A. Veyra
Terlambat untuk Memanggilku Istri
By A. Veyra
Nadira Anindya menjalani kehidupan sebagai seorang perempuan yang percaya bahwa ia telah mengenal keluarganya sendiri. Namun, setelah menemukan dokumen peninggalan ayahnya, Arman Anindya, ia menyadari bahwa sejumlah catatan keluarga telah dimanipulasi selama bertahun-tahun.
Nama-nama yang seharusnya tidak berkaitan ternyata muncul dalam dokumen yang sama. Tanda tangan orang yang telah meninggal tercantum pada surat-surat baru. Identitas seseorang disembunyikan melalui kode administratif, sementara sebuah perjanjian perlindungan keluarga tampaknya telah digunakan untuk mengendalikan siapa yang boleh memperoleh hak tertentu.
Bersama suaminya, Rendra Mahardika, Nadira menelusuri jejak dokumen tersebut. Pencarian itu membawanya kepada Alessa Pramesti, Darmawan Pramesti, Ibu Laras Wicaksono, Baskara Santosa, Mira Wicaksono, dan seorang perempuan misterius bernama Laras Varendra.
Semakin banyak bukti ditemukan, semakin jelas bahwa masalahnya bukan sekadar siapa yang berhak menerima sesuatu.
Masalah sebenarnya adalah siapa yang memiliki kuasa untuk menentukan hak orang lain—dan siapa yang berani menolak kuasa tersebut.
133