Menyadari bahwa musuh terbesarnya ternyata belum mati, kepanikan langsung melanda Wildan. Fakta ini menghantamnya lebih keras daripada pukulan besi mana pun. Indra Wiguna masih hidup. Pria cacat itu tidak hanya bernapas, tetapi kini secara aktif mengintai nyawa keluarganya, terutama Maya dari balik bayangan pesisir."Bos, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Beno. Suara asisten kepercayaannya itu ikut bergetar, menyadari seberapa mematikan ancaman ini. "Kalau Indra benar-benar gabung sama Kohar, mereka punya akses uang, senjata selundupan, dan pasukan bayaran yang nggak bisa diremehkan."Wildan mengepalkan tangannya hingga urat-urat lengannya menonjol. Hatinya dipenuhi amarah, tetapi terdorong oleh insting protektif absolutnya terhadap Maya, ia harus bertindak cepat dan taktis."Ben, dengarkan perintah gue baik-baik," ucap Wildan dengan nada berat dan cepat. "Lipatgandakan penjagaan di mansion sekarang juga. Gue nggak mau cuma pakai preman jalanan biasa buat jaga rumah. Sewa p
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-17 อ่านเพิ่มเติม