Semakin Aku Menolak, Semakin Tuan Mendekapku

Semakin Aku Menolak, Semakin Tuan Mendekapku

last updateLast Updated : 2026-10-13
By:  Sora ArcheryUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
10Chapters
181views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Daddy, hentikan...jangan sentuh aku lagi. Aku adalah anak tirimu, Dad." Laras hidup sebatang kara setelah kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil. Dia diadopsi oleh Gina, sahabat mendiang mamanya. Bukannya bahagia, hidupnya malah semakin menderita karena diperlakukan seperti pembantu dan kerap mendapatkan kekerasan dari mama angkatnya itu. Sampai akhirnya Adrian Sterling, seorang pengusaha kaya raya menikahi mama angkatnya dan memboyong mereka ke Mansion. Namun, sikap dingin, posesif, dan perhatian pria itu membuat Laras terikat dalam sentuhan terlarang yang tak bisa dia hindari.

View More

Chapter 1

Bab 1 Daddy Tiri

“Eh, udah ketemu bapak tiri lo yang bule itu belom? Gimana? Ganteng dan hot nggak?” celetuk Tiwi lewat sambungan telepon sambil cengengesan.

“Sttt…Jangan ngomong kayak gitu dong. Nanti kalau mama gue dengar gimana? Mana speaker-nya kenceng banget lagi,” bisik Laras dengan wajah ketakutan seraya melihat ke arah pintu kamarnya.

Minggu kemarin Gina, mama angkatnya menikah lagi untuk yang ke-enam kalinya dengan Adrian Sterling, CEO Sterling Retail Group. Pernikahan ini tidak dirayakan dan dipublikasikan, hanya berupa tanda tangan di atas kertas. Meski begitu, mamanya itu tidak peduli yang penting adalah status sebagai Nyonya Sterling sudah didapatkan.

Sampai saat ini Laras belum pernah melihat sosok pria yang sudah menjadi papa tirinya itu. Tapi banyak yang bilang kalau Adrian sangat tampan dan berkharisma.

Tiwi terkekeh di ujung telepon. ”Sorry, habisnya gue gak nyangka aja mama angkat lo yang janda 5 kali dapetin bujang kaya raya dan ganteng banget. Beruntung banget anjir."

Laras meremas ujung bajunya. ”Gue belum pernah ketemu sama dia. Dia bahkan gak pernah datang ke rumah kami. Baru hari ini gue pindah ke mansionnya tapi batang hidungnya juga belum kelihatan.”

“Astaga Laras! Jaman sekarang ini ada yang namanya mesin pencarian. Ada beberapa foto-fotonya disana. Sebentar gue kirimkan ke lo. Lo bakal syok sampai mau pingsan saat melihat kegantengannya!” Tiwi menjeda kalimatnya sejenak, hanya terdengar suara bising televisi dan suara kucing mengeong di ujung sana.

Tak lama kemudian, Tiwi mengirimkan foto Adrian padanya lewat obrolan pesan. Saat Laras akan membuka foto tersebut, tiba-tiba pintu kamarnya dibuka oleh seseorang dari luar.

BRAK!!

Laras sangat kaget dan reflek menoleh ke ambang pintu. Disana Gina, mama angkatnya terlihat marah dan berkacang pinggang.

“Bagus ya kamu! Dari tadi Mama panggil gak nyahut. Ternyata kamu malah asyik telponan dengan temanmu! Matikan sekarang dan segera ikut Mama ke dapur!” perintah Gina sebelum berbalik pergi meninggalkan tempat itu.

“I-iya Ma!” Laras tidak punya pilihan selain mematikan panggilan teleponnya secara sepihak sebelum akhirnya menyusul mama angkatnya itu.

Sesampainya di dapur, Laras melihat Mama Gina mengusir para pelayan dari dapur.

“Kalian pergi sekarang dan kerjakan pekerjaan yang lain. Jangan ke dapur selama satu jam ke depan. Paham?!” ucap Mama Gina memperingati mereka.

“Paham Nyonya,” sahut para pelayan itu dengan kepala tertunduk ke bawah sebelum akhirnya pergi meninggalkan area dapur.

Tatapan tajam Mama Gina kini beralih ke Laras. ”Kamu ngapain bengong disitu?! Cepat kemari dan masak semua bahan yang ada di atas meja!”

“B-baik Ma!” sahut Laras terbata-bata. Dia segera mendekat lalu meraih pisau berukuran besar.

