Bara Dendam Sang Prabu Boko
"Puji syukur kehadirat para Dewata, Paduka. Gusti Putri Ron Ayu… ia telah melahirkan, Tuanku, tepat pada tengah malam suci ini. Sebuah anugerah tak terkira dari langit… bukan satu, melainkan sepasang kembar, Paduka. Seorang putra gagah perkasa, dan seorang putri cantik jelita. Keduanya lahir dengan selamat sentosa, berkat restu Hyang Widhi, menjadi pelipur lara di Malam Siwaratri yang sakral ini."
Mendengar bisikan itu, Prabu Boko terdiam, seolah waktu berhenti berputar dan seluruh alam Raya membisu. Mata tajamnya menatap kosong ke arca Batara Siwa di hadapannya, patung yang selama ini menjadi lambang kekuasaannya, sekaligus penanda kehancuran bagi musuh-musuhnya. Keris pusaka yang tadi ia s
Hot Chapters