Kuli Gagah Spesialis
Begitu pintu kayu tripleks di lantai atas dibuka, hawa dingin dari AC tua berdesir menyambut mereka.
Ruangan itu sangat sederhana, khas kamar bujangan lapangan. Hanya ada satu ranjang kayu single dengan seprai abu-abu polos, sebuah lemari pakaian kecil, dan sebuah kipas angin yang mati. Ruangan ini tidak bersekat, membuat jarak di antara mereka terasa begitu dekat dan intim.
Maya melangkah masuk, memeluk cooler bag kecilnya dengan canggung. Pandangannya mengedarkan ke sekeliling ruangan yang rapi namun sempit itu, sebelum akhirnya terhenti pada Wildan.