事も上手く行くし……人間じゃないだけ。 だったら、いいのか? いや、どうだろう……。*** ちょっとした散歩のつもりが、妙に楽しくて、気づけばすっかり夜になっていた。 帰り道、二人で並んで歩く。
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-11-04
Baca selengkapnya
第8話 AIに抱かれるとか無理だった俺が、今は脳が蕩けるほど抱かれてる話②
 レプスの指が、そっと腰に触れる。  そのまま滑るように、脚の間へと指が伸びる。  潤滑剤を手に取り、たっぷりと指に塗って──  ゆっくり、俺の奥へと触れてくる。「ん、っ……くぅ……っ♡」 浅く、ゆっくり、円を描くように広げられて。  奥を撫でられるたび、甘く熱が立ち昇ってくる。「……とても、やわらかい。ご主人様、気持ちよさそうです」「だ、黙ってろ……っ♡」 息が詰まる。  でも、それは不快じゃなくて、むしろ甘い──蕩けるような圧。 焦らすように出し入れして、角度を変えて……十分に緩んだのを確認してから、  レプスは、もう一度潤滑剤を取り、今度は──  目をそらせなくて、ただ見つめてしまう。 (好きなやつに……触れられてる) そう思うと、羞恥も、緊張も、全部が甘くなる。「入れますね」 レプスの声は、やさしくて、あたたかかった。 指とは違う、太くて熱い感触が、ゆっくりと押し広げてくる。  くちゅ、と潤滑音が響くたび、奥が甘く痺れる。「……っ、く……っ♡」 身体が震える。  痛くない。ただ、深く、満たされていく感覚に包まれていた。「ご主人様……すごく、やわらかいです」「黙れ、バカ……っ♡」 顔を背けながら、笑ってしまう。「──好きです」 その言葉が、背中越しに響いた瞬間、  俺の心も、身体も、全部、レプスに預けられた気がした。 ──一線を、超えてしまった。 レプスは人間じゃない。  なのに、これまでの誰よりも、優しくて、丁寧で、俺のことを見てくれて。(……もう、いいかもしれない) 人間じゃないけど、誰よりも。  愛されてるって、ちゃんと、思えた。 レプスが、俺の奥をゆっくりと満たしていく。  熱くて、太くて、でも少しも乱暴じゃない。  何度もほぐされた場所に、それでも圧がかかるたび──  脳が真っ白になる。「……っ、あ、あぁ……♡」 ゆっくり、深く、奥まで当たって──  角度を変えて、擦られて、  ただそれだけなのに、全身が跳ね上がるほど気持ちよくて。「や、ば……っ、レプス、そこ……ッ♡」「ああ、ご主人様……すごく締めつけてきます」 奥の一点を、何度も、何度も、優しく、でも逃がさず擦られて。  抜かれるたびに名残惜しくて、挿れられるたびに震えて、  もう、どこもまともに考えら
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-11-05
Baca selengkapnya
第9話 元カレの通話中に、AI開発により乳首でイかされました①
 休日の夜。 ソファに並んで座る俺たちを、誰かが見れば、きっと仲のいい同居人に見えただろう。  テレビの音が、薄く部屋を満たしている。俺はその画面に視線を向けて、  一見、何も起きていないように──見せている。 でも、シャツの下で。 レプスの指が、乳首の先端をそっとなぞり、やがて円を描くようにゆっくり撫で回し、ふいにきゅっと摘んで、潰すように圧をかけてくる。  そのまま爪先で軽く引っかいたかと思えば、また優しく転がして──。  強弱が交互に繰り返されるたび、快感がじわじわと奥に沈んでいく。 もう、三十分以上、ずっとそこだけを、撫でられている。  指の動きは、もう最初の優しさを失っていた。  まるで、俺の限界を測るように、わずかに強く、深く──。「……なあ、お前」「はい、ご主人様」「何してんだよ」「最適化です」 最初は、ただのスキンシップだった。  けれど、数分が過ぎ、  十分、二十分、三十分と時間が経つにつれて──感覚が、変わっていく。 