Waktu seakan berhenti berdetak. Ujung jari Lucian menyentuh kain sutra gaun Sienna tepat sebelum tubuh rapuh itu menghantam bebatuan tajam di dasar tebing.Dengan sebuah gerakan yang mempertaruhkan nyawanya sendiri, Lucian menarik tubuh Sienna ke dalam pelukannya. Sang Kaisar menjadikan punggung dan bahunya yang kokoh sebagai perisai, membiarkan tubuhnya sendiri menghantam tanah berbatu dengan keras untuk meredam benturan.Brukkk!Debu dan kerikil terpelanting ke udara saat mereka berdua berguling di atas tanah yang keras. Lucian mendekap tubuh istrinya sangat erat, menyembunyikan kepala Sienna di dadanya, memastikan tidak ada satu batu pun yang melukai wanita itu.Ketika pergerakan mereka akhirnya berhenti, napas Lucian memburu. Ia segera melonggarkan pelukannya, matanya yang memerah menyapu seluruh wajah dan tubuh Sienna dengan kepanikan yang luar biasa."Sienna... Sienna, tatap aku," panggil Lucian dengan suara parau.Sienna membuka matanya perlahan. Aroma darah, debu, dan wangi k
더 보기