Lantai dansa di ballroom Armani Hotel, di Milan itu masih berdentum, tapi bagi Ivanna Ricci, dunia baru saja mati. Bayangan Matteo dan Simona di ruang ganti tadi—napas yang memburu, tangan yang seharusnya menjadi miliknya hanya menyentuhnya kini menyentuh kulit adiknya, terpatri seperti luka bakar di matanya. Ivanna melangkah ke balkon yang sepi, jemarinya mencengkeram pagar besi hingga memutih. Dia ingin berteriak, tapi suaranya tertelan amarah yang membeku. "Menangis tidak akan menghancurkan mereka, Ivanna Ricci" Suara itu, berat, dan datang dari sudut remang-remang balkon. Ivanna tersentak. Di sana, bersandar pada pilar dengan sebatang cerutu yang apinya berpendar kecil, berdiri Leonardo De Luca. Pria yang dijuluki The Ice King di dunia bisnis. "Apa urusanmu, Leon?" ucap Ivanna, menyeka sudut matanya dengan kasar. Leon melangkah maju. Cahaya bulan menyapu wajahnya yang tegas, menunjukkan senyum yang sangat tipis. "Urusanku adalah melihat Matteo Romano kehilangan segalanya. Sa
Huling Na-update : 2026-04-16 Magbasa pa