Namia terbelalak. "Uang saya sendiri? Tuan, ini ada sepuluh porsi lebih! Harganya hampir setengah dari gaji bulanan saya!"Galan tersenyum miring, sebuah senyuman yang tidak sampai ke mata. "Oh, jadi sekarang kamu tahu arti nilai uang? Bukankah dulu bagimu uang orang tuamu tidak akan pernah habis? Ke mana perginya kesombonganmu itu, Namia Prissilia?"Namia menarik napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang terasa menyakitkan. Ia memaksakan sebuah senyum manis, senyum yang paling tulus yang bisa ia buat, meski matanya menyiratkan kelelahan yang luar biasa. Ia menatap tepat ke manik mata Galandra, tidak lagi menghindar."Mohon maaf yang sebesar-besarnya, Tuan Galandra yang terhormat," ucap Namia dengan nada lembut namun tertata. "Saya memohon toleransi Anda. Saya tidak memiliki uang sebanyak itu saat ini untuk mengganti semua pesanan ini. Bagi saya, setiap rupiah sangat berarti sekarang."Namia menjeda sejenak, senyumnya masih tertahan di bibir meski hatinya perih.
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-07 อ่านเพิ่มเติม