Short
風やみ花しずか

風やみ花しずか

By:  春日ノボルCompleted
Language: Japanese
goodnovel4goodnovel
10Chapters
10.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

結婚前夜、私、一ノ瀬真希(いちのせ まき)の婚約者である本郷雅人(ほんごう まさと)の愛人が出産したというニュースが、世間を騒がせた。 雅人は私が問い詰めるまでもなく、そっけなく口を開いた。 「これはただの偶然だ。まずは婚約披露宴の準備をしっかりしてくれ。 それに、君の父親は胃がんで末期だ。今、婚約を解消しても、両家にとって何のメリットもない」 その晩、彼は婚約披露宴を欠席したが、SNSに赤ちゃんの産着姿の写真を投稿した。 私がビデオ電話をかけると、彼は哺乳瓶で新生児にミルクをあげていた。 「最近は子供の世話で忙しくて、君に付き合っている暇はないんだ。君も知っているだろう、我が家は代々一人っ子だから、子供が一番大事なんだ」 彼は赤ちゃんの口元についたミルクを拭き取り、「でも、安心してくれ。子供が生後一か月になったら、イギリスに送る。 お正月やお盆には、君が子供の親代わりとして顔を出せばいいだけだ。本郷家の若奥様の座は永遠に君のものだ」 私は彼の薬指にはめられた、私とお揃いのダイヤモンドの指輪を見つめ、笑い出した。 「雅人、この婚約は破棄しましょう」 彼は鼻で笑って言った。「そんなことで騒ぐな、わがまま言うなよ」 私はすぐにビデオ通話を切り、雅人の父親である本郷真嗣(ほんごう しんじ)の個人番号に電話をかけた。 「最近、新しい奥様を探していらっしゃると伺いましたが?よかったら私を検討してみませんか?」 私はお腹を撫でながら微笑み、「なにしろ私は生まれつき子宝に恵まれる体質ですから、息子は何人でも産んであげられますよ」 代々一人っ子では寂しいでしょうから、今すぐにでも何人か兄弟を増やして賑やかにしてあげましょう。

View More

Chapter 1

第1話

"Baby, aku tidak mau lama-lama membiarkan hubungan kita tanpa ikatan resmi. Aku tidak rela jika ada laki-laki lain yang merebutmu dariku.”

Naura menutup mulutnya dengan kedua tangan disertai linangan air mata saat Wisnu bersimpuh, mengeluarkan kotak beludru dari saku celananya dan membukanya memperlihatkan cincin berlian yang sangat cantik dan berkilau.

“Naura, bersediakah kamu menikah denganku?”

Naura tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat akhirnya dihadapkan pada momen sakral yang selama ini dinantikannya dari lelaki yang selama satu tahunan ini menjadi kekasihnya dan membuat mereka mendapatkan predikat relationship goals. Wisnu, lelaki yang memiliki perusahaan furniture merupakan sosok yang diimpikannya untuk menjadi calon suami masa depan.

Saat ini mereka sedang makan malam romantis di salah satu rooftop hotel bintang lima yang dihias aneka bunga mawar hidup yang harum semerbak. Seharusnya, acara lamaran itu bersifat rahasia tapi dia tidak sengaja mencuri dengar rencana itu membuatnya lebih banyak tersenyum semingguan ini karena sibuk membayangkan hal romantis apa yang akan dilakukan kekasihnya sampai dia dikatain sinting karena tersenyum sendiri persis orang gila.

"Aku bersedia!" pekiknya, menjawab terlalu bersemangat. "Tentu saja aku bersedia menjadi istrimu."

"Jadi kamu bersedia menikah denganku?" Ulang Wisnu.

Naura menganggukkan kepala. "Tentu saja."

"Terima kasih sayang."

Wisnu menyematkan cincin di jemarinya kemudian berdiri dan menariknya mendekat lalu mencium bibirnya. Kembang api yang sangat meriah menghiasi langit seakan ikut berbahagia dengan status baru mereka.

Setelah saling berpelukan, Naura memilih duduk di pangkuan Wisnu dan mengalungkan lengannya di leher lelaki itu dengan segelas wine di tangan.

"Sayang, aku saja ya yang merancang pernikahan kita. Pokoknya aku mau mewujudkan pernikahan impianku selama ini."

"Iya. Semuanya aku serahkan padamu." Naura menyesap winenya seraya mengangguk, bahagia. "Tapi, kamu nggak boleh protes kalau aku akan langsung membuatmu hamil. Aku sudah tidak sabar untuk punya anak dari kamu.”

Naura batuk-batuk, menatap Wisnu dengan pandangan horor.

"Anak?" Naura berharap kalau dia salah dengar.

Wisnu mengangguk. "Iya, anak. Kenapa?"

