Short
舞い落ちる雪の中に会おう

舞い落ちる雪の中に会おう

By:  スイカ売り屋Completed
Language: Japanese
goodnovel4goodnovel
30Chapters
10.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

「お客様、ご予約いただいたお墓は半月後に引き渡しの予定です。ご登録のため、お墓のご主人様のお名前をお伺いしてもよろしいでしょうか?」 電話の向こうで、しばし沈黙が続いた。そして、ゆっくりとした女性の声が返ってきた。 「姫野和希(ひめの かずき)です」 スタッフは書き留めた名前を見て、どこかで聞き覚えがあるような気がした。 ふと顔を上げると、テレビの画面が目に入った。 画面には、実業界の大物、浅井信吾(あさい しんご)が、女優の姫野和希に深い愛情を込めてプロポーズしているところが映っている。 画面の右下には、ちょうど半月後という、二人の結婚式の日付が表示されていた。

View More

Chapter 1

第1話

“Bos, apakah Anda berniat akan pergi?”

Di sebuah pulau besar di tengah lautan yang luas, berdiri sebuah istana yang megah. Tempat ini dimiliki oleh sebuah organisasi asing paling besar, yang bernama Istana Regal.

Pada saat itu, lima orang raja dan delapan belas orang jenderal tengah berkumpul di sebuah ruang aula yang megah, dan tengah fokus pada sosok seorang pemuda yang berada di hadapan mereka. Nama pemuda itu adalah Tyr Summers, pemilik asli dari Istana Regal.

"Ya," sahut Tyr tegas. “Enam tahun yang lalu, ketika aku diusir dari Summer Manor, dibiarkan begitu saja berkeliaran di jalanan Kota Khanh, dibius oleh seseorang yang tidak aku kenal, dan akhirnya berhubungan dengannya.

“Setelah itu, aku bertemu dengan seorang penyelamat, yang telah membawaku kesini, dan dengan kedua tangan ini, aku telah berhasil membangun Istana Regal. Walaupun saat ini aku telah memiliki otoritas tertinggi di dunia ini, bersama dengan kekayaan dan status sosialku, aku telah berjanji padanya bahwa aku akan bertanggung jawab dan aku akan kembali untuk menikahinya. " Tyr melihat sebuah foto yang berada di dalam genggamannya. Saat kedua matanya yang lembut menatap wajah di dalam foto tersebut, ada kerinduan di dalam hatinya.

Gadis di dalam foto itu kira-kira berusia dua puluh tahunan. Matanya sangat indah seperti sebuah lukisan, hidungnya berdiri lancip, dan bibirnya terlihat lembut dan penuh. Wanita itu memiliki paras yang sangat cantik. Dia bertanya-tanya tentang kondisinya selama ini.

"Sementara aku pergi, aku akan memintamu untuk mengawasi keberadaan istana." Tyr kembali bersikap tenang dan berkata kepada seorang pria yang bertubuh tegap.

Nama pria itu adalah Clifford Hann, pemimpin dari orang kelima raja.

"Baiklah," jawab Clifford pasrah. “Karena Anda bersikeras untuk pergi, maka kami tidak akan menghentikan keinginan Anda. Saya sudah menangani situasi kerajaan di Kota Khanh. Saya juga telah membeli Pusat Perdagangan Internasional di pusat kota, dan orang terkaya di Kota Khanh, Drake Tucker, pernah menjadi salah satu pengikut saya. Begitu Anda tiba di sana, maka dia akan siap melayani segala kebutuhan Anda. "

Clifford, aku akan kembali untuk mencari istriku dan berencana untuk hidup bahagia selamanya. Mengapa kau malah membeli pusat perdagangan? " Tyr merasa kesal terdengar dari nada suaranya yang dipenuhi dengan sedikit amarah.

Clifford menyeringai dengan licik. “Bos, Anda sendiri yang mengatakan bahwa Anda ingin Istana Regal kembali ke akarnya dan bersatu dengan Kerajaan Surgawi. Sekarang Anda akan pergi, bukankah lebih mudah untuk mendirikan fondasi istana saat Anda berada di sana? ”

"B * sat!" Tyr menendang Clifford. Jadi, dia hanya menggunakan bosnya untuk memaksakan kehendaknya.

“Aku akan pergi, jangan terlalu merindukanku, anak-anak!

Di belakangnya, kelima orang raja dan delapan belas orang jenderal memberikan salam hormat mereka kepada Tyr bersamaan dengan deraian air mata saat mereka menyaksikan sebuah mobil jip perlahan mulai menghilang di kejauhan.

Keesokan harinya, di Khanh City Kerajaan Surgawi.

