Liam
Di sudut lokasi syuting yang sepi dan jauh dari keramaian, sutradara menyudutkanku ke dinding.
Seluruh tubuhku sudah lemas tak berdaya, sepenuhnya hanya ditopang oleh jari-jarinya yang kekar.
"Sebagai penulis skenario, apa yang sebenarnya kamu tulis? Jari terasa kasar dan membuatmu nggak nyaman?"
"Sekarang jariku sudah di dalam, coba katakan padaku, bagaimana rasanya?"
Telapak tangan sutradara yang panas menempel erat, lalu tiba-tiba menekannya kuat-muat.
"Aku ... mau ...."