Orderan Kue Untuk Hari Pertunangan Suamiku

Orderan Kue Untuk Hari Pertunangan Suamiku

Oleh:  menthil n Progo  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
Belum ada penilaian
107Bab
214.5KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Tiga tahun kami menikah, suamiku terlihat setia, namun nyatanya dia selingkuh. Langsung melabraknya adalah hal kolokan, lebih baik aku main cantik dulu

Lihat lebih banyak
Orderan Kue Untuk Hari Pertunangan Suamiku Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
107 Bab
Orderan Kue Tart
Orderan Kue Untuk Hari Pertunangan Suamiku "Mbak, rumahnya yang sebelah mana ya? Ini aku sudah ada di pertigaan kompleks," kataku di telepon pada Raisa, pelangganku. "Lurus aja Mbak, rumah nomer tiga sebelah kiri, cat warna oranye. Nanti aku tunggu di depan ya. Mbak pakai kendaraan apa?" ucapnya. "Oke. Aku pakai mobil warna putih Mbak. Aku meluncur ya," kataku sambil mengendarai mobil pelan. Seorang wanita cantik berambut sebahu di cat warna cokelat melambai ke arahku. "Mbak Dita!" teriaknya. Aku pun langsung memarkirkan mobil tepat di depan rumahnya. Sebuah rumah yang tak begitu besar dengan teras memberikan kesan asri serta berbagai tanaman bunga indah menghiasi sekitar. Terlihat bangunan ini masihlah baru. "Masak bingung sih, Mbak. 'Kan tadi sudah ku sharelok," kat
Baca selengkapnya
Main Cantik Dulu Ya
Ah lebih baik aku diam saja dulu, dan memberi balasan yang setimpal dulu pada Mas Chandra. Rasanya juga terlalu kolokan jika aku sekarang langsung masuk dan mengacaukan acara ini. Rasanya, kalau aku sedikit membalas tak apalah, sebelum aku mengakhiri semua ini. Mas Chandra dan juga Raisa pantas untuk mendapatkan pelajaran karena sudah bermain api di belakangku.  Aku pun menyudahi merekam video itu setelah mereka masuk kedalam, apa yang terjadi di dalam rumah warna oranye itu sudah bisa kuperkirakan. Berbahagialah dulu, Mas. Anggap saja kamu menang sekarang, tapi jangan sampai nanti kamu menyesal di kemudian hari.  Sebelum pergi dari sini, aku mencoba menelepon Mas Chandra, ingin tahu saja kira-kira bagaimana responnya, saat aku menganggu acara pertunangannya itu. Dua kali aku menelepon, tak diacuhkannya. Namun pada panggilan ketiga, dia langsung mengangkat panggilan dariku itu.&
Baca selengkapnya
Mas Chandra Di Mata Almarhum Papa
Akhirnya sampai juga di depan rumah. Belum terlalu malam sih, masih pukul setengah delapan. "Pak Sigit, tolong ya mobilku yang ini taruh di bagian dalam lagi," kataku sambil menyerahkan kunci. "Siap, Non" kata satpamku itu. Kemudian akupun masuk dan pintu pun dibuka oleh Bi  Sanah, asisten rumah tangga yang telah disini  sejak almarhumah Mamaku dulu masih hidup, sekitar lima belas tahun yang lalu. "Non Dita mau makan malam sekarang?" tanyanya. "Nggak deh, Bik. Lagi malas makan. Aku mau langsung tidur saja," kataku sembari menaiki tangga. Akupun langsung menjatuhkan badanku di atas kasur springbed empukku. Kucoba memejamkan mata, namun nyatanya aku tak bisa. Bayangan Mas Chandra dan Raisa yang sedang berbahagia di sana, tak bisa luput dari pikiranku.  Jadi begini ya r
Baca selengkapnya
Langkah Awal