Naura meletakkan gelasnya di meja dan berucap serius. "Kamu nggak bisa mutusin sepihak gitu dong ,sayang. Kamu kan tahu bagaimana buruknya interaksiku dengan anak-anak. Aku nggak pernah cocok sama mereka."

"Iya tapi bukan berarti kamu nggak mau punya anak sendiri kan?"

"Yang pasti saat ini aku belum mau memikirkan hal itu. Kita nikmati saja dulu kehidupan pengantin kita sampai puas.”

Wisnu nampak tercengang, "Are you seriously?"

"Yes, of course."

"Aku nggak setuju!!" Wisnu menolak tegas. “Kamu bisa bilang begitu karena belum merasakan menjadi ibu. Nanti kalau kamu sudah melahirkan anakmu sendiri, itu akan menjadi sesuatu yang berbeda."

"Sekali tidak tetap tidak! Aku nggak mau punya anak dulu," Naura tetap pada pendiriannya, berdiri dari duduknya dan melipat lengan di dada.

"Aku membutuhkan penerus!!" Wisnu tidak mau kalah,berdiri di depannya dengan ekspresi marah.

"Kalau itu ya dipikirkan nanti saja lah. Aku tetap tidak mau."

Wisnu ternganga, mengacak rambut belakangnya dengan kesal kemudian menendang pinggiran kolam.

"Jangan memaksaku," tambah Naura.

"Oke, aku tidak akan memaksa." Naura tersenyum, Wisnu buru-buru menambahkan. "Aku tidak akan membahasnya lagi karena aku tidak jadi menikahimu." Naura ternganga, menatap Wisnu tidak percaya. "Lebih baik kita putus saja!"

"What?!" Naura jelas kaget.

"Lebih baik kamu cari saja lelaki lain yang mau menerima pemikiran sempitmu itu."

"Tapi—" Naura melepas cincin yang baru saja disematkan Wisnu beberapa menit yang lalu. "Kamu baru saja melamarku."

Wisnu berdecak, "Kamu simpan saja cincin itu atau buang sekalian karena aku tidak mungkin melamar wanita lain dengan cincin yang sudah aku berikan padamu."

Perlahan Wisnu mundur, berbalik pergi meninggalkan Naura yang menatap punggungnya tidak percaya. Dihinggapi keterkejutan yang membuatnya membeku hingga punggung Wisnu menghilang dari pandangan. Naura tersentak, buru-buru tersadar kalau dia tidak bisa membiarkan semua kebahagiaannya malam ini berantakan.

"WISNUU!!" teriaknya, bergegas mengejar dengan tergesa namun seseorang yang tiba-tiba saja muncul membuatnya harus menghentikan laju jalannya meski tabrakan itu tidak terhindarkan.

“Aduhh—” pekik Naura, terduduk di lantai dingin.

“Mamaaaa—”

Naura kaget, seseorang yang ditabraknya tadi terduduk di lantai sembari menangis. Naura kaget karena bertabrakan dengan seorang anak kecil.

“Sakit Mamaaaaa—”

Naura menahan kesal, melihat ke sekitar yang tidak ada siapa-siapa karena memang area di luar sudah di pesan sama Wisnu khusus untuk melamarnya. Jadi, anak laki-laki di hadapannya ini pasti menyelinap masuk.

“Heh! Di sini nggak ada Mamamu. Cepatan berdiri dan pergi sana!” usirnya, tanpa berniat sedikitpun membantu hingga membuat anak itu semakin menangis kencang.

Naura jelas kesal, “Ah, masa bodoh!”

Naura melewati anak itu begitu saja berniat meninggalkannya karena dia harus mengejar Wisnu untuk kembali membicarakan pernikahan saat tiba-tiba ada seseorang yang menghadang langkahnya. Naura mengatupkan bibir saat berhadapan dengan laki-laki tampan berkemeja rapi yang ekspresinya sedater triplek.

“Key—” Laki-laki itu mendorongnya ke samping dengan lengan hingga membuatnya hampir saja kembali mendarat di lantai dingin untuk mendekati anak laki-laki yang masih menangis tadi.

“Aduhh.” Naura mengusap lengannya. “Sialan!”

“Kenapa kamu menangis,sayang?”

Naura tersadar kalau dialah yang membuat anak itu menangis, buru-buru dia balik badan dan berjalan pelan-pelan untuk pergi dari sana sebelum ketahuan.

“Kamu mau kemana, hah?!”

Naura berjengit kaget, remasan kuat di bahunya memaksanya untuk menghentikan langkah. Sialan!

“Kamu yang membuatnya menangis dan sekarang kamu mau melarikan diri dengan tidak tahu malunya?”

Naura menggeram dalam hati dengan kesal, berbalik sembari menepis tangan laki-laki itu dan mundur beberapa langkah. Tatapan sangar laki-laki itu membuatnya takut tapi dia sudah tidak bisa mengelak lagi. Anak kecil yang ditabraknya tadi masih terisak dalam gendongannya.

