Seluruh kelas riuh oleh spekulasi, sedangkan pak Samuel tertawa kaku dan berkata dengan suara dingin. “Kamu tidak punya hak menyuruh saya, Sherry.”Melihat ekspresi nya yang terdistorsi, aku hanya tersenyum tipis, lalu menjawab dengan nada tenang. “Saya tidak sedang menyuruh Anda, Pak."“Tapi saya sedang menantang Anda," lanjutku dengan dagu sedikit terangkat, membuat pak Samuel menatapku dengan mata memicing. Tak peduli dengan intimidasi darinya, aku menoleh ke seluruh kelas dan berbicara dengan lantang. “Sekarang, kalian bisa mengambil kesimpulan sendiri. Aku adalah korban, dan aku berani berkata seperti ini, karena ada bukti, yang tidak bisa dihapus, tidak bisa dimanipulasi, dan tidak bisa dipindahkan. Dan bukti itu ada di lengan Anda, pak Samuel."Aku ganti menatap pak Samuel dengan mata menyipit dan melanjutkan bicara, sambil mataku menatap lengannya. “Yaitu bekas gigitan saya, saat Anda mencoba mencium paksa saya, yang sampai sekarang... masih tertancap di sana, kan, Pak?"
Last Updated : 2025-12-20 Read more