Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
황제가 사랑한 여인

황제가 사랑한 여인

소만리는 기모진을 12년 동안 사랑했지만 기모진은 소만리를 감옥에 보냈다.그녀는 고통 속에서 기모진과 다른 여자가 애틋하게 사랑하는 것을 보았다.5년 후, 소만리는 더 강해져서 돌아왔다. 그녀는 더 이상 그를 기모진만을 사랑하는 여자가 아니다.이전에 그녀에게 잔인하고 매몰차게 대하던 그가 한없이 다정해지다니! 심지어 많은 사람이 쳐다보는 앞에서 발등에 입을 맞추며 “만리야, 한때는 내가 다른 사람을 사랑했어… 앞으로 남은 생을 속죄하며 살게”라며 약속했다. 하지만 소만리는 차갑게 웃으며 거절했다. “네가 죽지 않는 이상 너를 용서하지 않을 거야”
8451.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 12.6K fois en tant que 12 ksatria meja bundar
Read
+Librairie
DI BAWAH PENGARUH MANTRA

DI BAWAH PENGARUH MANTRA

Eti Rihana
Selama bertahun-tahun Nana tidak menyadari bahwa dia dalam pengaruh santet. Hingga suatu hari temannya, Yuli yang pertama kali memberitahu bahwa dirinya diikuti oleh mahluk ghaib yang memiliki kekuatan cukup besar. Mahluk itu sudah cukup lama mengikuti Nana. Ayu, adik kandung sendirinya dan juga temannya juga mengatakan hal yang sama. Tapi Nana mengabaikannya. Tujuh tahun berselang, Nana bertemu Intan seorang Indigo. Intan mampu berkomunikasi dengan mahluk ghaib yang mengikuti Nana. Intan bilang jika si mahluk ghaib itu senang karena kali ini Nana memberi perhatian akan keberadaannya. Nana menolak untuk pergi ke orang pintar, dan memilih bergabung dengan kelas meditasi tapa brata 12 hari. Pada hari kedua meditasi, Nana mendapat serangan tak kasat mata. Kepalanya bagai dipukuli dengan godam dari berbagai penjuru. Beruntung, Nana mampu bertahan walau dengan menahan kesakitan yang luar biasa. Selang beberapa hari, Nana kembali mendapatkan serangan kasat mata. Serangan kali ini lebih dasyat dari serangan pertama. Beruntung, sesi konsultasi dengan Gurunya tiba. Sang Guru mengatakan bahwa mahluk itu dikirim oleh sesorang karena faktor sakit hati. Mantranya ditanam di tulang. Itulah yang menjelaskan mengapa kekuatan mahluk itu sangat kuat. Dengan dibantu oleh Sang Guru, Nana mulai proses pelepasan mantra santet dan mahluk ghaib yang sangat menguras tenaga dan mental Nana. Ngeri, jijik, pasrah dan rasa sakit campur aduk menjadi satu. Sementara hujan badai dengan angin menderu serta gelegar halilintar mengiringi proses itu.
102.8K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 110 fois en tant que 12 ksatria meja bundar
Read
+Librairie
The billionaire's vengeful queen

The billionaire's vengeful queen

Synopsis: The Billionaire’s Vengeful Queen Aurora Voss-Ryder has spent ten years perfecting the role of perfect wife to billionaire Damien Ryder. On their anniversary, she gifts him a rescued AI startup worth $400 million and proof she’s the reason Ryder Corp still breathes. In return, he hands her divorce papers, a forged scandal, and a threat to leak photos of her begging. Pregnant and betrayed, Aurora walks out with nothing but a positive test and a text from a ghost: “The Voss bloodline isn’t broken. Come home.” In her mother’s abandoned Brooklyn studio, Aurora unlocks a safe containing a $12 billion secret—VossTech, an AI empire built in shadows, 51% hers if she marries within a year of her mother’s death. With joint accounts frozen and paparazzi circling, she allies with Victor Kane, her mother’s dying partner and the only man who can give her controlling interest. A paper marriage, a black diamond ring, and a syringe of custom prenatal serum later, Aurora storms the VossTech boardroom in a killer pantsuit and claims interim CEO. But Damien isn’t finished. He forges abortion records, demands custody of the unborn child, and prepares a hostile takeover. Aurora counters with offshore leaks, a turncoat mistress, and two ex-Mossad shadows in the vents. At midnight in Ryder Tower, gun drawn and city watching, she tears up his custody agreement and watches federal agents drag him away. Victory tastes like ash when Victor’s heart fails hours later. His final words warn of a “blood moon” birth and enemies still hunting the Voss gene. With her due date looming and a new message signed –E., Aurora realizes the war for her empire, her child, and her life has only begun.
439 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 13 fois en tant que 12 ksatria meja bundar
Read
+Librairie
Balas Dendam yang Hening

