"Kak, aku mau ciuman sama Kakak, boleh?" Sadar dengan pertanyaannya sendiri membuat Asha berkedip lalu membelalak tipis. 'Astaga… keceplosan. Kenapa aku malah ngomong begitu tanpa mode mute?' Asha buru-buru melepaskan diri dari dekapan Angkasa, napas canggung lolos dari celah bibirnya. "Maksud aku…" Ia terkekeh kaku. "Kita kan pura-pura pacaran. Kalau Mr. Anonim curiga lagi, setidaknya kita sudah punya dokumentasi cadangan buat jaga-jaga, Kak." Pria di hadapannya itu tidak segera menjawab. Angkasa bergerak ke sudut dapur, menggantung apron yang tadi ia pakai. Sementara Asha yang tidak tahan dengan keheningan canggung itu segera mengambil dua piring steak dan membawanya ke meja makan. Setelah meletakkan keduanya di depan kursi yang berhadapan, Asha berbalik cepat, menatap Angkasa yang ini berjalan menghampirinya. Gadis itu menyahut lagi. "Begini, Kak… kita tahu kalau Mr. Anonim itu orangnya suka curiga. Jadi kalau nanti ada masalah, kita enggak perlu repot bikin skenario baru.
Last Updated : 2026-09-14 Read more