共有

BAB 47 : Gosip Rumah Sakit

作者: Zakia
last update 公開日: 2026-04-09 22:24:04

Pagi yang cerah menyapa kamar hotel yang mewah itu, membawa suasana yang seolah-olah santai namun sebenarnya sarat akan ketegangan bawah tanah.

Saifanny dan yang lainnya, kembali duduk melingkar untuk sarapan bersama. Di tengah denting sendok yang beradu dengan piring, aroma kopi yang kuat bercampur dengan hawa dingin yang terpancar dari dua pria di sisi Saifanny.

Indra dan Adrian masih terus saling melirik sinis, sebuah perang dingin tanpa kata yang sudah menjadi rutinitas harian mereka.

Semen
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 365 : Surat Peninggalan Ayah

    Pagi hari menyelimuti penthouse Adrian dalam keheningan yang tenang. Di dalam kamar utama, Saifanny terbaring miring menghadap ke sisi kiri, memunggungi Adrian.Sebelum denting alarm sempat berbunyi memecah sunyi, sepasang mata Saifanny sudah lebih dulu terbuka pelan. Begitu pula dengan Adrian yang terbaring tepat di sebelahnya, telah terbangun sejak beberapa saat lalu.Saifanny menggeser tubuhnya tipis, merentangkan jemari kakinya yang terasa pegal. Menyadari bahwa Saifanny sudah terjaga, Adrian memajukan tubuhnya mendekat, lalu...Grep!Lengan kanan kekar Adrian melingkar erat di pinggang mulus Saifanny. Tanpa memberi jeda, Adrian menyelipkan satu tangannya hingga melingkar sempurna, lalu menggunakan kekuatan ototnya untuk mengangkat tubuh Saifanny, membaliknya hingga mendarat terlentang tepat di atas tubuh kokohnya.Kini, Saifanny terlentang sempurna menindih dada dan perut bidang Adrian."Ugh... Adrian, apa yang kamu lakukan?" Keluh Saifanny dengan suara serak khas bangun tidur, k

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 364 : Pelepasan yang Sempat Tertunda

    Malam yang pekat menyelimuti langit J-City yang bertabur lampu perkotaan. Keheningan di sekitar penthouse milik Adrian merambat halus, memenuhi setiap sudut ruangan dengan ketenangan yang semu. ​Namun, suasana terbalik justru terjadi di dalam kamar utama berdominasi warna abu-abu muda milik Adrian. Suara deru napas yang memburu mulai terdengar memecah sunyi, memantul di setiap sudut ruangan. ​"Haa... Haa..." Desah Saifanny di tengah ciuman basah mereka yang begitu intens. ​Di atas kasur empuk yang menopang tubuh mereka, Adrian merengkuh erat pinggang ramping Saifanny, menariknya lebih dekat demi memperdalam tautan bibir mereka. ​Lidah Adrian menyusup lincah, menjelajahi dinding mulut Saifanny, saling menari dan bertaut basah dengan lidah wanita itu—menumpahkan seluruh rasa rindu, kecemasan, dan rasa frustrasi yang mengendap sepanjang hari. ​"Ugh..." Desah Adrian tertahan di sela ciuman liar yang memabukkan tersebut. ​Kedua telapak tangan Saifanny perlahan beralih dari lengan keka

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 363 : Ejekan dan Kamar Gelap

    Marcus meletakkan sendok miliknya perlahan di atas piring. Momen makan siang kali ini terasa begitu mencekik dan merenggut napasnya. Kehadiran Tyas di hadapannya bagaikan duri tajam yang menancap pekat di dalam daging—terasa menyiksa dan sangat sulit untuk disingkirkan. ​Namun, meski batinnya bergejolak hebat, Marcus menolak untuk keluar dari tempat itu tanpa mengantongi informasi bernilai dari sang lawan. ​"Kenapa kau bertemu dengan Pak Adrian? Apa kalian memiliki hubungan?" Tanya Marcus dingin, menusuk tanpa basa-basi. ​"Itu bukan urusanmu," jawab Tyas, tak kalah dingin dan datar. ​Marcus mengepalkan tangannya geram di balik taplak meja, menahan gejolak amarah yang membakar dadanya. ​"Memang bukan urusanku. Tapi jika kau butuh pendapatku, maka aku akan bilang kalau kalian berdua memang cocok," ucap Marcus seraya menyunggingkan senyum miring yang provokatif. ​Di dalam kalkulasi batin Marcus, jika Tyas benar-benar menjalin hubungan asmara dengan Adrian, maka jalan baginya