Balas Dendam yang Hening

Aku adalah satu-satunya kelemahannya. Ketua Mafia Alex Mahardika, penguasa Kota Valenusa. Dan aku adalah permaisurinya. Namun beberapa hari sebelum anak kami lahir, aku dilempar ke Pertarungan Dermaga Hitam, tempat itu adalah tempat permainan kejam yang disiarkan untuk hiburan dunia mafia. Peluru beterbangan, jebakan tersembunyi menunggu di setiap sudut, setiap upayaku yang ketakutan dan menyedihkan untuk bertahan hidup disiarkan langsung di layar-layar raksasa. Lalu, aku mendengar suara tangan kanan kepercayaannya dari pengeras suara. "Bos, istri Anda akan segera melahirkan. Anda yakin mau berada di sini?" Aku membeku. Alex ada di sini? Beberapa saat kemudian, suara manis seorang wanita terdengar dari pengeras suara. "Lupakan jalang itu. Alex bilang satu-satunya hal yang penting hari ini adalah berada di sini bersamaku. Iya kan, sayang?" Itu Nadira Santoso. Putri dari Aliansi Valenusa. Kekasih masa kecil Alex dari Kota Valenusa, wanita yang selalu dia manjakan dan perlakukan secara istimewa. Selama bertahun-tahun dia menolak perasaan wanita itu, tetapi tidak pernah menolak kemauannya. Hari ini dia sedang dalam suasana hati yang buruk dan memaksa ingin menonton pertandingan maut itu, jadi Alex datang untuk menemaninya. Aku berteriak memanggil Alex, dan memohon bantuannya, tetapi dia tetap yakin aku adalah pembunuh bayaran yang menyamar. Karena Nadira tertawa dan berkata permainan itu perlu dibuat lebih menarik, dia menekan tombol itu. Anjing-anjing patroli yang buas mengejarku. Air ketubanku pecah, bercampur dengan darah di tanah. Aku pun kesakitan. Permainan itu mencapai puncaknya ketika lebih banyak anjing dan pria bersenjata mengepungku dari segala arah. Semua orang bertaruh siapa yang akan mati berikutnya. Alex tersenyum sambil berkata dengan suaranya yang rendah dan terdengar tidak peduli, "Aku bertaruh perempuan menjijikkan itu yang akan mati." Dia baru mengetahui kebenarannya ketika aku kehabisan darah di meja operasi, dan anak kami mati bersamaku. Mereka bilang ketua mafia yang kejam itu hancur. Benar-benar hancur.
3.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 128 fois en tant que 12 ksatria meja bundar
Read
+Librairie
SECRETARY DAN CEO

SECRETARY DAN CEO

Kholis don't panic
Dua tahun sebelumnya ...,Beberapa majalah bisnis yang mencatut nama perusahaanya tercetak dan beredar di seluruh Ibukota. Berita-berita ekonomi dan bisnis menyuarakan namanya dan mengagungkan perusahaannya. Bahkan media elektronik juga tak luput memberitakan tentangnya. Perkembangan Artha Group semakin melesat menembus kejayaan yang di impikan Aditya. Menempati jajaran sepuluh perusahaan properti yang merajai industri pembangunan di Indonesia, membuat pria itu nampak bangga dengan hasil yang ia peroleh dari tahun ke tahun. Tak tanggung-tanggung, jumlah aset yang sudah dimiliki perusahaan Aditya sampai detik ini berkisar 58,76 trilliun dan hal itu terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 57,65 trilliun. Hal ini membuat perusahaannya menjadi salah satu perusahaan yang di rekomendasikan dalam pembangunan apa pun di beberapa wilayah. Selain itu, nampaknya kejayaan Aditya tak hanya di Indonesia. Perusahaan cabang yang berada di Perancis juga membuahkan hasil yang sama dengan induk perusahaannya. Aditya masih menatap sebuah majalah bisnis yang mencetak nama dan perusahaannya di sampul depan untuk edisi minggu ini. Hal itu menjadi tolak ukur atas keberhasilannya kembali dalam memanajemen apa yang sudah ia bangun beberapa tahun lalu. "Permisi, Pak Aditya," sapa Sandra—sekretaris pribadi sekaligus kepercayaan Aditya—yang saat ini sudah berada tepat di depan meja kerja pria itu. "Ya, Sandra ...," tanggap Aditya. "Hari ini, ada beberapa jadwal wawancara yang sudah saya susun untuk Bapak. Untuk hari ini ada dua perusahaan media massa yang bertandang ke kantor nanti jam sepuluh. Bagaimana, Pak? Pak Aditya bisa menemuinya sendiri?"Akan tetapi, bukannya pria itu mendengarkan ucapan sang sekretaris, justru ia menatap Sandra dengan lekat. Menatap kecantikam sekretarisnya itu yang semakin hari semakin terpancar begitu saja."Pak? Pak Aditya?" tegur Sandra."Memangnya di sini ada siapa selain aku dan kamu?" Sandra memandang netra lelaki itu dan seo
8.814.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 429 fois en tant que 12 ksatria meja bundar
Read
+Librairie
PENGANTIN PENGGANTI