Ini dia. Tyr berdiri di depan sebuah pintu gerbang saat dia menatap kediaman keluarga Zea. Setelah malam itu, ketika Tyr memberitahu kepada sang gadis jika dia menjadi sosok yang berhasil di dunia, maka dia pasti akan kembali untuk mencarinya.

“”Gadisku, aku kembali untukmu. Tyr menarik napasnya dalam-dalam, tanpa sadar dia merasa sangat gugup.

Ketika dia tengah berpikir bagaimana caranya agar dia bisa masuk ke dalam kediaman itu, tiba-tiba pintu gerbang telah terbuka dengan sendirinya. Sosok seorang wanita gemuk yang berusia sekitar empat puluhan keluar dengan membawa sebuah nampan roti yang akan di buang ke tempat sampah di luar pintu. Sepertinya wanita ini asisten rumah tangga dari keluarga Zea.

Di belakangnya muncul seorang gadis kecil berusia sekitar enam tahun. Gadis kecil itu tampak terlihat pucat dan kurus, jelas dia kekurangan gizi. Namun, fitur wajahnya terdefinisi dengan sangat baik, terutama pada bagian matanya yang besar dan terlihat bersinar seperti sebuah bintang. Meskipun dia masih anak-anak, namun gadis kecil ini memiliki bakat untuk menjadi seorang wanita cantik.

“Nek… nenek Collins, bisakah kau memberikan Blair sepotong roti? Blair… lapar. ” Gadis kecil itu menatap roti yang berada di tangan wanita gemuk itu. Mungkin karena dia merasa sangat kelaparan, gadis kecil itu terus saja menelan ludahnya. Wajahnya terlihat sangat menyedihkan.

Wanita gemuk itu tersenyum dengan lebar, tapi sorot matanya sepintas dipenuhi dengan sedikit kelicikan. "Apakah Blair ingin makan roti?"

"Ya." Gadis kecil itu mengangguk tegas dengan sorot matanya yang cemas.

"Roti tawar ini kurang enak, mungkin aku bisa menambahkan sedikit sesuatu untukmu?" kemudian wanita gemuk itu merobek sepotong roti, lalu dia bergegas pergi ke tempat sampah, merobek sepotong roti yang sudah berada di dalam tempat sampah kemudian memberikannya kepada gadis kecil itu. “Ini, Blair, roti ini untukmu. Pastinya rasanya sangat lezat."

Setelah melihat kejadian itu, Tyr mengerutkan keningnya, ada perasaan emosi mulai muncul dari dalam dirinya. Bagaimana mungkin ada seseorang bersikap keji seperti itu dan malah melakukan hal menjijikkan kepada seorang gadis kecil berusia lima tahun?

Gadis kecil itu menatap roti di tangan wanita gemuk itu, dia terlihat sedikit bingung. Dia tahu bahwa sepotong roti yang di sodorkan olehnya itu kotor, tetapi dirinya merasa sangat kelaparan. Tanpa sadar gadis kecil itu segera mengulurkan tangannya untuk mengambil sepotong roti.

“Cepat makan. Jika masih kurang, aku masih punya banyak sisa di sini. " Wanita gemuk itu tersenyum pada gadis kecil itu saat dia membuang seluruh nampan roti ke dalam tempat sampah sebelum dia mengambil sepotong roti lagi.

“Jangan dimakan, roti itu sudah kotor!” Ketika dia melihat gadis kecil itu akan menggigit rotinya, Tyr berlari dan berusaha untuk menepis roti yang berada di tangannya.

“Tapi, Blair sangat lapar…” Mata gadis kecil itu tampak berbinar, suaranya terdengar lirih dan menyedihkan.

Untuk sesaat, Tyr merasa seperti ada sebuah jarum yang baru saja menusuk-nusuk ke dadanya. Dia berbalik untuk melihat wanita jahat itu dan berkata dengan suara yang dalam, "Apakah kau seekor binatang?"

"Kau siapa? Urus urusanmu sendiri! ” Wanita gendut itu mengerutkan keningnya pada Tyr, dengan nada suaranya yang terdengar menghina. “Dia hanyalah seorang bajingan kecil dari keluarga Zea. Aku bisa melakukan apapun yang ku mau dengannya. "

“B * sat keluarga Zea?” Tyr terperanjat. Dia anak siapa?

Wanita gemuk itu mendengus. “Nona muda ketiga keluarga Zea dan anak seorang pengemis. Mereka telah mempermalukan seluruh keluarga Zea. "

Suara mendengung meledak di dalam benak Tyr. Tanpa sadar dia menoleh kearah gadis kecil itu dan dia mulai merasakan perasaan nyaman menyerang seluruh relung hatinya. Fitur wajahnya itu seketika tampak mirip oleh sebuah sosok bayangan dan bayangan itu adalah Winifred. Mungkinkah gadis kecil ini adalah putrinya dengan Winifred?

