공유

Bab 405

작가: Miss Luxy
last update 게시일: 2026-03-24 23:43:42

Untuk sejenak Vina menatap apa yang ditunjukkan oleh Aland saat itu. Tak bisa dipungkiri keperkasan Aland sampai saat ini memang belum ada yang menandingi nya.

"Emang gede sihh, pantas saja langsung bikin muncrat!" gumam Vina sembari menelan ludahnya susah-susah. Namun ada luka lecet di sana dan cukup mengeluarkan darah segar.

"Diam dan jangan berisik! Slow saja karena aku tidak mungkin menyakiti mu!" kata Vina sebelum ia berani menyentuhnya untuk memberikan obat.

"Tapi awas kalau terus s
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (8)
goodnovel comment avatar
Widya Astutie Efendi
kok lama bngt sih kelanjutannya mesti jam 11 baru ada bab baru, itupun hanya 2 bab aj....bosan jdnya
goodnovel comment avatar
Indra permana Nche
apakah udah kering ide tor
goodnovel comment avatar
Nur Wijaya
# Ramli maksudnya
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 431 main petak umpet

    "Yeeee asikk!" Kedua bocah itu kegirangan. Vina sendiri penasaran dengan wanita yang bernama Bu Lastri. Wanita yang digadang-gadang sering mengejek Ramli waktu di kampung. "Ya sudah, sekarang kalian tidur!" titah Vina. "Beneran Mama ikut?" seru Nala untuk memastikan. "Iya!" Akhirnya kedua gadis itu masuk ke kamar masing-masing. Vina bisa bernapas dengan lega dan wanita itu juga kembali ke kamarnya. Sementara itu, setelah drama dengan Vina. Aland tertawa sendiri melihat dirinya yang sebegitu gilanya pada Vina. Dirinya sendiri juga tidak mengerti kenapa ia bisa secinta itu pada janda Rangga itu. Lantas, Aland kembali berbaring di atas ranjang tidurnya. Sejenak ia melihat ponselnya di atas nakas. Tangan kokohnya mengambil benda pipih itu dan menghidupkannya. Setelah beberapa detik, layar ponselnya mulai menyala. Aland mengerutkan keningnya karena banyak sekali panggilan telepon dari sang asisten, Romi. "Romi!" Pria itu segera beranjak memakai piyamanya dan segera mene

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 430 ibu akan ikut

    Vina langsung melepaskan tangannya. Segera ia bergegas pergi keluar dari kamar pria itu. Namun sebelum ia membuka handle pintu, wanita itu berbalik sejenak sambil tersenyum menyeringai. Antara kasihan dan juga lucu melihat ekspresi wajah Aland yang sedang kesakitan. "Eh, eh, mau ke mana kamu? Jangan pergi dulu, tanggung jawab!" teriak Aland saat Vina membuka pintu. "Enggak mau!" Dengan cepat Vina menjawabnya, lalu segera ia menutup pintu itu cepat-cepat. Akhirnya Vina keluar dari kamar Aland dan ia segera pergi ke kamarnya yang letaknya tidak jauh dari kamar anak-anaknya, yakni kamar Ayu dan Nala. "Hufft, bisa-bisanya sampai jam segini aku baru keluar dari kandang singa itu! Semoga saja anak-anak tidak tanya macam-macam!" gerutu Vina saat ia hendak kembali ke kamarnya. Namun, baru saja ia hendak membuka pintu, wanita itu dibuat terkejut dengan suara mungil yang sedang memanggilnya. "Mama!" Kedua mata Vina membola, ia tahu betul jika suara itu adalah suara anak perempuannya yakn

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 429 tanda-tanda

    "Capek? Padahal baru tiga ronde sudah capek! Kamu tidak akan pernah berhenti sebelum mencapai lima kali klimaks," kata Aland sambil mengusap kepala Vina. "Aku nggak tahu juga, tapi beneran aku udah capek. Boleh kah aku istirahat sebentar saja?" mohon Vina karena rasanya matanya sangat berat dan mengantuk. "Off course! Aku juga tidak akan memaksamu. Istirahatlah! Aku akan turun dan melihat anak-anak apa sudah tidur!" kata Aland yang seketika membuat Vina kembali terbangun dan ia ingat bahwa dirinya janji akan turun untuk makan malam menemani mereka. "Anak-anak, astaga! Aku harus pergi!" Vina bergegas untuk turun dari ranjang itu, tapi Aland menahannya. "Hei, kamu mau ke mana? Katanya capek!" "Aku harus ketemu sama anak-anak. Mereka pasti nungguin aku!" jawab Vina sambil menggulung rambutnya asal. "Tapi jam segini mereka pasti sudah selesai makan dan bisa jadi mereka sudah tidur, Bu Vina!" kata Aland dengan entengnya. Vina langsung menoleh sambil mencubit bulu jenggot Aland

