Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, mengurangi jarak di antara mereka. Raka bisa mencium samar aroma seragamnya yang sudah lelah. Ini adalah pengakuan, sebuah sumpah, dan sebuah peringatan.“Dia gagal membunuhku sebagai Bima yang keras kepala. Dia gagal membuatmu memilih antara aku dan masa depan Lakon,” ujar Kirana, suaranya dipenuhi tekad dingin, meskipun air mata sudah mengering. “Tapi dia sekarang tahu. Dia tahu siapa kelemahanmu, Arjuna.”Kirana menjauhkan tangannya dari Raka, meskipun matanya menolak putus kontak.“Aku sudah berjuang keras sepanjang hidupku untuk tidak memiliki hubungan pribadi yang akan digunakan orang lain sebagai senjata. Aku menjadi Kompol yang logis, dingin, tanpa kelemahan,” katanya, suaranya sedikit bergetar karena emosi yang tertahan. “Tetapi Wira melihat menembus dinding pertahananku. Dia melihat anak kecil yang haus validasi di balik seragam ini. Dan yang lebih parah, dia melihat bagaimana kau memandangku.”Raka hendak memprotes, tetapi Kirana memotong
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-31 อ่านเพิ่มเติม