Aisyah Ais
Orang-orang selalu menyebutku anak pelakor. Sedih, kesal, marah, tapi itulah kenyataannya. Bahkan aku selalu ditolak calon mertua karena cap anak pelakor itu.
Yang lebih menyakitkan lagi, laki-laki yang selalu aku kagumi dan yang dulu selalu melindungiku, malah membenciku karena ibuku lah yang merusak rumah tangga orang tuanya.
122