“Iya, memangnya kenapa?!” Lagaknya sok marah. “Kita sama-sama terjatuh karena bertabrakan tadi tapi aku sedang terburu-buru jadi tidak punya waktu untuk meladeni—” Naura mengatupkan bibir saat laki-laki itu maju mendekat, Naura harus mendongak untuk melihat tatapan matanya yang nampak menahan kesal.

“Setidaknya kamu bisa sedikit merasa prihatin dan menenangkannya.”

“Maaf, aku tidak punya waktu. Permisi.”

Naura merasa tidak ada gunanya mereka berdebat jadi dia langsung balik badan berniat pergi.

“Hei—”

Lengannya di tahan, Naura reflek menepisnya dengan kuat hingga membuat sesuatu yang sedari tadi di genggamnya langsung terbang bebas ke arah kolam renang.

“TIDAK!” pekik Naura, mengejar cincin lamarannya yang menggelinding ke arah kolam dan masuk ke dalam sana tanpa hambatan.

Naura yang hanya memikirkan harus mendapatkan cincin itu kembali langsung loncat ke dalamnya dan menyelam masih menggunakan gaun dan heelsnya. Naura berusaha mencarinya, mengabaikan sengatan dingin yang menusuk tubuhnya hingga akhirnya dia bisa menemukan cincin itu dan mengambilnya. Naura berniat naik tapi sialnya, kakinya terasa kram.

Naura mencoba untuk menggapai permukaan tapi tubuhnya tidak bisa diajak kerja sama hingga dia merasa harus pasrah pada keadaan sampai samar-samar dia mendengar seseorang ikut terjun ke dalam kolam.

Semoga saja Wisnu, ucapnya dalam hati.

Naura tidak rela jika acara lamarannya harus berakhir dengan tragis seperti ini.

Naura kehilangan kesadarannya saat seseorang berusaha membawanya naik ke permukaan dan mengangkatnya ke pinggir hingga beberapa menit kemudian dia batuk-batuk setelah seseorang memaksa mengeluarkan air kolam yang masuk ke tenggorokannya meski matanya enggan untuk membuka.

“Jangan mati konyol,” decakan suara laki-laki yang begitu dekat dengannya terdengar, hidungnya dipencet dan mulutnya terbuka lalu dia merasakan bibir seseorang menciumnya hingga membuat Naura langsung membuka mata lebar-lebar dan terbelalak melihat laki-laki sedatar triplek tadi wajahnya begitu dekat dengannya hingga Naura reflek mendorong dadanya.

“WOI, kesempatan lo ya!!” pekiknya, menjauh dari laki-laki itu yang menatapnya heran. Naura mengusap bibirnya dengan punggung tangan. “DASAR MESUM!”

Naura mencoba berdiri dengan sisa-sisa tenaganya, berbalik pergi dengan langkah cepat, memgambil tas tangannya di atas meja lalu berlari meninggalkan penolongnya dengan perasaan malu. Sial!

Sampai di dalam lift yang kebetulan sedang kosong, Naura merosot jatuh mengabaikan tubuhnya yang basah kuyup, merasakan perasaan berdebar yang tidak dimengertinya dan menangis di sana.

“Arrghh, sialan!” isaknya.

Bagi Naura, anak-anak itu hanya berarti satu hal yaitu masalah dan inilah yang terjadi padanya saat ini.

Malam itu, Naura harus pulang dengan basah kuyup kedinginan setelah berhasil menyelamatkan cincin miliknya meski dia tidak berhasil menyelamatkan hubungannya dengan Wisnu dan parahnya dia malah berciuman dengan laki-laki lain meskipun karena insiden.

Hancur sudah!

