Crystal of Soul : Twins
Dia mulai menarik selimutnya.
“Tidak masalah Yui, selamat tidur,” jawab Kyara.
“Selamat malam Kyara,” jawab Yui yang tak lama kemudian terlelap dalam tidur tenangnya.
Yui masuk dalam dunia mimpi, tempat yang asing baginya. Daratan tandus yang gelap dengan awan mendung disertai kilatan petir yang menyambar. “Tempat apakah ini?” batinnya. Setiap kali berada di tempat asing satu hal yang terlintas dalam pikiran Yui yaitu Yuan. Dimanakah dia? Yui mencari memandang sekelilingnya. Tidak ada tanda-tanda Yuan dimanapun. Yui mulai berjalan di tanah tersebut, bahkan binatang pun tak terlihat. Pandangan Yui teralih pada sebuah kastil di atas bukit. Yui bergegas menuju tempat itu. Kastil itu megah dengan gaya kuno seperti kastil-kastil abad pertengahan. Kokoh dan megah, serta ter
kesan menyeramkan. Perlahan Yui mendorong pintu gerbangnya dan masuk ke dalam kastil itu. Sepi, bagai tanpa penghuni. Pintu kastil dibuka olehnya. Hanya kegelapan yang terlihat. Yui menyusuri jalan dengan berpegang tembok karena matanya tak mampu menangkap apapun namun instingnya menyuruh kedua kakinya melangkah maju. Tiba-tiba lampu penerangan menyala dengan sendirinya satu persatu menyala hingga menampakkan sosok penghuni kastil yang duduk dengan angkuh di singgasananya.