Tyr merasa seperti baru saja disambar petir.

“Siapa nama nona muda ketiga dari keluarga Zea?”

Wanita gemuk itu cemberut. "Siapa lagi? Dia Winifred Zea. ”

Jadi gadis kecil ini memang benar putrinya hasil dari hubungannya dengan Winifred. Gelombang amarah seketika muncul dan langsung memenuhi dadanya. Tyr tidak bisa membayangkan bagaimana pasangan ibu dan anak ini dapat hidup selama bertahun-tahun. Bahkan seorang pembantu brengsek di rumah ini telah berani mempermalukan putrinya.

“Aku ingin bertemu dengan orang-orang dari keluarga Zea yang sangat kejam. Beraninya mereka memperlakukan putri ku seperti ini. " Pada saat itu, wajah Tyr menjadi sangat gelap seperti seekor binatang buas yang marah, siap untuk menerkam. Dia menggendong gadis kecil itu ke dalam pelukannya dan menendang pintu kediaman keluarga Zea hingga terbuka lebar.

“Apa… putri mu?” Rahang wanita gemuk itu ternganga. “Apakah kau pengemis itu dulu?”

Namun, gadis kecil itu seketika berbicara dengan lembut, “Paman, aku… aku lapar! Aku ingin keluar dan mencari Mama. ”

"Apa ibu mu tidak ada di rumah?" Tyr terkejut.

Wanita gemuk itu tanpa sadar mengejek, “Winifred Zea sekarang tengah bersenang-senang di Golden Jade Court dengan pria-pria bejat. Bagaimana dia bisa punya waktu untuk mengurus putrinya? Aku, berusaha untuk bersikap baik dan memberi putrinya sepotong roti untuk di makan. Atau, dia akan mati karena kelaparan!

“Sudah ku bilang, kau benar-benar…”

Plak! Sebelum wanita gemuk itu selesai berbicara, Tyr telah mengangkat tangannya dan menamparnya dengan sangat keras. Dalam sekejap, lima garis bekas telapak tangannya telah terpampang jelas di wajah wanita gemuk itu. Itu adalah sebuah pemandangan yang menakutkan untuk dilihat.

“Kau… Beraninya kau…”

Jantungnya berdebar kencang! Tyr kemudian mengangkat wanita seberat seratus enam puluh lima pon itu dengan satu tangannya dan melemparkan bagian atas tubuhnya terlebih dulu ke dalam tempat sampah.

Perasaan pria itu sangat hancur. Dia tidak hanya kembali untuk melihat putrinya yang tengah menyantap sepotong roti yang berasal dari tempat sampah, tetapi juga karena wanita yang sangat dirindukannya selama enam tahun terakhir ini, benar-benar telah meninggalkan putrinya hanya untuk mementingkan dirinya sendiri. Apakah dia telah bersenang-senang dengan para pria bejat? Mungkinkah selama ini dia telah salah menilai wanita itu?
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviews