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviews

mogo
mogo
お見事!スカッとした!
2025-09-21 02:38:42
2
0
蘇枋美郷
蘇枋美郷
真希、お見事!(笑)夫も実夫も大満足でしょうね♡ 言ってる事が意味不明だと気づかないクズ男女は自業自得♪
2025-09-20 13:13:27
2
0
松坂 美枝
松坂 美枝
主人公が悪女になって大勝利 クズどもは自業自得だ
2025-09-20 11:38:55
3
0
10 Chapters
第1話
結婚前夜、私、一ノ瀬真希(いちのせ まき)の婚約者である本郷雅人(ほんごう まさと)の愛人が出産したというニュースが、世間を騒がせた。雅人は私が問い詰めるまでもなく、そっけなく口を開いた。「これはただの偶然だ。まずは婚約披露宴の準備をしっかりしてくれ。それに、君の父親は胃がんで末期だ。今、婚約を解消しても、両家にとって何のメリットもない」その晩、彼は婚約披露宴を欠席したが、SNSに赤ちゃんの産着姿の写真を投稿した。私がビデオ電話をかけると、彼は哺乳瓶で新生児にミルクをあげていた。「最近は子供の世話で忙しくて、君に付き合っている暇はないんだ。君も知っているだろう、我が家は代々一人っ子だから、子供が一番大事なんだ」彼は赤ちゃんの口元についたミルクを拭き取り、「でも、安心してくれ。子供が生後一か月になったら、イギリスに送る。お正月やお盆には、君が子供の親代わりとして顔を出せばいいだけだ。本郷家の若奥様の座は永遠に君のものだ」私は彼の薬指にはめられた、私とお揃いのダイヤモンドの指輪を見つめ、笑い出した。「雅人、この婚約は破棄しましょう」彼は鼻で笑って言った。「そんなことで騒ぐな、わがまま言うなよ」私はすぐにビデオ通話を切り、雅人の父親である本郷真嗣(ほんごう しんじ)の個人番号に電話をかけた。「最近、新しい奥様を探していらっしゃると伺いましたが?よかったら私を検討してみませんか?」私はお腹を撫でながら微笑み、「なにしろ私は生まれつき子宝に恵まれる体質ですから、息子は何人でも産んであげられますよ」代々一人っ子では寂しいでしょうから、今すぐにでも何人か兄弟を増やして賑やかにしてあげましょう。電話の向こうから、真嗣の少し掠れた声が聞こえてきた。「真希、一体何を言っているんだ?」私は軽く笑い声を上げ、声にはいくらかの揶揄を込めた。「ニュースを見ましたよね?あなたの息子さん、私には汚らわしく思えるんです。本気で、乗り換えたいんです」電話の向こうは数秒間沈黙し、その後、震える声が聞こえてきた。「一言二言で説明できることじゃない。今からそちらへ行って直接話そう」「いいですよ、家で待ってます」私は唇の端を上げ、目に強い決意を宿した。真嗣は今や三十歳を少し過ぎたばかりだが、家族遺伝の不妊症のため、ずっ
Read more
第2話
受話器から聞こえてくる雅人の声は、どこか高圧的で当然だという様子だった。「真希、すぐに来てもらえないか?美月が体調を崩しているんだ。君が彼女の代わりに子供の面倒を見てくれないか?彼女をオークションにでも連れて行って気分転換させてあげようと思っているんだ」彼と他の女の間にできた子供の面倒をみる?彼、頭おかしいんじゃないか。「雅人、私はあなたの家の使用人でもなければ、ベビーシッターでもないわ。人選を間違えているわよ」彼は少し間を置いて、ため息をついた。「真希、美月は君のため、本郷家のために苦労してこの子を産んだんだ。彼女が身ごもっているのは本郷家の血筋だ。君は将来の本郷夫人として、子供の世話を学ぶべきじゃないのか?」彼の言葉は全くもってばかげている。私は喉から嘲笑のような笑い声を漏らした。「雅人、その理屈、感動的ね。聞いてるだけで鳥肌が立っちゃうわ。私たち、もう別れたのよ。あなたが誰と子供を作ろうと、誰に子供の世話をさせようと、私には関係ないわ。これからは、もう私に連絡しないでくれる?迷惑なのよ」彼が何か言おうとした時、私は躊躇なく電話を切った。私はベッドに戻り、ますます腹が立ってきた。スマホを手に取り、ニュースでも見て気持ちを落ち着かせようとした時、一件のプッシュ通知が飛び込んできた。【本郷グループの社長、愛する人のために一攫千金!数千億のジュエリーで愛を公に宣言!】タップして見てみると、添付されている写真は、雅人が高杉美月(たかすぎみつき)を抱いてオークション会場に座っているものだった。写真の中で、彼は美月を優しく見つめ、その真剣さと愛情は、私が彼と五年間付き合う中で一度も見たことのないものだった。私の心は何かにそっと刺されたように、少し痛んだ。恋愛期間中、私の誕生日に、彼はせいぜい秘書に適当なバッグかジュエリーを買わせる程度だった。自分で選んでくれることもなかったし、ましてやこんなに心を砕いて私を喜ばせてくれることなどなかった。男って、本気で好きな女にはお金を惜しまないって言うじゃない。そう考えると、雅人は最初から最後まで私のことなんて眼中になかったんだろうな。気分転換にウェディングドレスでも見に行こうと思っていた。私がウェディングドレスショップのドアを開けた時、目
