Arhan sedang duduk di ruangannya bersama Ernesto. Di meja, dua cangkir kopi sudah mulai mendingin. Pembicaraan mereka belum juga dimulai, ketika tiba-tiba seorang perawat menghampiri dengan langkah tergesa, wajahnya tegang. “Dok, diminta segera ke UGD. Ada pasien kecelakaan dengan kondisi pendarahan di kepala!” suara perawat itu nyaris bergetar. Arhan menghela napas panjang, nada suaranya terdengar malas, “Iya, sebentar lagi saya ke sana. Ada dokter jaga di sana, kan? Berikan dulu pertolongan pertama, buat laporannya.” Perawat itu tampak ragu. “Tapi, dok—” “Saya sedang ada urusan,” potong Arhan, matanya kembali tertuju ke Ernesto. “Kasih penanganan awal saja.” Ernesto yang sedari tadi memperhatikan ekspresi serius sang perawat akhirnya angkat bicara. “Sudahlah, Han. Mending kamu periksa dulu itu pasien. Habis itu kita bisa lanjut ngobrol di kafe seberang. Kalau memang penting, jangan sampai terlambat.” Arhan memejamkan mata sejenak, lalu berdiri. “Baiklah,” gumamnya, meski langk
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-08-09 อ่านเพิ่มเติม