Hancur Karena Notifikasi M-banking

Hancur Karena Notifikasi M-banking

Oleh:  Jingga Amelia  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9.6
Belum ada penilaian
91Bab
155.9KDibaca
Baca
Tambahkan
Report
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Suamiku mulai tak jujur denganku, memanjakan iparnya dari pada istrinya sendiri. Lalu, apa yang harus aku perbuat ketika kudapati uang suamiku mengalir deras ke dalam nomor rekening ipar perempuanku?

Lihat lebih banyak

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

Komen
Tidak ada komentar
91 chapters
Bab 1
Hancur Karena Notifikasi M-banking**Jantungku berdetak lebih cepat ketika kudapati sebuah pesan di layar ponsel Mas Bayu yang baru saja ia tinggalkan untuk Sholat Isya.[Trx Rek.15801032xxxxxx : Transfer NBMP BAYU PRADIPTA TO NURLIDA Rp. 1.500.000,00 30/04/2021 19.29.25]Dahiku mengernyit, untuk apa Mas Bayu transfer uang sebanyak itu untuk Linda? Bukankah seminggu lalu ia sudah transfer pada Arfan, suami Linda yang merupakan adik kandung Mas Bayu, sebanyak satu juta rupiah?Tak berselang lama notifikasi aplikasi hijau Mas Bayu berbunyi ketika aku belum sempat meletakkan ponsel itu kembali di atas meja.[Mas, terimakasih, uangnya sudah masuk. Jangan bilang Mbak Nurma dan Mas Arfan, ya. Aku tidak enak]Loh, kenapa Linda mengirimkan pesan seperti itu? Kenapa aku dan Arfan tidak boleh tahu? Bukankah kami berhak tahu jika salah satu diantara mereka ada masalah dan membutuhkan sejumlah uang?Seminggu yang lalu Mas Bayu
Baca selengkapnya
Bab 2
Hancur Karena Notifikasi M-bankingPart 2**[Mencari kebenaran? Maaf, suamiku terlalu sayang padaku. Jadi tak akan percaya pada semua perkataanmu]Linda sudah keterlaluan, dia yang sudah berbohong, dia juga sudah mengibarkan bendera perang denganku. Baiklah. Kita mulai saja Linda.Dengan dada bergemuruh aku lantas mengetik balasan untuk status yang diunggah Linda setengah jam yang lalu. Jika memang pada akhirnya hubunganku dengannya nanti tak akan baik lagi aku sudah pasrah, karena dia sudah lebih dulu mengusik hidupku.[Lin, baru beli skin care, ya? Berarti banyak uang, dong? Kok masih pinjem uang sama Mas Bayu?]Aku menunggu balasan pesan dari Linda dengan pergi ke kamar mandi untuk cucimuka. Mas Bayu terlihat sudah siap dengan baju dinasnya, ia merupakan seorang kepala dapur sebuah restoran di kotaku. Gajinya lumayan banyak, tapi belum menyentuh angka dua digit. Beda dengan Arfan, dia manager keuangan di sebuah perusahaa
Baca selengkapnya
Bab 3
Hancur Karena Notifikasi M-bankingPart 3** [Uang tak seberapa tapi dibikin ribet, OKB]Kuremas kertas yang sedang ada di depanku. Mau dia apa, sih? Aku sudah baik tapi dia memancing keributan terus denganku. Apa perlu, aku membongkar kebusukannya ini pada Arfan? Biar dia ditendang sekalian dari silsilah keluarga Pradipta?Sabar, Nurma, sabar. Jika aku meladeninya berarti aku tidak ada bedanya dengan Linda. Lebih baik aku fokus pada pekerjaanku terlebih dahulu biar tidak di kira orang kaya baru sama Linda. Kedua orang tuaku PNS, meskipun kini Bapak sudah pensiun tapi dulunya beliau juga salah satu pegawai puskesmas.Kebersamaanku dengan Linda baru bisa dihitung dengan jari, itulah sebabnya untuk menyatukan pendapat kami memang sangat sulit. Terlebih dia orangnya sangat kekanak-kanakan dan juga manja. Wajar jika emosinya masih labil meskipun kini ia telah memiliki seorang anak.Ah, jika sudah berbicara masalah
