Share

Bab 85

Author: Cathy
POV Carissa.

“Aku benci kamu, Carissa. Seharusnya kamu mati saja waktu dulu sakit. Kalau itu terjadi, aku nggak akan menderita seperti ini,” kata Ara tajam penuh amarah.

“Ara, apa memang sudah nggak ada tempat untukku lagi? Semudah itu buat kamu berharap aku menghilang?” tanyaku sambil nangis.

“Ya! Karena kamu adik yang nggak tahu diri! Aku nggak pernah suruh kamu rebut Gabriel dariku. Aku cuma pinjamkan dia ke kamu!” balasnya ketus, tetap turunkan suara agar orang-orang di sekitar kita nggak de
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 86

    POV Carissa.“Sudah cukup, Ara! Cukup!” Suara Gabriel menggema di seluruh lobi, tajam dipenuhi amarah. Tatapannya membara saat menatap Ara tanpa berkedip, kedua tangannya mengepal kuat di sisi tubuhnya.Gabriel segera hampiri aku dan genggam kedua tanganku. Dengan lembut dia singkirkan rambut yang tutupi wajahku. Tatapannya menelusuri diriku dengan cermat, lalu rahangnya jadi tegang saat lihat goresan di pipiku.“Sayang, kamu kenapa? Kenapa kamu malah bela perempuan itu? Sekarang aku ada di sini. Aku sangat cinta kamu. Tolong jangan sakiti aku seperti ini,” kata Ara sambil nangis tersedu.“Pergi, Ara. Tolong pergi dan jangan pernah tunjukkan wajahmu lagi di hadapanku. Jangan pernah lagi. Aku serius. Karena aku sendiri nggak tahu apa yang akan aku lakukan kalau terus lihat kamu. Bisa saja aku nggak mampu tahan diri untuk sakitin kamu, Ara,” ucap Gabriel dingin, dengan amarah yang nyaris nggak terbendung.“Nggak! Sayang, kamu pasti cuma bercanda. Kamu cuma permainkan aku, kan? Ini aku, A

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 85

    POV Carissa.“Aku benci kamu, Carissa. Seharusnya kamu mati saja waktu dulu sakit. Kalau itu terjadi, aku nggak akan menderita seperti ini,” kata Ara tajam penuh amarah.“Ara, apa memang sudah nggak ada tempat untukku lagi? Semudah itu buat kamu berharap aku menghilang?” tanyaku sambil nangis.“Ya! Karena kamu adik yang nggak tahu diri! Aku nggak pernah suruh kamu rebut Gabriel dariku. Aku cuma pinjamkan dia ke kamu!” balasnya ketus, tetap turunkan suara agar orang-orang di sekitar kita nggak dengar.“Menurutmu Gabriel itu apa? Mainan? Sesuatu yang bisa kamu tinggalkan saat bosan lalu kamu ambil lagi kapan pun kamu mau? Ara, itu nggak adil. Kamu terlalu egois, kamu nggak pernah pikirkan perasaan orang lain,” kataku dengan emosi yang mulai naik.“Aku nggak peduli, Carissa. Aku benar-benar nggak peduli! Yang aku inginkan cuma Gabriel. Dia punyaku, dan kamu nggak berhak bahagia bersamanya!” bentaknya.Aku menggeleng pelan sambil menatap Ara. Beneran ini kakakku? Beneran wanita di depanku

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 84

    POV Carissa.“Hei, bukannya itu istri Gabriel Madison?” Aku dengar seorang wanita berkata saat aku jalan menuju meja kasir untuk pesan makanan. Dia duduk di salah satu meja sambil menatapku tanpa berkedip.“Iya, benar itu dia. Astaga, dia gadis itu yang rebut pacar kakaknya sendiri. Ara bilang gitu waktu di wawancara kemarin,” timpal wanita lain.Aku putuskan untuk nggak pedulikan mereka dan terus jalan menuju kasir, sementara Jenna ikuti di belakangku.Aku tanya ke Jenna apa yang ingin dia pesan. Awalnya dia malu-malu, tetapi akhirnya aku berhasil juga keluarkan jawabannya. Aku segera pesan minuman dingin dan kue untuk kita berdua, langsung bayar itu, lalu cari meja kosong untuk tunggu pesanan datang.Aku melirik sekeliling dan sadar kalau hampir semua orang di ruangan itu sedang lihat ke arahku. Tatapan mereka buat aku merasa sangat nggak nyaman.“Berani sekali, ya? Nggak ada rasa bersalah sedikit pun setelah rebut pacar kakaknya sendiri. Jadi dia penyebab Ara terseret skandal di Kot

