Sofia berdiri di depan cermin besar kamarnya, menatap pantulannya sendiri. Kebaya putih gading dengan riasan minimalis mampu menonjolkan kecantikan alami Sofia yang berkelas. Namun, kecantikannya tak mampu menutupi kegalauan hatinya.Sofia menatap jam dinding, sepuluh menit menjelang akad nikah, Riga belum juga muncul.Akankah pernikahannya gagal lagi untuk yang ketiga kalinya?Bahkan untuk pernikahan kontrak, dengan mempelai yang dia bayar?Pertanyaan yang menyelinap dalam benak, membuat Sofia merasa semakin rendah diri. Setidak berharga inikah hidupnya?Sofia melangkah ke jendela, menyingkap tirai tipis, dan matanya menatap pintu gerbang, menantikan motor butut memasuki rumahnya.Saat gerbang di buka, Sofia harus kembali menelan kecewa. Sebuah mobil sedan warna hitam, tampak seperti taksi online berhenti di depan pagar.Sofia menghela napas dalam, menahan kecewa. Tapi itu tak lama, karena Riga muncul dari pintu belakang mobil. Pria itu mengenakan jas hitam yang pas di tubuhnya, tamp
Mehr lesen