ホーム / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 43 : Sandiwara di Ruang Putih

共有

BAB 43 : Sandiwara di Ruang Putih

作者: Zakia
last update 公開日: 2026-04-06 21:35:39

Dingin yang menggigit dan bau antiseptik yang tajam menusuk indra penciuman seolah menjadi penghuni tetap di kamar perawatan intensif itu.

Di tengah keheningan yang hanya dipecahkan oleh desis mesin oksigen, Zain masih terbaring kaku, tak menunjukkan tanda-tanda akan terjaga dari tidur panjangnya.

Laila masih setia duduk di samping putranya, jemarinya yang gemetar menggenggam tangan Zain yang dingin, berharap ada sedikit saja respons atau gerakan dari jemari sang putra.

Penampilan Laila tampak
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 292 : Rasa Peduli dan Sisa Trauma

    Bima terduduk kaku di atas peraduan rumah sakit, memeluk kedua kakinya erat-erat ke dada. Pandangan matanya menyiratkan kekosongan yang datar dan hampa.Sesekali, manik matanya melirik redup ke arah pergelangan tangan dan pergelangan kakinya. Kendati ikatan telah terlepas, bekas memar kebiruan dan pola melingkar akibat jeratan tali serta cengkeraman borgol besi masih tercetak jelas di atas kulitnya—menjadi saksi bisu kekejaman yang pernah menerornya.Walau rasionalitasnya membisikkan bahwa ia kini aman di dalam ruang perawatan rumah sakit, bayangan kelam tentang Ririn yang mengikat tubuhnya secara paksa terus membayangi dan merayapi benaknya.Bima tak mampu memejamkan mata secara alami. Pandangannya senantiasa terlempar gelisah ke arah pintu kamar yang sengaja dibiarkan setengah terbuka.Di dalam pikirannya yang terdistorsi trauma, Ririn bisa saja menerobos masuk kapan saja; ia merasa harus selalu bersiap untuk bangkit dan berlari seketika.Andien yang cermat menangkap gelagat Bima me

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 291 : Kunjungan di Kamar Rawat

    Bima terduduk di atas peraduan rumah sakit. Manik matanya menatap hampa menerobos beningnya kaca jendela, hanyut dalam pergulatan batin yang tak kunjung mereda.Di sampingnya, Andien sibuk mengupas buah apel dengan gerakan santai, tak henti-hentinya mengoceh menceritakan dinamika pekerjaannya demi mencairkan suasana.Namun, mendapati Bima yang tetap membisu kaku, Andien perlahan menghentikan kegiatannya. Ia mengulurkan tangan, mengusap lembut bahu pria itu."Bima..." Panggil Andien pelan.Bima tersentak, refleks menoleh menatap paras Andien."Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Andien heran.Bima menggelengkan kepalanya pelan, berusaha mengusir bayang-bayang kelam yang merayapi benaknya."Aku ingin menjenguk Saifanny, Andien," ucap Bima singkat, menyuarakan desakan rasa bersalah yang terus menghimpit dadanya.Andien mengangguk paham. Tanpa membuang waktu, ia mengambil kursi roda di sudut ruangan, lalu dengan telaten membantu Bima memindahkan tubuhnya.Namun, baru saja jemari Andien h

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 290 : Transaksi Dua Iblis

    Pagi berganti siang di kediaman megah milik Marcus Manggala. Atmosfer di dalam rumah mewahnya terasa hening namun mencekam. Di ruang tengah, seorang pengawal pribadi berdiri tegak dengan posisi sempurna, siap memberikan laporan perkembangan terbaru mengenai insiden penyekapan dan perburuan terhadap Ririn. Marcus duduk anggun di atas sofa kulit impor sembari mengamati layar iPad miliknya. Jemari kokohnya sesekali menyesap cangkir kopi hitam yang mengepulkan aroma pahit—selaras dengan suasana hatinya. "Lapor, Tuan. Seperti yang Anda duga, Bu Ririn gagal total menjalankan seluruh rencananya," mulai pengawal itu dengan nada berhati-hati. "Dua mobil pengalih perhatian berhasil tersusul oleh tim pencari hingga mereka langsung diringkus dan diamankan polisi. Di saat yang sama, Bu Saifanny nekat menyusup ke vila hanya didampingi satu pengawal. Bu Ririn mengeksekusi pengawal itu, dan Bu Saifanny pun tertembak hingga mengenai area dadanya." Mendengar nama Saifanny disebut terkena temba