Baca selengkapnya
Bab 4
Hancur Karena Notifikasi M-bankingPart 4** "Oh, iya. Bagaimana sama popok dan susunya? Udah beli juga? Katanya kemarin ATM Arfan hilang sampai kamu nggak bisa beli susu dan popok?" ungkapku semakin menjadi.Wajah Linda tampak pias, sedangkan Arfan terlihat lebih heran dengan perkataanku. Mas Bayu menyenggol lenganku agar aku dian dan tidak mengatakan semuanya."Ini ada apa, sih? Tolong jelaskan," tanya Arfan sembari menatap kami satu persatu."Loh, kamu nggak tau, Fan?" tanyaku dengan di sertai gelengan kepala oleh adik kandung suamiku ini."Kan kemarin Linda minje ....""Kemarin aku nitip beli susu sama popok Rio ke Mas Bayu, kan tempat kerjanya deket sama swalayan, Mas, aku juga minta tolong pakai uangnya dulu. Tapi ternyata nggak ada. Iya 'kan, Mas?" kilah Linda sembari menatap Mas Bayu.Apa sih maunya anak ini? Alasan macam apalagi ini? Kenapa dia pandai sekali berkilah di depan suaminya."Kok gi
Baca selengkapnya
Bab 5
Hancur Karena Notifikasi M-bankingPart 5**"Jangan banyak bicara, cepat jalankan mobilnya atau aku akan menghancurkan kaca mobil ini," ancamku seraya mengacungkan high hillsku ke kaca depan mobilnya.Mau tak mau Mas Bayu menuruti permintaanku, Ibu tampak menangis dengan memanggil namaku. Namun, tak secuil pun rasa ingin kembali ke rumah itu untuk mendengarkan penjelasan Linda.Sepanjang perjalanan aku hanya diam membisu, memandang ke arah jendela luar. Sedangkan Mas Bayu sama sekali tak berani bertanya satu patah kata pun. Rasanya jika di jelaskan di mobil tak akan cukup waktunya, aku ingin meluapkan semuanya ketika telah di rumah.Pintu gerbang di buka oleh Pak Abdul, orang yang kupercaya menjaga rumah. Mobil Fortuner Mas Bayu masuk ke dalam garasi lalu aku turun dengan tergesa. Melepas hills sembarang lalu mendudukkan tubuhku di atas sofa ruang tamu."Dek, kamu kenapa, sih?" tanya Mas Bayu.Aku menatapnya nyalang,
Baca selengkapnya
Bab 6
Hancur Karena Notifikasi M-bankingPart 6(Pov Bayu)***Kulirik saldo terakhir yang tertera di layar mesin ATM, Rp. 78.000.000,00. Ah ... Tabunganku makin hari kian menipis. Apalagi semenjak Linda sering minta transferan padaku. Aku selalu tak tega jika ia meminta tolong padaku masalah uang untuk Rio.Sungguh, bayi mungil itu membuatku candu hingga berapapun yang Linda minta pasti aku turuti. Tentunya tanpa sepengetahuan Nurma, istriku. Hanya saja seminggu yang lalu salah satu bukti transferanku Nurma melihatnya, dan itu menjadi awal dari semua perselisihan di dalam rumah tanggaku.Aku melangkah keluar swalayan Indom*rt gontai, kebetulan di sini ada mesin ATM jadi aku sekalian mampir beli minuman dingin sebelum masuk ke apotek untuk membelikan obat pereda nyeri untuk Nurma. Kasihan dia, setiap bulan harus menahan sakit tiap kali tamunya datang."Mbak, beli obat pereda nyeri ha*d, ya," ucapku pada pelayan apotek.Ia pun menganggu
Baca selengkapnya
Bab 7
