"Tapi aku memang sengaja siapkan rumah ini untuk kamu dan kakakmu," kata Ewan.Zayn tertegun. Dalam hati, dia merasa Ewan terlalu baik padanya.Meskipun Ivana tidak bisa melihat, dari percakapan mereka dia bisa tahu bahwa rumah itu sangat besar dan mewah."Dokter Ewan, terima kasih atas bantuanmu, tapi kami nggak perlu tinggal di rumah sebesar ini. Aku dan adikku hanya butuh tempat berteduh saja," kata Ivana.Ewan menjawab, "Ivana, kamu nggak perlu sungkan. Zayn sekarang ikut aku, jadi aku tentu harus jaga kalian berdua."Kemudian, dia menatap Zayn dan melanjutkan, "Tiga tahun ini, kakakmu ikut kamu kabur ke sana sini, hidup tanpa tempat tetap. Dia sudah menderita banyak, 'kan? Kamu pasti tahu dan ingat semua itu. Masa kamu biarkan dia hidup susah terus?""Aku ...." Zayn terdiam, tidak tahu harus berkata apa."Sudah, tenang saja. Sekarang kamu di sini, biar aku yang atur semuanya." Ewan lalu berbalik dan berkata kepada Abyaz, "Abyaz, nanti carikan dua orang pembantu untuk urus kesehari
อ่านเพิ่มเติม