KuKP
KuKP
〜小林は見ていた〜 主人公が女優らしく細かい仕草を逐一見ているのが面白かった。後半は抒情的で静か。 クズ男はしつこい…自分が裏切っといて勝手にクズ女を断罪するというあるあるクズなんだけど、主人公を追いかけるパートは最早ホラー
2025-10-26 13:25:04
1
0
30 Chapters
第1話
「お客様、ご予約いただいたお墓は半月後に引き渡しの予定です。ご登録のため、お墓のご主人様のお名前をお伺いしてもよろしいでしょうか?」電話の向こうで、しばし沈黙が続いた。そして、ゆっくりとした女性の声が返ってきた。「姫野和希(ひめの かずき)です」スタッフは書き留めた名前を見て、どこかで聞き覚えがあるような気がした。ふと顔を上げると、テレビの画面が目に入った。画面には、実業界の大物、浅井信吾(あさい しんご)が、女優の姫野和希に深い愛情を込めてプロポーズしているところが映っている。画面の右下には、ちょうど半月後という、二人の結婚式の日付が表示されていた。……信吾は和希を、人目もはばからず愛していた。先日のあのプロポーズは、国中を騒がせた。ドローン編隊が夜空を切り裂き、無数のスクリーンが二人の愛を祝福する光で輝いた。信吾はお金持ちで、そして和希のためなら、惜しみなくその金を使った。しかし、多くの人々が感動したのは、彼の本心だった。今、和希はリビングのソファに座り、テレビに映る信吾が自分にプロポーズしている姿を見つめていた。彼は片膝をつき、両手をわずかに震わせている。緊張のあまり、指輪をはめることさえままならないようだった。何しろ、この手は何億という契約書にサインする時でさえ、微動だにしない手なのだ。ネットユーザーたちは口々に言う。浅井社長は和希のために、星だって取ってくるだろう、と。実際に記者がその質問をぶつけると、信吾は笑いながらカメラに向かってこう言ったそうだ。「もし和希は空の星が欲しいと言うなら、浅井グループも喜んで宇宙開発事業に乗り出すよ」しかし今、テレビのの中の信吾を見つめる和希の表情は、どこかぼんやりとしていた。信吾はいつもこうして、深い愛情を込めて彼女を見つめた。そんな眼差しに包まれて、和希はかつて、自分こそが世界で一番幸せな女だと思っていた。撮影で忙しい日々を送っている時、信吾はよく撮影現場に来ると言った。だが、いつも「仕事が忙しい」という理由で約束を破った。実際には、その頃の彼は、和希の妹、姫野遥香(ひめの はるか)のベッドの上で、彼女と抱き合いながら、寄り添って眠っていたのだ。そのことを思い浮かべると、和希の目尻が熱くなった。涙がこぼれ落ちるのを、そっと指で拭った。学
Read more
第2話
和希はそっと目を伏せ、信吾の何もない手首に視線を落とした。声はかすれている。「……その、お数珠は?」信吾はそう言われると、思わず手首を押さえた。それから、和希の頭を優しく撫でながら笑った。「ああ、あれか。会社に置いてきたんだ。和希が大変な思いをして受け取ってきたものだろう?なくしたりするわけないだろ?」和希の脳裏に、ついさっき届いた写真が浮かんだ。細い女性の手首にかかっていた楠木の珠――それは彼女が真冬の厳しい寒さの中で、何度も額を地面に擦りつけて信吾のために祈って受け取ったものだった。その写真に添えられた文は簡潔で、そして鋭く刺さる。【『お守りが欲しい』って言ったら、すぐに手渡してくれたの。『無事を守れる』って言って】和希は目を伏せたまま、瞼の裏がじんわりと熱くなった。か細い声で、そう言った。「……私があなたと付き合うって決めた時、言ったこと……覚えてる?」信吾は一瞬、言葉を失った。だがすぐに、後ろから和希をきつく抱きしめ、優しく、そして揺るぎなく言った。「覚えてる。もちろん覚えてるよ。俺は言った。お前を一生愛す、心が動くのは和希だけだって」和希は彼の言葉を受け、続けた。「私も言った。もし、それができなくなったら……必ず離れるって」信吾はその言葉に、訳のわからない不安が胸に湧き上がるのを感じた。慌てて和希の体を自分の方へ向き直らせ、真剣な眼差しで言った。「もうすぐ結婚するんだぞ?お前を愛してないわけがないだろう?」和希は軽く笑った。彼の言葉には、肯くことも否定することもしなかった。信吾の心臓はますます騒ぎ始めた。眉をひそめ、胸のざわつきを必死に押し殺すと、和希の手を引いて外に散歩に出ようと言った。和希はゆっくりと外出着に着替えた。その時、信吾のスマートフォンに通知音が鳴った。和希が二歩前に進むと、信吾は素早くスマホを手に取り、部屋の隅へ移動した。彼は画面を暗い表情で見つめ、眉をひそめている。まるで本当に、何か差し迫った仕事の案件を処理しているように。信吾が喉仏を上下に動かし、何かを必死に抑え込んでいるのが、和希には見えた「会社で急なトラブルだ。行かなきゃ」信吾が言った。彼は和希の肩を両手で押さえ、声を柔らかく紡いでなだめた。「厄介な問題みたいで、今夜は帰れそうにない。明
