“Aku tak mau dengar alasan apa pun lagi, Jimmy,” kata Adrian dengan napas memburu. Sorot matanya terlihat memerah, berusaha menahan amarah yang semakin bergejolak di hatinya.“Dapatkan berkas itu sebelum ayahku tahu,” perintah Adrian dengan nada final.Seolah tak memberi Jimmy kesempatan untuk mengelak, memberinya alasan lantaran tak mampu melakukan keinginannya, ia pun memutuskan sambungan telepon itu segera. Hampir saja ia membanting benda itu jika tak melihat, ada Liora yang sejak tadi memerhatikannya.Adrian menghela napas panjang. Ia berusaha menenangkan dirinya sebelum menghampiri putri kecilnya. “Maafkan aku, Sayang.”Liora menatap Adrian lekat lalu mengangguk pelan. “Jangan marah-marah lagi, Daddy. Kau ... menyeramkan.”Adrian spontan melirik ke arah Kara. “Ya, akan aku lakukan.”“Kenapa kau melirik ke arahku?” sahut Kara tak suka. Ia merasa dituduh penyebab pert
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-16 อ่านเพิ่มเติม