Mendengar permohonan yang dilontarkan Elizabeth, gerakan tangan Sienna yang tengah memegang cangkir teh perlahan terhenti. Sang Permaisuri menurunkan cangkir porselen itu kembali ke atas tatakannya dengan hati-hati. Tangannya kemudian bergerak turun, mengelus perutnya yang membuncit di balik balutan gaun sutra longgarnya. "Aku benar-benar akan mengusahakannya, Elizabeth," ucap Sienna dengan nada suara yang lembut, menatap tepat ke dalam sepasang manik mata dayangnya tersebut. "Tapi, aku juga harus meminta maaf sebelumnya, apabila pada akhirnya aku sungguh tidak bisa hadir di hari pernikahanmu nanti."Sienna menghela napas pelan, mengusap perutnya sekali lagi. "Mengingat perkiraan waktu pernikahanmu yang sangat berdekatan dengan hari persalinanku, perjalanan jauh meninggalkan ibu kota menuju wilayah Rowan mungkin akan sangat berisiko. “Tabib istana dan, tentu saja, Lucian, pasti tidak akan memberikan izin untuk perjalanan sejauh itu. Tapi aku berjanji padamu, meskipun aku tidak bis
더 보기