Read more
第3話
時はとっくに深夜、和希の普段の生活リズムなら、とっくに夢の中のはずだった。だが、なぜかこの夜は、彼女はまったく眠れなかった。そんな中、信吾が帰宅し、寝室の明かりがついているのを見て、彼は一瞬、後ろめたさを覚えた。彼は足音を殺して寝室に入ると、和希がもうパジャマに着替え、ベッドに横たわり、まぶたを軽く閉じているのを見た。まるで、眠りに落ちた後、うっかり明かりを消し忘れたかのようだった。信吾はシャワーを浴び、明かりを消し、和希の隣に横になった。間もなく、彼は深い眠りに落ちていった。だが、和希は目を見開いた。男の手首に巻かれた楠木の数珠を見つめ、その胸に、刺すような痛みか、それとも苦いものか、もはや判別がつかなかった。信吾は一晩中ぐっすりと眠ったが、和希は一睡もできなかった。翌日、二人は以前から約束していた友人たちとの集まりに一緒に向かった。場所は郊外の温泉だった。信吾の友人は多く、彼らはいつも和希に敬意を払い、遠くから笑顔で手を振り、親しみを込めて「和希さん」と呼んだ。しかし、一晩中眠れなかった和希は疲れを見せており、返事の声にも力がなかった。その様子を見た信吾は、胸が痛むように彼女の手を握りながら、優しく言った。「和希、どこか具合が悪いんだったら、ちゃんと俺に言ってくれよ」友人たちはそれを見てちょっとした野次を飛ばしたが、信吾は笑いながら制した。和希は無理に微笑みを作ると、休む機会を求めて席を外した。しかし、心が乱れ、慌てふためいている彼女は、ベッドに横たわっても寝返りを打ち続け、わずか四十分ほどで目を覚ました。起き上がり、信吾たちのところへ行くことに決めた。個室に近づくと、和希は中から湧き上がる賑やかな声を聞いた。ゆっくりと近づき、ドアの隙間から覗いた彼女の目に飛び込んできたのは、吐き気を催す光景だった。遥香がいつ現れたのか、今、彼女は信吾の膝の上に座り、二人の唇が絡み合い、じゅぷじゅぷという音を立てていた。「遥香さん、度胸あるなあ!」「これが噂の口移しか?さすが信吾、いい女に囲まれてていいよな」友人たちのからかいの声が次々と上がる中、遥香は少し恥ずかしそうに信吾の胸に縮こまっていた。信吾は笑いながら軽く叱ったが、その目は寵愛に満ちていた。「でも、遥香さんの方が、和希さんよりオープンだよな。和希
Read more
第4話
和希は足取り重く個室を後にした。途中、一人のウェイターとすれ違った。ウェイターは彼女を見つけると、驚いたように目を見開いた。「姫野様?こちらで何を?」和希は淡々と相手を見た。信吾が置いた見張りだと察しがついた。「さっきまで寝てたの。ちょっと外の空気を吸いたくて。この辺りで行けるところ、ある?」ウェイターは個室の反対側を指さし、恭しく答えた。「あちらに女性専用の温泉がございます。おくつろぎいただけるかと」和希が温泉に浸かると、温かな水が全身を包んだ。けれど、心の奥に張りつめた冷たさを追い払うことはできなかった。むしろ、息が詰まりそうになる感覚の方が、少しだけ気持ちを和らげてくれるようにさえ思えた。水面から顔を上げたその時、岸辺に遥香が座り、満面の笑みを浮かべて手を振っているのが見えた。「お姉さん、こんにちは」和希は彼女を無視した。しかし、思いは過去へと流れていった。母が亡くなって間もなく、父は遥香とその母を連れて家に入り込んできた。遥香は和希よりたった五ヶ月しか年下ではなかった。つまり、母が妊娠している間、父はすでに家を裏切り、遥香の母と関係を持っていたのだ。それが原因で、和希と父の仲は悪化した。そして今、目の前で揺れる遥香の笑顔と、その首筋に浮かぶいやらしいほどはっきりした赤い痕が、なおさら目に焼きつく。遥香が突然、和希に近づいた。和希にだけ聞こえる声で、ささやくように言った。「お姉さん……ずっと、信吾を満足させられてなかったんじゃない?」和希の瞳が微かに震えた。温泉の中、彼女がぎゅっと握りしめた拳の爪は、とっくに皮膚に食い込み、痛みを感じるほどだった。その時、ドアの外から信吾の声がした。「和希?いるか?」遥香は不満そうに舌打ちを一つすると、立ち上がってドアを開けた。信吾は遥香を見て、一瞬、表情を硬くした。それから和希の方を見て言った。「なんで遥香かここに?呼んだのか?」和希は静かに信吾を見つめた。彼の顔は相変わらず、水のように無表情だった。遥香がふっと笑った。「和田さんが呼んだのよ。人が多い方が楽しいって」和希の視線が、二人の間をゆっくりとさまよった。そして黙って温泉から上がり、立ち去ろうとした。信吾が彼女の手を強く握り、遥香を一睨みした。信吾が和希を部屋に落ち着かせると、そっと外へ出