Hancur Karena Notifikasi M-bankingPart 7***[Trx Rek.15801032xxxxxx : Transfer NBMP BAYU PRADIPTA TO NURLIDA Rp. 800.000,00 06/05/2021 18.49.25]Apa lagi ini? Lelaki macam apa? Benar-benar bermuka dua!Darahku seakan mendidih, ketika kudapati sebuah notifikasi M-banking tentang keluar masuknya uang Mas Bayu. Aku memang tak memegang kendali ATM Mas Bayu, karena aku sendiri pun sudah memiliki gaji. Lagipula dulu aku sangat percaya padanya, hingga aku hanya menerima berapapun jatah bulanan yang ia berikan padaku tanpa ingin tahu kemana saja uangnya selama ini.Tapi rupanya aku istri yang polos. Dengan percayanya mengira bahwa Mas Bayu tak akan macam-macam di belakangku.Puncaknya adalah ketika Rio lahir. Mas Bayu sangat perhatian pada bayi kecil itu. Wajar, aku pun juga sangat menyayangi Rio. Mengingat bahwa aku belum bisa merasakan menimang buah hati, jadi Rio adalah satu-satunya curahan hati kami sebagai keluarga Pradipta.<
Baca selengkapnya
Bab 8
Hancur Karena Notifikasi M-bankingPart 8** "Mas, berapa kamu transfer ke Linda lagi setelah semalam kamu sudah transfer sebanyak delapan ratus ribu?"Mas Bayu tertegun, sepertinya ia tak menyadari bahwa aku bisa tahu tentang semua gerak geriknya melalui ponselnya."K-kamu tahu?" tanyanya tergagap.Aku melengos, lalu menyandarkan tubuhku di dinding samping tempatnya duduk bersantai. Ternyata kebersamaanku selama ini tak ada artinya untuk Mas Bayu. Rupanya ia sangat pandai berbohong kepadaku. Entah kenapa, semenjak kehadiran Linda di keluarga Pradipta, Mas Bayu terlihat sedikit aneh. Terlebih ketika Rio lahir."Katakan saja," Mas Bayu menghela nafas panjang, lalu berdiri di hadapanku. Raut mukanya berubah menjadi pias. Mungkin ia takut karena kebohongannya terbongkar lagi."Dek, aku transfer ke Linda itu kan juga demi Rio, keponakan kita. Masa kita itung-itungan, sih?""Itung-itungan kamu bilang?
Baca selengkapnya
Bab 9
Hancur Karena Notifikasi M-bankingPart 9**"Mbak, kamu jahat, ya. Nggak punya hati,"Lagi-lagi dahiku mengernyit. Aku jahat? Nggak punya hati? Memangnya apa yang sudah aku lakukan? Bukannya terbalik?"Aku?""Iya, kamu jahat, Mbak. Kenapa harus bilang gitu di grup? Jadinya semua orang tahu, kan?""Lah, memang semua itu benar adanya kok. Aku orangnya nggak suka bohong," jawabku penuh pembelaan.Kudengar ia menghembuskan nafas kasar, "jangan pelit-pelit, ya, Mbak. Nanti kuburanmu sempit, loh,""Astagfirullah, kamu nyumpahin aku mati?" hardikku kasar."Ya abis, Mbak kaya gitu, sih. Hasilnya aku dimarahin Mas Arfan, kan," jawabnya merajuk.Ya itu sih deritamu sendiri. Memang apa yang aku katakan bener kok, Mas Bayu tidak pernah minta ijin dulu kalau mau transfer ke Linda."Lagian juga cuma berapa, Mbak. Pelit banget jadi istri," lanjutnya lagi tanpa memikirkan perasaanku."Lin. Cukup, y
Baca selengkapnya
Bab 10
Hancur Karena Notifikasi M-bankingPart 10** "Hallo, ada apa, Mas?" ucapku ketika sambungan telepon dari Mas Bayu telah tersambung."Dek, Arfan kecelakaan,"Degh.Apa? Kecelakaan? Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini. Semoga dia dalam keadaan yang baik-baik saja."Kecelakaan?" tanyaku tak percaya."Iya, dia kecelakaan di luar kota. Sekarang di rawat di rumah sakit terdekat." Terdengar suara panik Mas Bayu, "aku kesana, ya. Kamu baik-baik di rumah,"Sambungan telepon kami terputus setelah aku mengijinkan dia pergi menemui Arfan yang sedang dirawat di rumah sakit. Semoga saja Arfan selalu dalam keadaan yang baik-baik saja.Aku kembali menyelesaikan pekerjaanku agar bisa pulang lebih cepat. Rasanya pikiranku tidak tenang begitu mendengar kabar dari Mas Bayu.***Sudah hampir Isya, dan Mas Bayu belum menampakkan dirinya di rumah. Mungkin ia masih ada di rumah sakit menemani Arfan. Wajar, Mas Bayu i
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status