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 362 : Gairah Singkat di Toilet

    Hidangan penutup berupa es krim dan puding lembut yang dihiasi saus manis disajikan di atas meja. Seketika itu pula, perhatian semua orang teralih pada piring-piring manis yang kini memanjakan mata di hadapan mereka. ​"Bu Saifanny, sepertinya kita punya banyak kesamaan, ya. Saya harap kita bisa bertemu lagi setelah makan siang ini," kata Tyas dengan senyum ramah yang amat terukur. ​"Tidak perlu formal begitu. Sepertinya usia kita berdekatan, Tyas" Ucap Saifanny santai, berusaha meruntuhkan dinding pembatas di antara mereka. ​Namun, tanpa diketahui oleh siapa pun di atas meja, kaki Saifanny di bawah sana bergerak nakal. Ujung jemari kakinya yang dibalut sepatu berhak tinggi menggesek pelan betis hingga kaki Adrian secara intuitif. ​Adrian yang merasakan gesekan tersebut berusaha keras mempertahankan ekspresi datarnya di hadapan Tyas dan Marcus. Ia paham betul, Saifanny sedang melancarkan provokasi manis untuk menggodanya yang tampak kaku dan jenuh di tengah makan siang penuh i

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 361 : Makan Siang Dua Kubu

    Siang yang cerah menaungi kemegahan pusat perbelanjaan J-City. Di antara lalu-lalang pengunjung, Saifanny, Mabelle, dan Marcus berjalan bersisihan dengan tempo langkah sedang.Mabelle berjalan dengan jemari mungilnya yang menggenggam erat tangan Saifanny, menyunggingkan senyum manis yang menghiasi bibirnya—seolah-olah trauma dan ketakutan yang mencengkeram anak itu kemarin malam tidak pernah terjadi.Meski cuaca di luar begitu terang, batin Saifanny justru diliputi gulana dan kecemasan. Saat ia tiba di sekolah dasar tadi untuk menjemput, Syahdan sudah tidak ada di sana.Padahal, di dalam hatinya, Saifanny sangat berharap Syahdan bisa ikut makan siang dan bermain bersama Mabelle."Aku dengar ada restoran baru di mall ini. Makanya aku mengajak kalian ke sini," ucap Marcus seraya menyunggingkan senyum manis, menatap Saifanny dan Mabelle secara bergantian.Saifanny mengangguk pelan. Ia memang sudah lama tidak menikmati makan di luar, sebab fokus pikirannya belakangan ini terserap habis un

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 360 : Antara Dedikasi dan Curiga

    ​Waktu menunjukkan pukul 12.15 malam. Suasana di dalam ruang tengah itu terasa begitu pekat dan mencekam.Bima dan Ghina duduk bersisihan di atas sofa, sementara Yudi terlihat tertidur lelap di sofa tunggal dengan kepala terkulai menyandar ke atas.Ketegangan yang mengendap di udara membuat napas terasa berat, lantaran hingga detik ini Saifanny belum juga memberi mereka kabar dari dalam rumah Marcus.​Ting!​Ponsel di atas meja mendadak berbunyi nyaring. Papan notifikasi obrolan grup seketika menyala terang.Bima dan Ghina secara refleks meraih ponsel mereka masing-masing dengan dada yang mendadak bergemuruh hebat.​"Ririn memang ada di rumah ini. Dia bersembunyi di ruang kerja Marcus," ketik Saifanny di ruang obrolan grup.​Bima dan Ghina saling berpandangan seketika. Sebuah helaan napas lega yang membuncah tak mampu ditutupi lagi; perburuan panjang dan melelahkan yang menyita energi mereka akhirnya membuahkan titik terang yang solid.​Tanpa membuang waktu, Bima segera mencari kontak

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status