Read more
第5話
信吾は、慌てて後を追ってきた。和希が一人でこっそりと出て行ったと知った時、彼は頭が真っ白になった。今、和希が何事もなく寝室に座っているのを見るまで、息が詰まる思いだった。彼の顔にはまだ怒りの色が残っている。「驚かせるつもりか?どうして黙って一人で戻るんだ?」和希は、信吾のシャツの襟元に残る赤い痕を見つめ、心に湧き上がる皮肉を抑え、淡く嘲るように笑った。「大したことじゃない。枕が変わると眠れない、あの癖がまた出ただけ」信吾はそれを聞いて、ほっと一息ついた。和希に近づき、優しく彼女の手を握り、そっと揉みながら、口の中でつぶやくように言った。「俺が悪かった。もっと早く戻って、お前のそばにいればよかった。そうすれば、眠れなくなることもなかったのに」言葉には誠実さがにじみ、口調はこれ以上なく優しかった。もしも和希が遥香から送られてきた写真を見ていなければ、あのベッドの上で乱れていた様子を目にしていなければ、彼女は今も信吾の優しさに惑わされていたかもしれない。だが、今は違う。彼女は信吾に背を向けていた。男の寝息は落ち着いていた。和希は知っていた。これですべてが終わるのだと。彼女は去る。このすべてから。信吾は忘れるだろう。けれど、彼女は自分が言ったことを決して忘れはしない。翌朝、目が覚めた時には、信吾の姿はすでになかった。マネージャーから電話がかかってきた。ある高級ブランド主催の晩餐会に出席してほしいという。当初予定されていた女優が来られなくなり、マネージャーが代役を頼んでいるのだ。今は新しい仕事は引き受けないようにしていたけれど、和希はマネージャーの長年の気遣いに応えようと、承諾した。慣れ親しんだメイクルームでヘアメイクを整えていると、マネージャーがオートクチュールのドレスを一列に押してきたが、顔色はあまり良くなかった。彼はぶつぶつ言った。「どうしたんだ、このブランドは?今季のオートクチュールが貸し出し中だって?浅井社長が出資してるんじゃなかったのか?何でも和希さんを最優先にするはずなのに……」和希は鏡に映った自分を見つめ、鮮やかなドレスが並ぶ列に視線を流すと、端にあるシンプルな黒いドレスを指さした。「あれでいい」和希はそのドレスに着替え、車で会場へ向かったが、そこで問題が起きた。ブランド側が招待したのは一人だけな
Read more
第6話
「彼女、イベントに出席するからね。お父さんからも連絡があったんだ。小林に手配させたんだけど、たぶん番号を間違えたんだろう」信吾は少し間を置いてそう答えた。小林もすぐに前に出て、上司に加勢した。「はいはい、間違いなく私が宝石の管理番号を見間違えたんです」和希は冷めた目で二人の息の合ったやり取りを見つめ、ただただ退屈に思っていた。「俺を信じてくれないのかい、和希」信吾は哀願するように言った。晩餐会の多くの人の前で、また彼女に懇願し始めたのだ。「お前のものを人に渡したりするわけないだろう?たとえお前の妹だとしても、ありえないよ」傍らにいたマネージャーがふと考え込むように口を開いた。「浅井社長、このブランドの今季のオートクチュール、うちの和希にはまだお呼びがかかっておりませんが……姫野遥香さんはぴったりお召しになってますね」信吾の顔が一瞬で凍りついた。マネージャーの背筋に冷たいものが走ったが、信吾はすぐにまた平静を取り戻した。彼は優しく和希を抱き寄せ、そっと肩を揉みながら、ささやくように慰めた。「なるほど、悔しい思いをさせられてたんだね。大丈夫、俺がちゃんと立て直してやるから」そう言い終えると、小林の方を向き、冷たい口調で言い放った。「あのブランドを買収しろ。和希の会社に吸収合併させろ」小林は一瞬たじろいだが、すぐにうなずいて承諾した。「かしこまりました」マネージャーはその様子を見て、内心ほっとした。どうやら浅井社長はまだ和希を一番の宝物のように思っているらしい。さっきの一件はただの取り違いだったのだ。「和希、そんなに不機嫌にならないで。欲しいものがあれば何でも言ってくれ」信吾は優しい目で和希を見つめ、まるで二人が出会ったあの頃に戻ったかのようだった。和希は信吾を見つめながら、胸の奥に再び込み上げてくる切ない感情を感じた。二人が出会ったのは新入生歓迎パーティーだった。あの時の信吾は顔を赤らめて、周囲の囃し立てる声の中、彼女のダンスを一瞬も目を離さず見つめ、司会の原稿まで噛み噛みだった。あれ以来、和希のいる場所には、必ず信吾の姿があった。少年の愛は熱く、そして誰にも隠さずに表れていた。知らぬ者などいなかった。だが今の信吾は、あの頃と同じように優しいのに、何かが違うように思えた。和希は、信吾の携帯電話が
