Nadia berbalik, merapikan kerah baju suaminya. "Sudah. Tapi jujur, rasanya masih ada yang mengganjal karena nggak tega ninggalin anak-anak. Mungkin karena hari pertama ninggalin mereka," tuturnya sambil tersenyum.Dewa tak menjawab selain mendaratkan kecupan di kening istrinya. "Kita berangkat, Mas." Nadia meraih tas di atas meja.Baru saja keluar kamar, sebuah tarikan kecil di ujung blazer membuatnya menunduk. Adam berdiri di sana dengan merentangkan tangan kecilnya. "Mama, gendong," rengek Adam manja.Nadia membungkuk lalu mengangkat tubuh putranya itu ke dalam dekapan. Wangi sampo bayi dari rambut Adam seketika membuat hatinya berdesir. "Mama, pergi kerja, ya?" tanya Adam lirih, menyandarkan kepalanya di bahu Nadia."Iya, Sayang. Kan kemarin Mama sudah bilang, mulai hari ini Mama ke kantor lagi. Adam di rumah sama Adek Kenzie, Mbak Harti, dan Suster, ya." Nadia mengusap punggung Adam dengan penuh kesabaran."Tapi Mama pulang cepat, kan?""Sore nanti Mama pulang.""Beliin donat."
Last Updated : 2026-02-14 Read more