Read more
第3話
私は怒りで全身が震えた。もし本当にそうなったら、私と一ノ瀬家は笑い者になるだけだ。雅人は自分の手配がとてつもなく正しいと思っているようで、口調はますます強気になった。「真希、君にとって不公平なのは分かっている。でも美月は本当に苦労しているんだ。せめて子供の顔を立てて……」「雅人、このろくでなし、この世紀の結婚式という茶番に、私を付き合わせるつもりなの?入籍は私で、初夜は美月で、しかも正妻の私があなたたちの私生児の母親役までやれと?私を道端の乞食か何かだと思ってるの?勝手に扱えるとでも?」私の声はますます大きくなり、ウェディングドレスショップの他の客たちの注目を集めた。美月は小さくすすり泣き始めた。「一ノ瀬さん、お気を悪くしないでください。私の身分が低いばかりに……ただ、一度でいいから花嫁になってみたかっただけなんです。自分には相応しくないことくらい、ちゃんと分かっています……」雅人は眉をひそめ、目に警告の色を浮かべた。「真希、もう決めたんだ。君が同意しようがしまいが関係ない。父さんの顔を立てなければ、君なんて絶対に娶らなかったぞ」私は冷笑した。どうやら真嗣が花婿を変更する件を彼に伝えていないようだ。「分かったわ」私は彼の目を真っ直ぐ見つめ、冷たい声で言った。でも、その時に入れ替わるのは花嫁ではなく、花婿だ。雅人の眉がわずかにひそめられた。私がこんなにもあっさりと承諾するとは思っていなかったようで、顔の表情が一瞬にして複雑になった。彼に隠れてすすり泣いていた美月は顔を上げ、その目に得意げな光を宿した。その後の数日間、雅人と美月の結婚写真が3日間連続でホットな話題になった。宣伝されていたのは相変わらず本郷家と一ノ瀬家のニュースだったが、結婚写真は美月に変わっていた。事情を知らない人々は皆、彼女を一ノ瀬家の本物の令嬢だと思っていた。親しい友人達は、一体何が起こったのか心配そうに私に尋ねた。周りの人々は皆、私を嘲笑し、盲目的な愛とは自分の身分まで捧げて愛人に与えるようなものだと、冷やかした。しかし、私はそれを無視し、ひたすら父に付き添った。医者は、父の病状が急速に悪化しており、入院して経過観察が必要だと言った。私は毎日病院に付き添い、わずかな時間も惜しんで看病した。私は雅人と
Read more
第4話
「ふざけるな!」私は狂ったように地面から立ち上がり、美月に突進しようとしたが、雅人に必死に引き止められた。「真希!落ち着け!」「落ち着けって?どうやって落ち着けばいいの?!あれは私のお父さんなのよ!」私はもがき、爪で彼の腕を引っ掻きむしりそうになった。「これはただの事故だ!」雅人の声には隠しきれない苛立ちと怒りが込められていた。「それに、美月はただ親切心でやっただけだ。彼がこんなに興奮するなんて誰が予想できた?」彼は美月をちらりと見、その目に保護欲を宿した。「今や世間は皆、美月が一ノ瀬家のお嬢様だと認めている。もし結婚式に一ノ瀬家の人間が出席しなければ。皆、彼女の身分を疑い、本郷家の面子も丸つぶれだ」私は口角を上げ、最大限に皮肉な笑みを浮かべた。「雅人、目が見えないの?それとも馬鹿なの?美月がどんな人間か、あなたが一番よく分かっているでしょう!彼女は元々、一ノ瀬家の人間じゃない!ただ寝床を共にしてのし上がった愛人に過ぎない!」雅人の顔色は完全に険しくなり、手を振り上げて私の顔を激しく殴りつけた。私の頭は勢いよく横に跳ね、耳には鋭い金属音が響いた。「たとえ籍を入れるのが君だとしても、俺が認める妻は、最初から最後まで美月だけだ!彼女をそんな風に言うのは許さない」その言葉は鈍器のように、すでに砕けていた私の心を何度も打ちつけた。痛み以上に強烈だったのは、まるで火山が爆発するかのように込み上げる憎しみだった。五年も付き合ったのに、彼はどうしてこんなにも冷酷になれるのか。「明後日の結婚式には、もう来なくていい」雅人の口調は軽いが、そこには確かな警告が含まれていた。「病院で大人しくしていろ。ここでお父さんに付き添え」雅人は振り返らず、廊下の端に立つ数人の黒服のボディーガードに手を振った。「彼女を監視しろ。病院から一歩も出すな」黒服のボディーガードたちはすぐに近づき、壁のように私を囲んだ。私の目は彼らが消えていく方向をじっと見つめていた。まさか、病院に閉じ込めておけば安心して美月と結婚できると思っているの?夢を見ているんじゃない!私はお腹を撫で、スマホを取り出して番号を押した……結婚式当日。美月は華やかなドレスの裾を撫でながら得意げに笑った。一ノ瀬家のお
