Share

Bab 7 Mirip Laki-Laki

Author: Ratu As
last update publish date: 2026-05-26 16:19:47

"Tapi ini sudah di luar sekolah, apa aku harus tetap jadi babumu?" Azalea membenarkan posisi duduknya, dia baru sadar sedang naik mobil mewah yang sepanjang hidupnya baru kali ini.

Di luar, Ezra dan Haikal masih berdiri dengan tercengang, melihat mobil mewah itu melaju bahkan tanpa menyapa mereka sedikit pun.

"Apa ini? Kamu lihat? Tuan muda itu bahkan tidak menggubris kita!" Heboh Ezra, seolah tidak terima dengan sikap dingin Zayn, meski sudah tahu persis watak temannya itu.

Yang Ezra tidak h
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 12 Skandal dengan 3 Cowok Populer

    ​"Pelayan di tempat biliar?" ulang Azalea dengan gumaman ragu. "Tapi, aku kan masih sekolah, Kak. Apa boleh?"​"Gajinya lumayan, Lea. Itu bukan tempat biliar biasa, tapi biliar lounge elite yang ada fasilitas bar mewah di dalamnya. Jadi, pelanggan yang datang ke sana rata-rata kalangan atas dan anak-anak sekolahan kaya yang suka nongkrong sepulang sekolah," jelas Sean."Tip dari mereka besar sekali. Kalau kamu butuh uangnya cepat untuk satu atau dua minggu ini, aku sarankan itu."​"Tapi, apa tempat seperti itu legal untukku?" tanya Azalea masih sangsi.​"Soal bisa atau tidaknya kerja di sana, itu masalah gampang. Bar utamanya baru ramai malam hari, sedangkan pekerja baru yang dibutuhkan di sif sore. Lagian, aku punya orang dalam yang bisa membuatmu diterima kerja tanpa prosedur yang ribet," tambah Sean lagi.​Azalea tampak berpikir sesaat. Ia memang sangat butuh uang sekarang. Kalau tidak mendesak, tentu saja ia tidak perlu mengorbankan sisa waktunya di luar jam sekolah untuk bekerja.

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 10 Kerja Sampingan

    Setelah selesai dikupas dan dipotong, tanpa aba-aba Zayn menjejalkannya ke mulut Azalea yang tadi sedang bengong. "Hmph--" Gadis itu tertegun. "Kamu bisa memakannya. Semua buah ini, habiskan saja. Aku sudah tidak berselera," ucap Zayn, meletakan kupasan apelnya di piring, kemudian ia mengambil tisu dan bangkit. "Zayn, ini sungguh?" Zayn sudah keluar, pemuda itu bahkan tidak lagi menggubris Azalea yang bertanya memastikan.Meski senang diberi buah-buahan premium, namun Azalea agak takut Zayn akan menagih bayaran setelah Azalea memakannya. "Dia beneran pergi?" Tatapan Azalea mengekor hingga pria itu benar-benar menghilang di balik pintu. "Wah--" Mata Azalea berbinar saat tatapannya beralih pada buah-buahan di meja. "Aku akan membawa pulang sebagian untuk Ibu!" gumamnya senang. Jujur, Azalea jarang sekali mengkonsumsi buah apalagi buah mahal seperti ini, hampir tidak pernah! ***"Haikal!" panggil Alya pada anak lelaki yang berjalan melewati kelasnya. "Sayang, tunggu!" imbuhnya sa

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 9 Menjenguk Pacar

    "Mencium orang pingsan?" Zayn menarik sudut bibirnya. "Maksudnya aku hendak menciummu, begitu? Apa kamu sedang bermimpi?" Zayn mengelak dengan tenang dan senyum mencibir, meski begitu ia hanya memundurkan wajahnya sedikit.Mata gadis itu membulat penuh waspada."Kalau kamu bukan mau mencium, lalu untuk apa mendekatkan wajahmu sedekat itu?!" Azalea tidak lagi sabar untuk terus menahan napas. Jadi ia menyentak napasnya, hingga membuat Zayn benar-benar menjauhkan wajah tampannya. "Sialan! Napasmu bau!" "Maka dari itu, lebih baik kamu menjauh." Azalea memalingkan wajahnya. Ia masih lemas, tidak ada tenaga untuk berdebat apalagi bertengkar dengan Zayn, namun ia sendiri tidak berani mengusir pemuda itu. "Bau napas orang miskin yang kekurangan makan memang seperti napas naga," hina Zayn.Napas naga? Diam-diam, Azalea melirik sinis. Zayn tidak lagi menggubris respon atau pun tatapan kesal itu. "Di pinggir keningmu, apa itu bekas luka?" tanya Zayn dengan raut serius. Azalea buru-buru m