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 289 : Latihan Pagi dan Pendar Kesadaran

    Pagi hari terasa menenangkan di dalam ruang latihan gedung agensi Holy Entertainment. Indra terduduk di lantai kayu yang mengilap, mengatur napasnya yang patah-patah setelah menyelesaikan sesi latihan vokal intensif demi menyongsong pergelaran konser tunggalnya yang kian dekat.Di hadapannya, Nabilla duduk menyilangkan kaki sembari menyodorkan sebuah paper bag berlogo khusus.Di dalamnya tersusun rapi wadah bekal berisi potongan buah segar, dada ayam rebus, dan sebotol air mineral dingin—perpaduan menu diet ketat yang sengaja dirancang Nabilla demi menjaga proporsi tubuh Indra agar tidak tampak berisi di atas panggung.Sejak kemarin, Andien tidak menunjukkan batang hidungnya di apartemen. Indra, yang terbiasa menyantap masakan rumahan wanita itu, terpaksa menikmati sarapannya di kantor agensi.Tekanan jadwal persiapan konser menuntutnya melatih vokal jauh lebih awal dari jam operasional normal.Tanpa banyak bicara, Indra menyambar paper bag tersebut dan mengurai isinya. Ia menyendokka

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 288 : Trauma dalam Pernyataan

    Sore menjelang malam menyelimuti rumah sakit daerah T-City, tepat dua jam setelah operasi Saifanny dinyatakan berjalan lancar.Di salah satu kamar perawatan VIP, Bima baru saja selesai diubah dan dibalut perban lukanya oleh seorang perawat."Terima kasih, Suster," ucap Andien pelan sembari menyunggingkan senyum tipis.Perawat itu mengangguk ramah. Namun, saat jemarinya hendak menarik dan menutup pintu rapat-rahat, suara Bima mendadak memotong dengan getaran samar yang tak mampu disembunyikan."Suster, tolong pintunya jangan ditutup," kata Bima, nada suaranya bergetar tipis akibat rasa trauma yang masih mencengkeram jiwanya.Perawat itu sedikit terkejut, namun dengan sigap memahami kondisi psikologis pasiennya."Baik, Pak." Ia melangkah pergi, membiarkan daun pintu kamar tetap terbuka setengah celah.Andien kembali mendudukkan diri di kursi kayu di samping ranjang."Bagaimana keadaan Saifanny?" Tanya Bima pelan, manik matanya menatap lurus ke arah Andien dengan pendar cemas.Andien ber

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 287 : Sirine Ambulan dan Penyesalan

    ​Suara derum sirine ambulans meraung-raung membelah pagi yang kian terik di T-City. Di dalam kabin medis yang melaju kencang menerobos kemacetan menuju Rumah Sakit Pusat T-City, suasana berubah mencekam. ​Petugas medis bergerak cepat membalut bahu kanan Saifanny yang tak henti-hentinya menumpahkan darah segar. ​Di samping tandu, Bima—dengan tubuh lemas, memar di parasnya, serta bekas jeratan rantai besi yang menghitam di pergelangan kakinya—terduduk bersandar dengan napas memburu. Manik matanya yang membendung air mata tak sanggup berpaling sedikit pun dari paras Saifanny yang kian pucat pasi. Jiwanya dihantam kecemasan hebat, merasa bersalah karena ketidakmampuannya telah mengorbankan keselamatan wanita itu. ​Kepolisian bergerak cepat menyergap vila pesisir pantai bukanlah tanpa alasan. Bara—yang posisinya bersama tim keamanan Utama Group masih terhadang jarak berjam-jam akibat jebakan mobil umpan di B-City—mengambil langkah paling rasional. Begitu menyadari posisi Ririn berada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status