Read more
第5話
私の指先は、目の前にある箔押しされた招待状を優しく撫でた。そこには【本郷真嗣】と【一ノ瀬真希】と書かれていた。口元にはかすかな笑みが浮かんだ。階下では、雅人と美月の結婚式がすでに始まっているのだろう。いや、まだ始まっていないかもしれない。なにしろ、来ている人が非常に少ないのだから。一方、階上の私の結婚式会場は、全く別の光景だった。金色の輝きを放つ宴会場には、政界の大物、経済界の重鎮が一堂に会している。私は真嗣の腕を取り、ゆっくりと式台へと向かう。彼は背筋を伸ばし、威圧的な雰囲気を漂わせていた。雅人と比べると、長年の経験で培われた威厳と、成熟した大人の魅力が加わっている。彼は私の耳元で囁いた。「緊張するな」私は微笑み返し、静かに言った。「あなたがいてくれるから、緊張しないわ」彼が私の指に指輪をはめた瞬間、心臓は予想ほど激しく高鳴らなかった。ただ、全てが収まるべき場所に収まったような、穏やかな気持ちだけがそこにあった。私が感じたのは、これまでにない、権力と庇護欲が混ざり合った束縛感だった。この感覚は悪くない。少なくとも、かつての偽りの優しさよりもずっと真実味がある。「本日はご多忙の中、私と新妻・真希の結婚式にご臨席いただき、誠にありがとうございます!」真嗣の声は、力強く、会場全体に響き渡った。その時、突然の騒がしさが、会場の和やかな雰囲気を打ち破った。雅人と美月が狼狽した様子で入り口に立っており、突進してこようとするのを警備員に阻止されていた。目の前で繰り広げられる盛大で荘厳な結婚式の光景、そして私がウェディングドレスを着て真嗣の隣に立っているのを目にした。雅人の目は瞬く間に充血した。「父さん!真希!一体何をしているんだ?!」そばにいた警備員達は素早く反応し、彼を強く押さえつけて近づけさせないようにした。雅人は狂ったように抵抗し、口ではまだ大声で叫んでいる。「やめろ!お前たちは結婚できない!そんなこと、ありえない!」美月は彼の後ろについてきたものの、引き止めたい気持ちはあるのに怖くて何もできず、ただ途方に暮れて見守るしかなかった。真嗣は騒がしい入口を一瞥するだけで、眉間にわずかな不快感を浮かべた。彼は私の腰を抱き寄せ、参列者の前に歩み寄った。「申し訳ありません。少
Read more
第6話
参列者全員の視線が美月に集中し、その眼差しには隠すことのない軽蔑と侮蔑の色が宿っていた。美月の顔色は瞬く間に真っ青になり、ドレスの裾を強く握りしめた。この場にいるのは皆、人を見る目に長けている者ばかりだ。一体何が起こっているのか、理解できないはずがない。「真希、君は気が狂ったのか?どうして父さんと結婚するんだ?!君が愛しているのは俺のはずだ!」私は何も言わず、ただ手を上げた。またしても甲高い音が響き渡り、雅人のもう片方の頬に容赦なく叩き込まれた。参列者は皆息を呑み、会場は完全に静まり返った。雅人は今度こそ本当に打ちのめされ、その目には衝撃と、言葉では言い表せないほどの怒りが宿っていた。「君……俺を殴ったのか?」私は手を引っ込め、冷静な目で彼を見つめ、淡々とした口調で言った。「殴って何が悪いの?雅人、現実を見なさい。私はあなたに復讐するためにこうしているんじゃない。ただ、真嗣が好きになっただけ。どの点を取っても、彼はあなたより優れている」私はわざと間を置き、衝撃を受けている彼の顔を見て、さらに言葉を続けた。「それに、私がどうして、私を裏切った男のために、自分の結婚を無駄にして復讐する必要があると思うの?」美月は早足で近づき、今にも泣き出しそうな顔で言った。「一ノ瀬さん、どうして雅人さんを殴るんですか?一ノ瀬さんが雅人さんに娶られなかったのは分かりますけど、そんなに無理することないじゃないですか……権力のために自分を犠牲にするなんて、本当に価値があるんですか?」彼女はそう言いながら、雅人を心配そうに支えた。表面上は心配しているように見せかけながら、実際には火に油を注ぐような口調で、私の動機をまるで「金目当てで年寄りに嫁いだ」かのように仕立て上げていく。美月に支えられ、ようやく正気を取り戻した雅人は言った。「父さん!見てくれ!彼女はこんなにも大勢の人の前で俺を殴ったんだ!彼女はただ父さんの金と権力を目当てにしているだけなんだ!どうしてこんな女と結婚するんだ?!俺は本郷家の唯一の跡取り息子だ。どうして彼女にこんな屈辱を受けさせられるんだ?!」自分が本郷家唯一の跡取り息子であることを笠に着て、真嗣に訴え出た。ついさっき真嗣に殴られたばかりだということをすっかり忘れている