"Terima kasih ya, Mas. Sudah membelikan pesananku," ucapku. Kucoba bersikap biasa saja, agar dia pun tak curiga. Dan aku pun tak akan mencari tahu tentang caranya mendapatkan kue-kue ini, karena kurasa itu hanyalah hal yang sepele, masih banyak hal penting yang harus kulakukakan dan kuketahui darinya. "Kok nggak dimakan sih, Dek? Sudah jauh-jauh lho aku membelikannya,"  ucap Mas Ridwan sambil berbaring di sampingku. "Jauh?" ucapku, "bukannya tadi kamu lagi di Malang, Mas? Terus belinya ini juga kan di sana toh. Kok jauh sih?"  "Eh, iya juga ya. Hehehehe. Dimakan dong, Dek," pungkasnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Menjawab pertanyaan seperti saja kamu nggak bisa, kok akal akalan mau menikah lagi sih, Mas? Playboy kampungan sih. "Besok saja lah, Mas. Malam-malam kayak gini nggak enak kala
Baca selengkapnya
Fakta Baru
"Emmm, kalau begitu. Ibu sekarang tunggu disini sebentar ya, saya bersihkan ruangan Bapak dahulu, di dalam berantakan sekali Bu. Kebetulan tadi juga belum dibersihkan oleh cleaning servicenya." Kenapa dia sepertinya takut aku masuk kedalam? Pasti ada sesuatu yang tidak beres nih, sehingga dia overprotective sekali pada ruangan bos nya itu. "Sepertinya kamu tak memperbolehkan aku masuk kedalam, memangnya ada apa di dalam sana?" Mataku kali ini kualihkan pada gadis itu, sambil bersedekap, "kamu tahu nggak sih, siapa aku?" geramku. "Tahu, Bu. Tapi Bapak berpesan pada saya agar tak sembarang orang bisa masuk ke dalam. Apalagi kemarin ada meeting di ruangan ini, jadi masih sangat berantakan Bu," katanya sambil menunduk. "Siapa yang berani mengadakan meeting di ruang kerja big bos? Dan bukannya kemarin suamiku ke luar kota seharian? Aku pemilik sah perusahaan ini, jadi tak
Baca selengkapnya
Akulah Bos Di sini
Kurebahkan sebentar badanku diatas sofa empuk ini, memejamkan sebentar mata ini dan kutarik nafas dalam-dalam berharap bisa sedikit mengurangi beban pikiran dan hati yang sedang kujalani saat ini. Kenapa Mas Chandra bisa berbuat seperti itu diluar sedangkan di depanku dia sepertinya sangat baik. Tak terasa air mata pun mengalir di pipiku. Sungguh ini menjadi pukulan telak dalam hidupku.Namun aku tak boleh putus asa, aku harus tetap kuat. Jangan sampai hanya gara-gara ini, aku menjadi frustasi dan sakit. Aku wanita tangguh dan sebelum mendapat apa yang kuinginkan pantang bagiku untuk mundur. Aku pun segera duduk kembali, Bismillah, aku akan melanjutkan apa yang tadi sudah kurencanakan. Aku pun segera menelepon Linda, memintanya untuk memanggil cleaning service, dan membersihkan ruangan ini dari sampah-sampah menjijikkan itu. Tak berapa lama pun petugas itu masuk ruanganku."Tolong ambil tempat sampah dan isinya dibawah meja itu, s
Baca selengkapnya
Dua Minggu Lagi?
Aku pun masuk kembali ke ruang kerja Mas Chandra. Kurebahkan badanku di sofa  sambil menunggu para staff mengirimkan semua laporan yang kuminta tadi. Beberapa saat aku memejamkan mata, dan kembali berpikir bagaimana agar semua siasatku ini berhasil. Ah, tak perlu lah memikirkan bagaimana hasilnya nanti, yang penting saat ini aku harus berusaha menutup semua akses Mas Chandra. Seketika aku pun langsung terduduk saat teringat dengan kamera pengintai yang tadi sempat kubeli. Segera kuambil dua buah kamera super mini tersebut, dan kuletakkan di tempat tersembunyi yang menurutku sudah sangat pas, lalu kuhubungkan pada ponselku. Meskipun aku sudah meminta bantuan pada Linda, namun kamera ini tetap wajib kupasang. Hati manusia tak ada yang tahu kan? Selesai, mulai hari ini akan ada sinetron gratis tiap hari, he-he. Tinggal menunggu mencari waktu yang pas untuk menempelkan kamera imut ini ke mobil dan ponsel milik Mas Chandra.