PENGANTIN PENGGANTI

"Hei, apa-apaan kamu? Siapa kamu?" teriak gadis yang sedang di tarik tiba-tiba oleh orang tidak di kenal begitu dia memasuki sebuah cafe. "Pleaseee, sebentar aja. Tolong bantuin aku sebentar ya Dek. Sepuluh menit, Lima menit, nggak ... nggak, dua menit," ujar pria muda yang menarik lengannya dengan wajah memelas. "Aku sedang terdesak dan tidak tahu harus minta tolong siapa lagi, tolong ya, Dek," ujar pria itu lagi karena dia di pelototin oleh gadis muda yang sembarang dia tarik. Karena tak kunjung di jawab, dengan keberanian yang datang entah dari mana, dia mendekat dan berbisik mengatakan maaf. Tangannya membelai rambut gadis itu dan mendekatkan bibirnya ke puncak kepala itu dan menciumnya. Entah apa tujuannya, tapi dia terlihat seolah-olah sedang memberi kekuatan pada gadis yang sedang di landa kebingungan itu. "Apa yang k--?" "Sttt, tolong berpura-puralah jadi kekasihku. Aku akan membalasnya dengan apapun yang kamu minta setelah ini. Aku lagi di awasi, sorry ya udah lancang pegang kepala kamu," jawab pria itu dengan nada penuh permohonan dan suaranya sangat halus dan terdengar tulus saat meminta maaf. "Lancang bangat malah," gumam gadis itu setelah mengingat bahwa selain di pegang dan di elus, kepalanya juga di cium. Dan sekarang, tangannya di gandeng tanpa permisi dengan begitu erat karena si pria juga khawatir gadis random yang di seretnya kabur tiba-tiba sebelum acara inti dari pencomotan random ini di mulai. "Sorry, nama kamu siapa, Dek?" "Ella!" "Tian, Sebastian," jawab pria itu nyaris berbisik walau gadis bernama Ella itu tidak menanyakan balik namanya. Pintu VIP di dorong dan Ella langsung berkeringat dingin begitu melihat beberapa orang sedang duduk melingkar di sebuah meja perjamuan yang cukup luas. Pria dan wanita, tua dan muda, semua mata menatap pada mereka yang baru saja menapakkan kaki di ambang pintu. "Mami, ini Ella. Pacar Tian."
653 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 15 fois en tant que 12 ksatria meja bundar
Read
+Librairie
Harga Mahal dari Sebuah Mangga