Mama Gina melipat kedua tangan di dada. ”Ingat, masak yang enak Laras. Kalau sampai gak enak, lihat saja apa yang aku lakukan padamu nanti!”

“I-iya Ma,” sahut Laras seraya menggerakkan pisau di tangannya dan mulai memotong daging ayam utuh di atas nampan.

Setelah mengatakan itu, Mama Gina berlalu begitu saja meninggalkan dirinya sendirian di dapur.

Laras menghela nafas lega saat langkah kaki Mama Gina menjauh. Dia sudah terbiasa dijadikan koki rahasia mama angkatnya itu. Gina selalu ingin tampil menjadi seorang ibu idaman di akun sosial medianya. Banyak orang yang mengagumi Mama Gina dan tertipu dengan kebohongannya. Padahal menyalakan kompor saja wanita itu tidak becus.

Satu jam berlalu dengan cepat, aroma ayam bakar memenuhi seluruh dapur. Laras juga memasak sayur asem, tempe goreng dan sambal terasi sebagai pelengkapnya. Dia membawa dan menata semuanya di atas meja makan.

Tak…tak...tak…

Suara derap sepatu high heels terdengar jelas mendekat ke arahnya. Terlihat Mama Gina menatap makanan yang tersaji di atas meja dengan mata terbelalak.

“Apa-apaan semua ini?! Kenapa kamu memasak makanan kampung sih Laras!!” teriak Mama Gina memarahinya.

“B-bukannya ini makanan kesukaannya Mama?” tanya Laras seraya menundukkan kepalanya.

“Astaga Laras! Otak kamu itu ditaruh dimana sih?! Ini adalah Mansionnya Adrian bukannya kontrakan kita yang lama! Adrian itu sukanya makanan western bukan ayam bakar kampung begini!” bentak Mama Gina sambil memijat pelipisnya frustasi.

Setelah itu Mama Gina mengibaskan tangannya. ”Udah sana ganti dulu bajumu dengan baju longgar. Baru setelah itu panggilin Adrian di kamarnya di lantai atas, kamar paling ujung. Bilangin makan malamnya sudah siap. Mama mau pakai make-up dulu sebentar.

Laras tersentak kaget. ”T-tapi Ma…aku… ”

“Nggak ada tapi-tapian! Udah sana pergi!” bentak Mama Gina untuk kedua kalinya.

“I-iya Ma,”

Laras buru-buru pergi ke kamarnya untuk mengganti baju yang lebih longgar. Mungkin Mama Gina takut suaminya yang baru ini kepincut dengannya kalau memakai pakaian yang ketat.

Selesai berganti baju, Laras bergegas ke lantai atas dengan menaiki lift agar lebih cepat sampai. Begitu tiba di lantai 2, dia keluar dari lift dan menyusuri lorong Mansion yang cukup panjang. Langkahnya terhenti saat dirinya melihat sebuah pintu kayu mahoni setinggi 2 meter.

Tok…tok…tok…

Laras menelan ludahnya kasar sebelum mengetuk pintu itu beberapa kali. Namun, tidak ada jawaban sama sekali dari dalam sana.

“Duh, kok lama banget sih dibuka pintunya? Apa pria itu lagi mandi?” batinnya bertanya-tanya sambil menahan lapar.

Saat tangannya akan kembali mengetuk, tiba-tiba pintu dibuka dari dalam oleh seseorang.

Ceklek!

Nafas Laras tertahan di tenggorokan. Matanya terbelalak dengan mulut menganga lebar saat melihat sosok pria tinggi sekitar 184 cm dan bertubuh atletis di depannya. Pria itu hanya memakai handuk putih yang melilit pinggangnya yang berotot.

Deg…deg…deg…

Detak jantungnya berdebar sangat keras di dalam dadanya. Apakah pria tampan dan tinggi adalah Adrian Sterling?!

Pria itu sedikit menunduk menatap Laras dari atas sampai ke bawah.

Laras berkata dengan tubuh gemetar dan terbata-bata, “A-aku…kemari u-untuk… ”

“Sudah puas memandanginya?” tanya Adrian dengan nada dingin dan mengintimidasi.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

AlbyMalik
AlbyMalik
yang ditunggu-tunggu cerita baruuuu sudah nongollll gasss baca
2026-10-13 20:29:59
1
1
Naomiliana
Naomiliana
seru banget kakkk, semangat update kak
2026-10-13 16:51:31
1
1
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status