Pintu ganda aula utama mansion perlahan terbuka lebar, diiringi oleh alunan musik orkestra yang menggema ke seluruh penjuru ruangan.Alice melangkah masuk. Ribuan pasang mata dari para tamu undangan, bangsawan tinggi, kerabat, dan sekutu keluarga Mountford, langsung tertuju padanya. Aula itu dihiasi dengan sangat mewah, didominasi oleh mawar putih, kain sutra perak, dan cahaya lilin keemasan yang memantul di setiap pilar marmer.Namun, dari semua kemegahan itu, pandangan Alice hanya terpaku pada satu sosok di ujung lorong sana.Caesar berdiri tegak di depan Pendeta Agung. Pria itu menggunakan setelan formal Duchy Mountford berwarna gelap yang dihiasi sulaman perak dan medali kehormatan. Posturnya luar biasa tegap, raut wajahnya setenang dan sedingin es seperti biasa.Di bawah tatapan pria itu, segala kegugupan dan keraguan yang sempat membayangi Alice perlahan sirna. Dengan langkah pelan namun pasti, ia berjalan melewati barisan tamu, hingga akhirnya berdiri berhadapan dengan pria
더 보기