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 83

    POV Carissa.Setelah selesai bersiap, kita tinggalkan vila.Sama seperti biasanya setiap kali bepergian, aku dan Gabriel duduk di kursi belakang mobil. Di depan ada sopir dan salah satu pengawal Gabriel, sementara mobil lain berisi beberapa pengawal yang ikuti di belakang kita.Sepanjang perjalanan, lengan Gabriel nggak pernah lepas dari pinggangku. Aku sandarkan kepala di bahunya dengan nyaman.Nggak butuh waktu lama hingga kita tiba di kantor Gabriel di Goldhaven. Begitu kita melangkah masuk ke lobi gedung, banyak orang langsung noleh ke arah kita. Bisik-bisik pelan terdengar di mana-mana saat mereka perhatikan kita jalan bersama.Tangan Gabriel tetap melingkar di pinggangku. Semua orang yang kita lewati membungkuk hormat dan sapa dia. Gabriel hanya membalas dengan anggukan kecil, wajahnya tetap serius dan berwibawa.Kita naik lift menuju lantai dua puluh lima. Saat pintu lift terbuka, seorang wanita yang duduk di meja resepsionis langsung berdiri begitu lihat Gabriel datang.“Selama

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 82

    POV Carissa.Aku terus nangis. Kenapa keluargaku seperti ini? Apa mereka benar-benar nggak ingin lihat aku bahagia? Apa penderitaanku bawa kepuasan buat mereka? Kenapa hidupku harus terasa seberat ini?Aku rasakan lengan Gabriel melingkari tubuhku. Aku nangis tanpa henti di dadanya. Sesaat kemudian, tubuhku terangkat, Gabriel gendong aku. Refleks, tanganku melingkar di belakang lehernya.“Delia, tolong antar makanan ke kamar.” Aku dengar Gabriel berkata seperti itu.“Siap, Tuan Gabriel,” jawab Delia cepat.Gabriel langsung bawa aku ke kamar dan perlahan turunkan aku di atas ranjang.“Sayang, sudah cukup, oke? Tolong bertahanlah sedikit lagi. Aku di sini sama kamu. Aku nggak akan pergi ke mana pun,” ucapnya lembut.“Ini terlalu menyakitkan. Kenapa mereka perlakukan aku seperti itu? Apa benar aku nggak akan pernah punya tempat di hati keluargaku sendiri?” balasku lirih.“Kita ada untuk kamu, Sayang. Aku, anak-anak kita, Mama dan Papa-ku. Kita semua cinta kamu. Kita keluargamu,” kata Gabr

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 81

    POV Carissa.Ara tersenyum manis di depan kamera. Wajahnya pancarkan kebahagiaan yang begitu jelas. Keningku langsung berkerut waktu lihat itu, terlebih ketika dengar nama yang disebut reporter itu.“Iya, kita memang akan lanjutkan rencana pernikahan kita. Semua orang juga sudah tahu kalau sejak dulu kita memang saling cinta. Hanya saja, perjalanan kita nggak mudah. Banyak sekali halangan yang harus kita hadapi. Tapi aku nggak ingin terus ingat semua itu lagi. Aku ingin lupakan semua kenangan menyakitkan itu,” ujar Ara sambil tetap tersenyum anggun.“Tapi kita dengar rumor kalau Gabriel sebenarnya sudah nikah. Apa tanggapanmu soal itu, Ara?” tanya sang reporter penuh antusias, jelas berharap dapat sensasi besar.“Itu cerita yang cukup panjang, dan aku sebenarnya nggak terlalu ingin bahas itu,” jawab Ara pelan. “Tapi memang benar, Gabriel sudah nikah. Dan yang paling menyakitkan, wanita itu adalah adikku sendiri.”“Apa? Jadi itu bukan sekadar rumor? Adikmu benar-benar istrinya Gabriel M

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status