Baca selengkapnya
Raisa Hamil Dua Bulan?
"Rasanya sangat enak sekali, pokoknya mantap deh Mbak. Mangkannya ini aku mau pesan lagi buat acara nikahanku nanti Mbak. Satu buah kue tart susun tiga, dan mini tart sebanyak lima ratus buah. Rencanananya sih dua minggu lagi acara itu kami gelar. Gimana bisa kan, Mbak?" Raisa terdengar sangat bahagia saat mengucapkan hal ini."Oh tentu saja bisa dong. Wah, pasti senang banget nih yang akan segera nikah. Eh tapi kok cepet banget si Mbak, kukira masih satu bulan lagi lho," kataku memancing informasi lebih banyak."Iya lah Mbak, ngapain nunggu lama-lama. Pingin cepat-cepat juga dapat rumah baru, he-he. Jujur saja sih, Mbak, aku saat inu tengah hamil dua bulan, jadi memang aku meminta Mas Wisnu secepatnya menikahiku, sebelum perut ini semakin membesar," ucapnya tanpa malu-malu.Oh, jadi Raisa sekarang hamil. Mungkin inilah alasan Mas Chandra menikahi selingkuhannya yang satu ini. Nggak tahu malu banget sih Raisa itu, mengucap sebuah aib bagai mengucap s
Baca selengkapnya
POV Author
Pagi itu, Chandra alias Wisnu berangkat dari rumah dengan semangat 45, karena rencananya hari ini setelah mengurus keperluan surat nikah, dia dan tunangan ilegal nya akan jalan-jalan ke Gunung Bromo. Disana mereka nanti akan menginap selama dua atau tiga hari. Bulan madu sebelum pernikahan adalah suatu hal yang menyenangkan.  Dia sudah pamit tidak pulang selama beberapa hari pada Dita, istrinya. Masalah keperluan untuk surat nikah keduanya berasama Raisa ini, sudah dipasrahkan kepada seorang temannya. Pokoknya apapun yang kita mau pasti bisa kita dapatkan, asal ada uangnya, pikir Chandra. Raisa menyambut kedatangan Wisnu dengan sukacita. Bagi gadis super cantik ini, Chandra adalah pohon uang yang tak boleh lepas dari gengamannya. Hingga baginya menyerahkan kehormatanya adalah suatu hal yang wajar dilakukan agar bisa dinikahi Wisnu. Impiannya dari kecil untuk menjadi orang kaya mempertemukannya dengan laki-laki pemain c
Baca selengkapnya
Allah Masih Menyayangiku
Bergegas aku melajukan mobilku menuju klinik dokter langgannan keluargaku selama di kota Kediri ini. Aku harus cepat-cepat karena feelingku Mas Chandra siang ini juga akan berkunjung ke kantor. Sebelum keluar tadi aku sempatkan memanggil tukang kunci dan memintannya membuat duplikatan kunci ruangan Mas Chandra itu. Karena aku tak mau selama kepergianku ini, akan ada orang kepercayaan Mas Chandra yang masuk. Di perjalanan aku pun mampir ke toko komputer, membeli lagi beberapa alat pengintai, sepertinya kamera imut itu akan sangat berrati untukku. Akhirnya sampai juga aku di klinik tujuanku. Dokter Dewi, pemilik klinik ini sudah kenal akrab denganku. Jadi aku tak perlu sungkan mengungkapkan tentang masalah ku ini, dan kebetulan juga tadi aku sudah membuat janji denganya, jadi siang ini aku bisa berkonsultasi lebih lama. Dokter Dewi adalah Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. "Mari silahkan masuk Mbak Dita. Ada yang bisa saya b
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status