Read more
第7話
「どう、真嗣、このサプライズ、気に入ってくれたかしら?」真嗣は私の手を強く握りしめ、興奮して声が少し震えていた。「真希、君は俺に最高のサプライズをくれた!真希、知っているだろう?長年、俺は実の子供がいないことで苦しんできたんだ。君は俺に二人もの子供を授けてくれた。しかも、俺が一番それを必要としている時にだ。決めたぞ。今日から、本郷グループの株の6%を君に譲渡する!」この言葉が出ると、会場全体が驚愕に包まれた。本郷グループの株の6%といえば、途方もない金額だ!雅人の顔色はさらに悪くなった。長年、彼は後継者として育てられてきたものの、真嗣は彼に株を一切譲ってこなかった。雅人は突然口を開き、その声には明らかな怒りが込められていた。「父さん、本気か?その子供が本当に父さんの子か、どうして分かるんだ?」私は心の中で冷笑した。やっぱり我慢できなかったか。真嗣の顔色は瞬く間に陰鬱になった。「それはどういう意味だ?」雅人は自分が失言したことに気づいたようだったが、それでも強引に言葉を続けた。「俺が言いたいのは、まずDNA鑑定をするべきだということだ。何しろ、本郷家の血筋に関わることだから……」パチン!またしても、甲高い音が響いた。真嗣は怒り心頭に発し、「君は俺の判断力を疑うのか?それとも、真希の品性を疑うのか?」私はそっと真嗣の手を握り、優しい声で言った。「真嗣、怒らないで。雅人も、きっと興奮しているだけなのよ。本郷家の将来に関わる大事なことだから」真嗣の怒りは少し収まったものの、その視線は依然として冷たく雅に向けられていた。私は雅人に向き直り、微笑んだ。「雅人、先日、子供たちと真嗣のDNA鑑定を済ませておいたわ。安心して。すぐに、君に可愛い弟たちができるわよ。楽しみね?」雅人の喉がごくりと動き、言いかけた言葉を無理やり飲み込んだ。彼が必死に美月との子を欲しがったのは、一方では自分の後継者としての地位を確固たるものにするためだった。もう一方では、子供を利用して真嗣から株と実権を得ようとしていたからだ。彼は真嗣が子孫に対して並々ならぬ執着を抱いていることをよく知っていた。長年、真嗣は表向きにも裏向きにも何度も体外受精を試みたが、全て無駄に終わっていた。彼は自身が養子であ
Read more
第8話
だけど、まさか美月が私を後押ししてくれるとは思いもしなかった。美月は、私と雅人の婚約前にどうしても子供を産みたくて、こっそり陣痛促進剤を飲んだらしい。そのせいで子供は早産になった上に、体も弱くなっちゃった。季節の変わり目ってのもあって、子供はちょっとしたことで入院騒ぎになる。雅人はほぼ毎日病院通いで、見てるこっちが心配になるくらい疲れ切ってた。当然、会社のことなんて構ってられない。もともと真嗣は最近の雅人の態度に不満タラタラだったのに、今じゃ三日と空けずに姿を消す始末。ついには、部下から雅人の担当プロジェクトでとんでもないミスがあったって報告が入った。真嗣は完全に激怒した。「雅人!お前、このままじゃ会社を他人の手に渡すことになるぞ!こんなことさえまともに処理できないで、一体何ができるんだ!」真嗣は役員会議でいきなりテーブルを叩きつけ、雅人の鼻っ面を指して怒鳴り散らした。「今の自分の立場をわかっているのか!」雅人は会議室の真ん中に突っ立って、顔を真っ青にして、拳をグッと握りしめてた。自分が最近ヘマばっかりやらかしてるのは分かってる。でも、「役立たず」って言われた瞬間、カッとなっちゃったんだって。真嗣はわざと粗探しをしているのだと感じた。選ぶ余地のなかった昔は、彼を宝物のように扱っていたくせに。今や実の子供がいるから、養子の自分にあらゆる面で不満を抱き始めたのだ。「お父さん、子供が入院してて……」って彼は弁解しようとした。「入院だと?お前はそんなガラクタみたいなことにばっかり気を取られて、肝心なことを全部忘れちまってるんだ!」真嗣は聞く耳持たずで、言えば言うほどヒートアップ。「お前は本郷グループの未来なんてこれっぽっちも考えてないんだな!家に帰って、子供の世話でもしてろ!」この言葉が出た瞬間、会議室は水を打ったように静まり返った。みんな自分の身に火の粉が降りかかるのを恐れて、必死に頭を下げてた。雅人の顔はさらに真っ青になり、唇を真一文字に結んで、一言も言い返せなかった。この一件があってから、真嗣は本気で動き出した。「経営陣の構造改革」とかもっともらしい理由をつけて、雅人が担当してた中核事業のいくつかを別の部署に移管したんだ。そして、その権限を長年自分に付き従ってきた古
