Keesokan harinya, perasaan bahagia yang melonjak dua kali lipat di kediamaku. Suasana di dalam mansion kami terasa begitu hidup dan hangat karena semua orang berkumpul di sini. Akhir-akhir ini, para orang tua—baik orang tuaku maupun papa Arturo—memang jauh lebih sering menghabiskan waktu luang mereka di rumah kami alih-alih di kediaman mereka sendiri. Mansion yang dulunya terasa sunyi kini selalu dipenuhi riuh tawa.“Kalau bisa, cepat buatkan adik baru lagi untuk Gabriel, Emelia. Papa masih ingin punya cucu yang banyak agar rumah ini semakin ramai,” ujar papa Arturo tiba-tiba, saat kamu berkumpul di ruang tengah. Raut wajahnya tampak cemberut, mengingat sejak tadi belum kebagian menggendong cucunya. “Lah? Daripada menuntut istriku, kenapa Papa saja tidak menikah lagi?” Bukan aku yang menyahut, melainkan Samuel yang langsung memotong dengan nada santai.Pria itu kemudian bergeser mendekat, merangkul
Leer más