Pagi di London selalu punya cara untuk terlihat puitis, namun bagi Lexy, suasana hati suaminya adalah ramalan cuaca yang lebih penting. Setelah ketegangan soal pelacak GPS tempo hari, Dante tampaknya berusaha menebus dosa dengan cara yang lebih manusiawi. Ia membawa Leo jalan-jalan ke sebuah kafe di kawasan Knightsbridge sebelum jadwal pemeriksaan rutin bocah itu di klinik.Leo tampak jauh lebih segar. Pipinya mulai berisi, dan binar matanya kembali setelah sekian lama redup oleh rasa sakit."Kak, lihat! Ada burung besar di sana!" Leo menunjuk ke arah taman melalui jendela kaca kafe yang luas."Itu burung merpati, Leo. Di London, mereka adalah pemilik jalanan," sahut Dante sambil mengusap kepala Leo. l.Ia kemudian menoleh pada Lexy, menggenggam tangannya di atas meja kayu ek yang dipelitur rapi. "Kau terlihat lebih tenang hari ini. Apa karena aku mematikan pelacak itu?"Lexy menyipitkan mata, memberikan senyum penuh arti. "Jangan coba-coba menyalakannya lagi, atau aku akan memasangny
Mehr lesen