Read more
第9話
「違うの!雅人、話を聞いて!子供は絶対にあなたのよ!」「バチン!」と、乾いた平手打ちの音が響いた。「このクソ女!まだ言い訳するつもりか?DNA鑑定の結果が出てるんだぞ、いつまで騙すつもりだ!」美月の泣き叫ぶ声と許しを請う声が絶え間なく聞こえ、その合間に何かが倒れる音が混じっていた。階下で私は、ゆっくりとフカヒレスープを飲みながら、その騒ぎに聞き耳を立て、この上なく心地よい気分に浸っていた。美月の悲鳴がますます凄惨さを増してきたところで、そろそろ頃合いだと判断した。そして、「心配そう」に腰をさすりながら、ゆっくりと階段を上がっていった。私は雅人と美月の部屋の前まで来ると、わざとらしく声を張り上げて言った。「まあ、雅人、夫婦喧嘩に手を出したらだめよ?それに、美月さんは一応あなたのために子供を産んでくれたんでしょう?そんなにひどいことをしなくても……」私の言葉で、部屋の中の悲鳴はさらに凄惨になった。「ああ!雅人、私が悪かったの。本当に悪かったわ……」私は時間を確認し、頃合いだと判断した。ドアを叩きながら言った。「雅人、もうやめて!死んでしまうわ。お母さんの言うことを聞いて、早くドアを開けてちょうだい」「うるさい!ほっといてくれ!」ドアが勢いよく開けられ、雅人が鬼のような形相で現れ、今にも私に怒鳴りつけようとした。彼が口を開いたその瞬間、私は角度を調整し、体をぐにゃりとさせ、後ろに倒れ込んだ。「何をする……」雅人は眉をひそめ、言いかけた言葉を飲み込んだ。その時、階段の下から雷のような怒号が聞こえてきた。「雅人!何をしているんだ?!」真嗣が階段を上がってきたところ、私が雅人の足元に倒れているのを目撃し、瞬く間に顔色を青ざめさせた。彼は大急ぎで駆け寄り、額に汗を滲ませながら、緊張した面持ちで私を抱き起こした。私をそっと抱き起こし、両手をそっと私のお腹に当て、焦った様子で尋ねた。「真希、大丈夫か?どこかぶつけたか? お腹は痛くないか?」私は彼の胸に身を預け、弱々しく息を切らしながら、小声で言った。「真嗣、雅人を責めないであげて。彼もわざとじゃないの。私が自分でよろけてしまっただけ……」雅人はその様子を見て、私の意図を悟り、大声で弁解した。「父さん!俺は押してない!彼女が自分
Read more
第10話
真嗣は雅人を睨みつけ、その目からは炎が噴き出しそうだった。「雅人!本当に手が付けられなくなったな!女に暴力を振るうとは!人でなしにもほどがある!」「父さん!違うんだ!この女が……この女が裏切ったんだ!」雅人は取り乱しながら弁解し、床にへたり込んでいる美月を指差し、怒りとともに裏切られた屈辱を露わにした。「まだ言い訳をするか!」真嗣は手を振り上げ、乾いた音を立てて雅人の頬を殴りつけた。この一撃には容赦がなく、雅人はよろめいた。私は真嗣の腕に寄り添いながら、その光景を眺め、まるで真夏の暑い日に冷やした麦茶を飲んだかのように、胸がすっとした。「出て行け!本郷家から出て行け!今日から、お前はもう俺の息子ではない!」再三にわたる失望は、真嗣も我慢できた。しかし、自分の子供を傷つけることは、どうしても許せなかった。この二人の子供は、彼が長年待ち望んでいたものだったのだ。真嗣はすぐに家庭医を呼んだ。医師は入念に診察した後、深刻な面持ちで真嗣に告げた。「真嗣様、真希様は切迫早産の兆候が見られます。安静が必要で、決して刺激を与えてはいけません」真嗣はそれを聞いて、さらに心を痛めた。彼はあれこれと気遣い、慰め、私のお腹の中にいる子供に万が一のことがないよう、細心の注意を払った。彼は優しく私のお腹を撫でながら、穏やかな口調で言った。「真希、安心しろ。俺がついている。誰にも君や子供たちを傷つけさせはしない」私は表向き、弱々しく怯えている様子を装い、真嗣の手にしがみつき、涙を浮かべ、哀れっぽく振る舞った。だが心の中では、ほくそ笑んでいた。雅人、ついにこの日が来たか!私はある人に頼み、美月がよからぬ子を宿していることを匿名で真嗣に知らせさせた。もちろん信憑性を高めるため、詳細な調査報告書も添付してある。その中には、美月とあの従兄弟たちの「語らずにはいられない」物語が克明に記録されていた。真嗣は調査報告書を読むと、顔色を青ざめさせ、怒り狂った。彼はすぐに美月とその子供を、本郷家から追い出した。美月は追い出される際、髪を振り乱し、泣き叫びながら、本郷邸の門前で雅人の名前を叫び、自分と子供を助けてくれるよう懇願した。しかし、雅人はすでに泥船に乗った身であり、自分のことで手一杯で、彼女のこと
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status