Harga Mahal dari Sebuah Mangga

Saat aku berusia tujuh tahun, wanita cantik yang dibawa pulang oleh ayahku memberiku sekotak mangga. Hari itu, sambil melihatku menyantap mangga dengan lahapnya, ibuku membubuhkan tanda tangannya di atas surat cerai, lalu melompat dari gedung untuk mengakhiri hidupnya. Sejak saat itu, mangga menjadi mimpi burukku seumur hidup. Oleh karena itu, di hari pernikahan kami, aku berkata kepada suamiku, Edwin Faresta, "Kalau suatu saat kamu mau cerai, kasih saja aku buah mangga." Suamiku memelukku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun, sejak saat itu, mangga juga menjadi hal yang tabu bagi dirinya. Pada malam Natal di tahun kelima pernikahan kami, teman masa kecil suamiku meletakkan sebuah mangga di atas meja kerjanya. Hari itu juga, suamiku mengumumkan pemutusan hubungan dengan teman masa kecilnya, Rani Delana dan memecat Rani dari perusahaan. Pada hari itu, aku merasa bahwa dialah pria yang memang sudah ditakdirkan untukku. Hingga setengah tahun kemudian, aku kembali dari luar negeri setelah berhasil menegosiasikan kontrak kerja sama senilai dua triliun. Di pesta perayaan itu, suamiku menyodorkan segelas minuman kepadaku. Setelah aku meminum setengahnya, teman masa kecil suamiku, yaitu wanita yang dulu diusirnya dari perusahaan itu, berdiri di belakangku dan bertanya sambil menyeringai, "Apa jus mangganya enak?" Dengan wajah penuh rasa tidak percaya, aku menoleh ke arah Edwin, suamiku. Namun, Edwin justru menahan tawa dan berkata, "Jangan marah ya. Rani bersikeras memintaku untuk mengerjaimu sedikit." "Aku kan nggak kasih kamu buah mangga. Aku cuma kasih kamu sebotol jus mangga saja." "Lagi pula, menurutku Rani benar. Kamu nggak mau makan mangga itu cuma karena kamu banyak tingkah aja." "Lihat sendiri, 'kan? Tadi kamu meminumnya dengan sangat senang." Wajahku langsung menjadi dingin. Aku mengangkat tangan dan menyiramkan sisa jus mangga itu ke wajah pria itu, lalu berbalik pergi. Ada beberapa hal yang selamanya tidak akan pernah menjadi bahan candaan. Mangga bukan sekadar lelucon dan niatku untuk bercerai juga bukan candaan.
12.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 376 fois en tant que 12 ksatria meja bundar
Read
+Librairie
Dinikahi CEO berstatus Duda

Dinikahi CEO berstatus Duda

AkaraLangitBiru
Pilihan berat kini Anna hadapi di detik-detik sisa hidupnya. Sungguh ia begitu dilema dengan apa yang menjadi pilihannya, gara-gara penyakit yang di idapnya sejak bangku kuliah membuat ia harus memutuskan antara hidup dan mati. Jika tetap dibiarkan hidup rasanya percuma sebab ia tidak akan bisa menjadi perempuan pada umumnya. ya, ia tidak akan pernah bisa memiliki anak sebab penyakit yang menggerogotinya mengharuskan ia berakhir di meja operasi untuk pengangkatan rahim. sungguh, ini tidak bisa di percaya. "Pikirkan baik-baik nak, sungguh Ayah dan ibumu tidak ingin kehilangan putri kesayangan satu-satunya. Cepat putuskan apa yang akan kamu pilih, ayah harap kamu mau mendengarkan perkataan dokter Darius. tak apa nak, jika kamu tidak bisa memiliki anak. Ayah dan ibumu ridho asalkan kamu kembali sehat" dengan nada bergetar Herman berujar. Matanya kini menatap sendu putri semata wayangnya, membuat Anna tak lagi bisa menahan kesedihan atas apa yang ia alami saat ini. "Tapi Ayah, Anna ingin memiliki anak seperti kebanyakan orang. Apalagi Mario, calon suami Anna itu selalu mengidam-idamkan anak yang lucu-lucu dariku. Bagaiman jika Mario tau? pasti ia akan kecewa dan meninggalkanku" rasa sesak kini menyelimuti rongga dadanya, ya tuhan ujian apa ini? "Lupakan Mario, fokuslah pada kesembuhanmu. Kita bisa cari solusinya nanti, jika dia benar-benar mencintaimu tanpa syarat, dia pasti akan tetap memilih bersamamu tapi jika tidak? ayah sudah siapkan calon suami yang lebih baik dari dia, dan insyaallah ia akan lebih menerima keadaanmu" bak di sambar petir siang bolong, kini yang Anna rasakan saat ini. Apa yang dikatakaan ayahnya sungguh menyayat luka dihatinya, batinnya seakan terasa tersiksa. Dadanya sesak, kepalanya kian terasa pening. Sekali lagi, pilihan mana yang harus dia ambil? menuruti kata dokter untuk di operasi dan menikah dengan laki-laki yang sudah ayahnya pilihkan atau tetap merasakan sakit dan menikah dengan Mario, kekasih tercintanya meski harapan hidupnya tidak akan lama lagi?
107.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 238 fois en tant que 12 ksatria meja bundar
Read
+Librairie
Kejamnya Mulut Suamiku

