Penyesalan Setelah Poligami
"Jangan ngomong seperti itu, Sayang. Kamu sangat baik, akulah yang terlalu serakah. Akulah yang kurang ajar tidak bisa bersyukur dengan karunia Allah yang begitu sempurna,"
"Jangan berlebihan, aku tidak akan tersanjung dipuji seperti itu. Karena itu sangat jauh dari kenyataan. Manusia sempurna hanya ada pada diri Rasulullah, aku sangat jauh dari kata baik, apalagi sempurna," aku mencoba mengurai pelukan dari Bang Akram.
"Biarkan seperti ini dulu, Sayang. Aku ingin menenangkan diri atas rasa bersalahku sama kamu, maaf,"