Read more
第7話
晩餐会の進行は煩雑で、和希は静かに座っていた。大勢の人が近づいて挨拶に来た。彼らは必ず信吾の名前を出し、和希への深い愛情を讃えた。和希はそれを聞きながら、ただ淡く微笑むだけで一言も発さない。その時、携帯が振動した。Lineの着信だ。「お宅の監視カメラ、見てみて。サプライズがあるわよ」和希はうつむき、胸が締めつけられるのを感じた。そして、休憩室へ向かって立ち上がった。こうした場では個室が用意されており、彼女は一室を選んで中に入ると、自宅の監視カメラの映像を開いた。心の準備はできていたはずなのに、目の前の光景に和希は衝撃を受けた。リビングのソファで、遥香のドレスは引き裂かれて床に散らばっている。いつも和希の前で優しくしていたあの男が、今は遥香と絡み合うように抱き合っていた。和希は休憩室で全てが終わるまで静かにそれを見つめていた。信吾が慈しむように遥香の頭を撫でる一方、遥香は監視カメラを挑発的に見上げる――その光景を和希は目の当たりにした。信吾は服を着直すと、家政婦の田中を呼んで後片付けを命じた。和希はわずかに目を見開いた。どうやら家政婦でさえ、彼らの関係を知っているらしい。遥香が信吾に甘えると、何か囁いたようだ。信吾は一瞬ためらったが、結局彼女の誘惑に負けた。遥香を強く抱きしめ、今度は彼女の体に手を伸ばして弄ぶと、ようやく彼女を連れて奥へ向かった。その方向は、和希のクローゼットだ。クローゼットには監視カメラはない。けれど和希には容易に想像できた。信吾が遥香に自由に服やアクセサリーを選ばせ、身に着けさせて持ち帰らせる。そして後日、もっともらしい言い訳をでっち上げるのだろうと。ノックに気づかないので、マネージャーがドアを押し開けてずかっと入ってきた。和希の涙で濡れた顔を見て、彼は驚いて声をあげた。「どうしたんだ?そんなに泣いて……」和希がようやく我に返って入口を見ると、たまたま居合わせた記者が、彼女の涙の瞬間をカメラに収めていた。その写真が新聞に掲載されたのは、二日後のことだった。多くの人々が真相を探ろうと彼女のもとに押しかけた。その時、和希は自宅の温室で花に水をやっていた。ブレーキが耳をつんざくように軋み、すぐに慌ただしい足音が近づいてきた。彼女の手が一瞬止まったが、すぐにまた平静を取り戻
Read more
第8話
この一件の影響は、大げさでもなければ、小さく見せることもできないものだった。普段は和希とそれほど親しくない父が、なんと珍しく電話をかけてきて、夜に信吾と一緒に食事に来るよう言ったのだった。父が妹の遥香をひいきにしていることは、和希は分かっていたが、血の繋がりなので、和希は承諾した。信吾が車を運転し、二人は姫野家の屋敷へと向かった。遥香ももちろんいた。「お姉さん、信吾さん」と甘ったるく呼ぶと、彼女はすぐにうつむいてスマートフォンをいじり始めた。食卓で、父はさりげなく切り出した。「和希よ、もうそんな年なのに、どうしてまだ子供みたいなんだ?信吾があなたをどう思っているか、ここのところはみんなよく見ている。あなたは幸せに恵まれているんだぞ!」和希は食事をしながらこの言葉を聞き、砂を噛むような味がした。信吾がタイミングよく口を挟んだ。「お父さん、それは違います。幸せに恵まれているのは俺の方です。和希と結婚できたのは、俺の幸せです」父は満足そうにうなずき、再び和希を見た。「まあいい、あなたも大人だ。これ以上は言わん」食事が終わると、父はにこにこしながら一晩泊まっていくよう勧め、特に遥香の母が和希の部屋をどれほど細やかに掃除してくれているか話した。和希が滅多に戻ってこなくても、部屋はいつも清潔で整い、ほこりひとつなかったのだと。和希が遥香の母を見ると、彼女の笑顔は、かつて遥香を家に入れた時とまったく同じで、偽りに満ちていて吐き気がした。実を言えば、和希はこの部屋で寝たことなどほとんどなかった。自分が稼いで家計を助け、家が新しくなり、自分自身の住まいも得てからは、めったにこの家に戻らなかったのだ。だから、ここにあるものすべてが、彼女には疎遠に感じられた。夜中に目が覚め、トイレにぼんやり歩いていた和希は、偶然、遥香の部屋から出てきた信吾と、たまたま通りかかった父にぶつかってしまった。父は信吾が来た方角を一瞥し、声を潜めて言った。「せめて注意しろよ。和希に見られないようにしろ」和希の心は引き裂かれるようだった。壁にもたれて、ゆっくりと床に滑り落ちた。両手で膝を抱え込み、体を丸めた。そうだったのか。みんな知っていたんだ。みんな、彼女を騙していたんだ!信吾のアシスタントも、友人たちも、家の家政婦も、そして自
Read more
第9話
