"Ahh... mmhhh..." Sienna berusaha meredam suara desahannya dengan menggigit bantal di hadapannya.Dia tidak tahu sudah berapa lama penyatuan ini berlangsung, tapi Lucian masih terus bergerak di belakangnya tanpa ampun, sementara Sienna berusaha keras mempertahankan sisa-sisa kesadarannya yang mulai memudar.Lucian menundukkan wajahnya hingga sejajar dengan Sienna. Ia menempelkan dada bidangnya yang berkeringat ke punggung telanjang istrinya itu, mengurung tubuh Sienna sepenuhnya sedikit pun menghentikan gerakannya."Kau bilang kau mengizinkan aku mengambil selir, Sienna?" bisiknya, suaranya serak dan berat, bergetar oleh campuran amarah, keputusasaan, dan gairah yang mengalun tepat di telinga gadis itu. "Asal kau tahu... aku tidak akan pernah membawa wanita lain ke tempat tidur ini.""Yang Mulia... ahh... kumohon..." ratap Sienna, suaranya terputus-putus.Gelar formal yang sedari tadi ia jadikan tameng pelindung kini terdengar begitu rapuh dan hancur di sela-sela desahannya. Jemarin
続きを読む