Tok!Tok!Tok!Asha yang masih telungkup di atas kasur, perlahan mendongakkan wajah dari bantal. Ia lalu bangkit duduk perlahan dan menoleh ke arah pintu.Ia membeku sekilas. Itu pasti Angkasa."Sudah ya ketemuannya sama Sabby…""Mereka... ngapain aja?""Apa—"Asha mengembuskan napas panjang, lalu menggeleng cepat seolah ingin menyaingi putaran baling-baling helikopter."Astaga, Asha. Kenapa kamu malah begini?"Tangan gadis itu naik menekan dadanya. "Ayo fokus lagi, Asha."Satu tangannya mengepal di atas paha. "Ingat, kamu dan Kak Angkasa cuma menjalankan misi. Kehidupan pribadi Kak Angkasa bukan urusan kamu," ucapnya meyakinkan diri sendiri.Dan entah sudah berapa kali ia mengulangi kalimat itu, tapi tetap saja Asha selalu kembali memikirkan soal Angkasa.Namun, ia mengembuskan napas panjang lalu menyeka sudut matanya yang masih basah. Asha menarik napas, merapikan poni tipisnya, lalu memasang ekspresi senormal mungkin.Setelah merasa cukup tenang, Asha bangkit dan berjalan menuju pi
Última atualização : 2026-09-11 Ler mais