翌朝、和希が目を覚ますと、隣にはもう信吾の姿はなかった。まだぼんやりしていた時、扉が開く音がして、信吾の優しい声が聞こえた。「起きた?和希?」返事がないと、信吾はそっと扉を閉め、部屋を出ていった。しかし、その一瞬の物音で和希は完全に目が覚めた。目を開け、信吾の足音が遠ざかっていくのを聞きながら、ゆっくりと上半身を起こした。和希は扉を押し開け、柱に身を隠すようにして、一階のリビングをこっそりと覗いた。そこでは、父が新聞に没頭し、遥香の母が朝食の準備に忙しく動き回り、信吾はうつむいてスマホを見ている。そして遥香――彼女の視線は信吾にしっかりと注がれ、一途な眼差しだった。父は時折、信吾に話しかける。すると遥香が笑いながら軽妙な冗談を挟み、周囲の笑いを誘う。遥香の母も口元を押さえて笑っている。それは、和やかで温かな光景だった。まるで彼らこそが家族であるかのように。「信吾さん、お姉さんと結婚した後も、遥香のこと好きでいてくれる?」遥香は甘えた口調で尋ねた。信吾は笑いながら彼女の鼻をつまみ、溺愛するように言う。「遥香は遥香、お姉さんはお姉さんだよ。お姉さんを大切にすることは、遥香に優しくすることに影響しないさ」和希はうつむいた。その瞳には、限りない皮肉と虚ろいが宿っていた。信吾と遥香がいつからそうなったのか、彼女にはわからない。ただ確かなのは、信吾がかつては、家庭内での彼女の居心地の悪さを一番理解してくれていた人だったということだ。父の偏愛に傷ついたあの時々は、信吾が彼女をしっかりと抱きしめ、温かな家庭を約束し、永遠に彼女だけを愛すると誓ってくれたのだ。男というものは嘘が巧みなのだろう。長い間騙され、何度も何度も、自分は信吾と一生一緒にいられると、永遠に続くと、思わせられてきたのだ。和希は目を閉じ、もう考えまいとした。ちょうどその時、スマホが通知音を立てた。あの機関からのメッセージだ。【契約書をメールに送付いたしました。ご確認の上、署名をお願いいたします】和希は躊躇なく自分の名前をサインした。六日後に迫った自身の“死の演出”に、最後の準備を整えるためだ。階下の楽しげな笑い声は相変わらず響いている。しかし和希の心は、寂しさと冷たさで満ちていた。スマホをしまい、階下へ降りようと顔を出した瞬間、リビングに響い
Read more
第10話
途中、和希は大山監督からメッセージを受け取った。なぜあの劇をやめたのか、なぜ遥香を推薦したのかと問われていた。大山監督は和希にとって恩人だった。彼の心を傷つけたくなかったので、食事に誘った。ウェディングドレスは今日見ても明日見ても、今の彼女にはどうでもいいことだった。食事を終え、別れ際に大山監督は眉をひそめて和希を見た。「まさか結婚したら女優はやめるつもりじゃないだろうな?」和希はうつむき、曖昧に答えた。「ええ……多分、もう二度と演じることはないでしょう」大山監督はため息をつき、諦めたように言った。「一生をあの男に縛られるなんて、気をつけろよ」和希は深々と一礼して立ち去った。その恩に感謝していた。帰路につく和希の心は静まり返っていた。携帯の着信音が鳴り、新着メッセージが届いた。開くと、そこには何枚かの写真があった。彼女がオーダーしたウェディングドレスは海を越えて届いたばかりだった。まだ本人も実物を見ていないのに、今、そのドレスは遥香の体を包んでいた。遥香は花のように笑い、背後には信吾がいた。彼は遥香の細い腰を掴み、首筋に軽く口付けている。遥香は高々と顎を上げ、勝者のようだった。ドレスの細やかで精巧なレース模様は、目が眩むほど美しかった。通りかかった女性がよろめく和希を支えた。そして彼女に気づいた。「あっ!姫野和希さん?!」 少女は興奮した声を上げた。「私、和希さんと浅井社長の大ファンなんです!!」少女は彼女を取り囲み、二人のカップルをどれだけ応援しているか熱心に語り始めた。最後には涙を浮かべて祝福まで添えた。「和希さん、どうか浅井社長とずーとお幸せに!お二人がずっと一緒でいてくれるから、私たちも愛を信じられるんです!」和希の心に深い嘆息が湧いた。彼女は左手の中指から指輪を外し、少女に差し出した。少女の驚いた表情を見ながら、和希は微笑んだ。「祝福、ありがとう。これは私からのプレゼントよ」ダイヤモンドは大きく輝いていた。少女が理解する間もなく、和希は立ち去った。手のひらの指輪を握りしめ、少女はまるで空から幸運が降ってきた気分だった。和希はうつむいて中指を見た。たった数日つけただけなのに、そこにはすでに指輪の跡がくっきりと刻まれていた。自宅に戻った和希は静かに荷造りを始めた。今まで捨てられなか
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status