Kejamnya Mulut Suamiku

Matahari pagi baru saja menyelinap masuk lewat celah jendela kamar yang kacanya sudah mulai berdebu. Rina mengerjap pelan, mengusap sisa kantuk dari matanya, namun rasa lelah yang terasa di sekujur tubuhnya tak kunjung hilang. Sudah tiga tahun ia menikah dengan Dimas, lelaki yang dulu ia anggap sebagai pelindung dan harapan hidupnya, namun kini berubah menjadi beban terberat yang harus ia pikul sendirian. Dimas duduk di tepi kasur, wajahnya masam seolah dunia ini selalu berbuat salah padanya. Ia tidak pernah mau bekerja. Setiap kali Rina mengajaknya mencari pekerjaan, jawabannya selalu sama: "Pekerjaan apa yang ada di sini? Semuanya rendah dan tidak pantas untukku." Padahal, banyak tetangga yang bekerja sebagai buruh, pedagang, atau tukang ojek demi menafkahi keluarga. Dimas lebih suka duduk di rumah, merokok, dan menunggu uang datang entah dari mana. "Kamu bangun saja lama sekali, apa kamu mau kami kelaparan terus?" suara Dimas meledak, nada bicaranya tinggi dan penuh amarah, padahal Rina baru saja duduk di pinggir kasur. Rina menunduk, menahan air mata yang mulai menggenang. "Maaf, Mas. Aku cuma ingin istirahat sebentar saja, kemarin aku pulang larut malam dari tempat kerja." "Alasan saja!" Dimas menggebrak meja kecil di samping kasur, membuat barang-barang di atasnya bergetar. "Kerja, kerja, tapi uangnya tidak pernah cukup. Kamu yang tidak pandai mengatur uang, ya kan? Atau mungkin kamu menyembunyikannya di belakangku?" "Tidak, Mas... semua uang yang aku dapatkan aku berikan kepadamu dan untuk kebutuhan rumah," jawab Rina lemah. Gajinya sebagai buruh jahit memang tidak seberapa, namun ia berusaha sekuat tenaga agar kebutuhan dasar terpenuhi. Tapi Dimas selalu saja tidak puas. Uang yang ia berikan seringkali habis untuk rokok atau nongkrong bersama teman-temannya, dan saat uang habis, ia kembali marah-marah, menyalahkan Rina karena tidak memberi lebih banyak.
23 VuesEn cours
Read
+Librairie
Membuang Bulan Demi Batu Biasa

Membuang Bulan Demi Batu Biasa

Siapa yang tidak kenal Oscar? Di ibu kota, dia adalah anggota Keluarga Demetrius yang paling berandal pada generasi ini. Di usia 18, dia sudah berani menaikkan harga untuk melawan ayah kandungnya sendiri di pelelangan demi merebut barang antik. Di usia 20-an, dia bermain balap sampai hampir kehilangan nyawa di kaki Gunung Alpen. Kecepatannya berganti pasangan bahkan lebih cepat daripada brand mewah merilis koleksi baru. Dia pernah berkata, "Pernikahan itu kain pembungkus kaki dari abad lalu. Siapa mau pakai, pakai saja." Namun tiga tahun lalu, Oscar justru berlutut di depan rumah Emma. Di malam yang turun hujan deras, selama 12 jam penuh, hanya agar Emma mau melihatnya sekali saja. Emma sangat cantik, memiliki aura keluarga terpelajar yang elegan, seperti anggrek langka yang dirawat dengan penuh perhatian. Gadis seperti ini sebelumnya tidak pernah disentuh Oscar. Semua orang menunggu Emma menangis, membuat keributan, bahkan mengancam bunuh diri. Sampai pada lamaran yang menghebohkan seluruh kota itu, Oscar membuat semua orang bungkam dengan sebuah berlian merah muda langka. Di bagian dalam cincin, dia mengukir sendiri satu per satu kata. [ Tahanan Oscar, hukuman seumur hidup. ] Tiga tahun setelah menikah, dongeng milik Emma pun tidak berakhir. Oscar mencintainya dengan sangat mendalam. Semua orang berkata, "Raja iblis dari Keluarga Demetrius itu benar-benar sudah dijinakkan oleh Emma." Emma pun percaya demikian. Sampai sehari setelah hari jadi pernikahan mereka, Emma keluar untuk melukis di alam. Di sana, dia menangkap basah perselingkuhan suaminya. Saat itu juga, dia baru menyadari bahwa cinta Oscar untuknya telah lama sirna.
2.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 86 fois en tant que 12 ksatria meja bundar
Read
+Librairie
Dernier
1
...
373839404142
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status