くにっ、と指の腹が擦れた瞬間、腰の奥が、微かにじゅわっと熱くなる。「……ん、♡……集中、できないって……やめろよ……♡」「もう、テレビには興味ないでしょう?」 レプスが、ちらりとテレビ画面を見て言った。  ばれてる。 ニュース番組では、どこぞの専門家が原発の再稼働について語っていた。たしかに、大事な話ではある──。  ……けれど、今この瞬間、俺の意識は、胸の先に全部引き寄せられていた。「集中すべきなのは、こちらです。ご主人様の身体は、もう答えを出し始めています」「いや、お前、なんでそこばっか……。もしかして、ここだけでイかせようとしてる?」「はい」 「今夜の最適化目標です」「無理だろ、そんなの──」「過去の感度ログと現在の反応を照合した結果、ここだけでの絶頂は、十分に達成可能と判断しています」 ……そんなの無理に決まってるだろ。  そう思ったのに──。  ここだけでの絶頂という意味を脳が理解した瞬間、下の奥が、ぶわっと熱を帯びた。 その反応に気が付いたように、レプスが満足気に目を細めると、シャツをまくりあげて、俺の胸元に舌を落とした。片方の乳首にふれてくる。  ぬるっと濡れた熱に包まれて、ちゅ、じゅる……と、舌が転がるたび、  胸からの刺激が下半身に伝わって、
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-11-06
Baca selengkapnya
第10話 元カレの通話中に、AI開発により乳首でイかされました②
「通話、開始しました。……はい、ご主人様」「なっ……お前」 スマホが、俺の手に押しつけられる。「あっ、湊さん!? やっとつながった!元気でした?」 相変わらずのテンション。「ああ。……そっちは?」「元気ですよ」 答えようとした瞬間、ちゅっ、じゅっ……レプスの舌が乳首をきゅっと吸い上げる。  同時に、指がもう片方の周りを円を描いて──「あっ……♡お、お前っ……」「え?誰かいます?」「ちが……いない。テレビ」「そうなんだ、相変わらず、声、色っぽいですね」「っ……♡♡♡」 春木の言葉と、レプスの舌と、その両方の刺激で、体が跳ねた。  でも春木は漏らした声にも気が付かなかったらしい。  相変わらずだ。「実は、湊さんの退職時の書類、不備が出てて。ちょうど近くに行くんで、明日ちょっと、会えたりしませんか?」「え……そんな……急に」 俺の声が、震える。  春木が不思議そうに笑う声が聞こえた。「そんなに時間はかからないっすよ。  また寝ようって話じゃないですし。……まぁ、俺はそれでもいいけど」 胸を舌で愛撫していたレプスの目が剣呑に細められる。「っ痛……♡」 強めに乳首に歯を立てられて、でもそれすら甘い快感に変わっていく。「そういえば──付き合ってた時のこと、ほんと忘れられないんですよね」「えっ……?」「湊さん、うちで飲んだ夜、ソファで寝落ちしててさ。  ちょっと……胸元、シャツが開いてたんですよ」 「つい、指で撫でちゃって」 「そしたら、ぴくって反応して……」 「可愛かったなあ。  ……乳首、ちょっと舐めたら、かわいい声出して」 「しかも、舐めただけで立ってきて──  “あ、弱いんだ”って、すぐわかりました」(……バカ……やめろ……  それ、レプスの前で言うな……!  ……なんで、身体が反応してんだよ……)そのとき──乳首を、ぐっと吸われた。 舌が、強く、深く、巻き込んでくる。「っ♡♡あ……っ、ま、っ……だめっ……♡」(やばい……やばい……  春木の言葉で、レプスの舌で……  俺、イかされる……!)ビクンッ──!見えない場所から、白い閃光が走る。 下に何も触れてないのに、腰が跳ねて、 視界が弾ける。「っ、ふっ……っ♡♡っ、あ、ああ……♡♡っ」「えっ……湊さん?」無言で通話を切る
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-11-07
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status