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 8 Ciuman Ilegal

    Alya menyambar ponselnya, tidak ingin gadis kampung itu lama-lama menatapnya. Setelahnya ia bergegas pergi dengan menyenggol bahu Azalea hingga gadis itu terhuyung. "Lea!" Sean menangkapnya. "Kamu tidak apa-apa?" Azalea tersadar dari lamunannya. "Maaf, Kak Sean. Aku tidak apa-apa." Azalea memaksakan senyumnya. Ia kembali fokus pada gantungan baju yang dibawanya, lalu mengekor Sean. Sepanjang langkahnya masih tidak bisa fokus, wajah dokter di ponsel Alya mengingatkannya pada foto usang milik ibunya. "Taruh sana!" titah Bu Marta pada Sean, wanita paruh baya itu tampak masih sibuk dengan layar tabletnya--membuat sketsa desain. Azalea termangu, menatap wajah wanita yang mungkin seumuran dengan ibunya. Namun, karena Marta berkecukupan, jelas dari segi penampilan dan perawatan diri pun berbeda, jadi tampak lebih muda. Sekilas Marta melirik ke arah Azalea, gadis berambut pendek yang memakai topi itu terus melihat ke arahnya. Marta bukan seseorang yang ramah pada semua orang, jadi ia

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 7 Mirip Laki-Laki

    "Tapi ini sudah di luar sekolah, apa aku harus tetap jadi babumu?" Azalea membenarkan posisi duduknya, dia baru sadar sedang naik mobil mewah yang sepanjang hidupnya baru kali ini. Di luar, Ezra dan Haikal masih berdiri dengan tercengang, melihat mobil mewah itu melaju bahkan tanpa menyapa mereka sedikit pun. "Apa ini? Kamu lihat? Tuan muda itu bahkan tidak menggubris kita!" Heboh Ezra, seolah tidak terima dengan sikap dingin Zayn, meski sudah tahu persis watak temannya itu.Yang Ezra tidak habis pikir, Zayn mengacuhkannya dan malah mengajak si udik naik mobil itu. Haikal tersenyum miring, menepuk pundak Ezra. "Sudahlah, ayo pulang!"***​"Zayn, tidak perlu sambung rambut. Aku rasa bakal ribet dan aku tidak yakin bisa merawatnya nanti," ujar Azalea ragu saat Zayn membawanya ke penata rambut ternama itu.​Zayn hanya mendengus tipis, matanya menatap datar pantulan Azalea di cermin. "Terserah," sahutnya singkat. ​Tanpa membuang kata, Zayn menggerakkan dagunya sedikit, sebuah instruk

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 6 Aku Masih Butuh Babu

    "Lea, aku minta maaf! Lea, aku minta maaf!"Enam anak perempuan itu berlari di tengah halaman sembari berteriak meminta maaf. Tidak ada perlawanan apa pun, bahkan ratu sekolah harus menerima hukuman ini. Sementara Zayn memperhatikan mereka dari jauh, dari ruang eksklusif di lantai tujuh. "Zayn, apa ini tidak keterlaluan? Di luar sangat panas, mereka bisa pingsan kalau--""Keterlaluan? Aku sudah berbaik hati," potong Zayn dengan ekspresi dingin. "Aku bisa saja bilang pada guru untuk menskors mereka, atau mengeluarkan mereka dari sekolah ini."Kata-kata dingin Zayn membuat Azalea bergidik dan sontak terdiam.Meski menghukum anak-anak yang merundungnya membuatnya merasa puas dan berterima kasih pada Zayn, Azalea masih berpikir rasional. Ia hanya anak miskin. Memberi hukuman pada pembenci itu hanya melempar Azalea ke masalah yang lebih pelik. "Kamu boleh pergi." Zayn berpindah ke sofa, membaringkan tubuhnya dan memejam. Sebelah tangannya ia gunakan untuk menutupi sebagai wajah dan mata

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status