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 428 mengasah pedang

    Nyonya Ratna tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi wajah Bu Mar. Anak-anak itu benar-benar membuat mereka sangat terhibur. Nyatanya anak-anak lucu itu sangat membuktikan bahwa mereka tidak perlu tes DNA lagi untuk meyakinkan bahwa mereka adalah anak kandung Ramli alias Aland. Karena ucapan mereka sama konyolnya dengan ayah mereka. "Ya sudah, kalian istirahat gih! Sudah malam!" titah Nyonya Ratna kepada kelima anak itu. Anak-anak itu pun langsung menurut dan segera pergi ke kamar masing-masing. Setelah kepergian lima anak itu. Bu Mar dan Nyonya Ratna kembali tertawa kecil. Sungguh, mereka sudah dibuat pusing dengan berbagai pertanyaan dan keinginan absurd anak-anak itu. "Sepertinya Aland harus mempercepat pernikahannya dengan Vina. Kasihan anak-anak. Mereka ingin mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibu mereka dalam keluarga yang utuh. Semoga saja setelah ini mereka segera menikah," kata Nyonya Ratna yang diamini oleh Bu Mar. "Semoga saja, Nyonya. Tapi saya rasa perni

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 427 penanam benih

    Anak-anak itu pun tidak bertanya lagi tentang Aland dan Vina. Mereka menyelesaikan makan malam itu dengan tertib. Setelah itu mereka pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Sebelum mereka pergi, anak-anak itu mencium tangan Nyonya Ratna dan Bu Mar. Mereka antre berdiri dari yang terkecil hingga yang paling besar, yaitu Bagas. "Selamat tidur, Oma!" "Selamat tidur, sayang. Mimpi yang indah, ya!" Lalu, mereka bergantian salim pada Bu Mar. "Selamat tidur, nenek Mar!" "Selamat tidur, Nak. Ingat, jangan tidur malam-malam. Dan jangan lupa berdoa dulu sebelum tidur!" kata Bu Mar saat Nala salim padanya. Gadis kecil itu itu mengangguk dan tersenyum. "Iya, nenek. Nala pasti selalu berdoa buat ayah dan Mama!" jawab lugu sang bocah. Bu Mar mengerutkan keningnya dan penasaran doa apa yang dipanjatkan oleh bocah perempuan itu. "Kalau boleh tahu, Nala minta doa apa tentang ayah dan Mama?" Gadis itu pun memutar bola matanya sambil mengetuk-ngetuk pipinya yang chubby. Lalu

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 426 sakit, tapi mantap!

    Aland dan Vina langsung menoleh ke arah pintu. Satu tangan Aland membekap mulut Vina agar wanita itu tidak bersuara. "Siapa?" Suara Aland yang pertama kali Nyonya Ratna dengar. "Aland, jangan buat Vina terlalu lama! Anak-anak sudah menunggu kalian untuk sarapan. Cepatlah sedikit, Tante tahu kalian masih ada di dalam, kan!" ucap Nyonya Ratna di balik pintu kamar itu. "Vina! Dia tidak ada di kamarku, Tan. Dia sudah keluar dari tadi!" jawab Aland berbohong. Padahal saat ini Vina berada di bawah tubuhnya. Nyonya Ratna mengerutkan keningnya. "Vina sudah keluar? Tapi, Tante nggak lihat dia sama sekali!" katanya. "Ya mana aku tahu. Dia sudah pergi dari tadi. Sekarang aku sendirian di kamar, aku sedang ganti baju, sebentar lagi aku akan turun!" jawab Aland dengan santainya. Vina yang berada di bawah kungkungannya cuma bisa mendelik. Aland tersenyum kecil tanpa beranjak pergi dari tempatnya. "Ohhh, jadi begitu. Ya sudah, Tante cari Vina dulu kasihan anak-anak nungguin semua!" kat

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 278 seribu wajah

    Aland memperhatikan sekeliling, ia memastikan bahwa tidak ada orang lain di sekitarnya kecuali kedua baby sitter suruhannya itu. "Anak-anakku minta V-call!" kata Aland pada kedua baby sitter itu. Tentu saja Sarah dan Nancy dengan senang hati mengizinkan sang bos untuk berbicara dengan anak-anakny

    last update최신 업데이트 : 2026-03-31
  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 230 berjiwa malaikat

    "Saya tidak mungkin bohong, Nyonya. Dosa besar kalau bohong. Saya bicara jujur, teman Nyonya memang ingin mengerjai Anda. Untung saja ada saya yang berjiwa malaikat melihatnya dan bisa mengantarkan Nyonya pulang dengan selamat!" jawab Aland dengan menundukkan wajahnya persis seperti yang dilakukan

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 163 mengisap darah Ramli

    Vina melihat Ramli yang sedang berdiri di tepian kolam renang sambil menundukkan kepalanya. Wanita itu mengira jika Ramli sedang sibuk memeriksa kolam renang itu. "Nah, itu dia ayah kalian!" ucap Vina kepada kedua bocah yang digandengnya. Bagas dan Ayu sangat senang sekali karena akhirnya mereka

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 97 kenapa harus Ramli

    Entah kenapa Vina merasa sosok Aland sangat tidak asing baginya. Apalagi saat wanita itu melihat sorot mata Aland yang sangat mirip dengan sorot mata sang pelayan, Ramli yang kini entah berada di mana. "Kenapa aku ngerasa jika aku sedang melihat Ramli! Tapi itu nggak mungkin, Aland laki-laki yang

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status