Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjebak di Dimensi Lain

Terjebak di Dimensi Lain

Nabila
Jendela rumahku gemetar oleh kekuatan guntur yang bergemuruh di langit. Petir menyambar di kejauhan, menerangi malam. Dalam momen kecil itu, beberapa detik cahaya yang membutakan mata menampilkan sosok pria yang berdiri di luar jendelaku. Memperhatikanku. Selalu memperhatikanku. Aku menjalani rutinitas, seperti yang selalu kulakukan. Jantungku berdegup kencang dan berdetak tidak teratur, napasku menjadi dangkal, dan tangan-tanganku menjadi lembab. Tidak peduli berapa kali aku melihatnya, dia selalu menimbulkan reaksi yang sama dariku. Ketakutan, Dan kegembiraan. Aku tidak tahu mengapa hal itu membuatku merasa gembira. Ada yang salah dengan diriku. Tidak normal bagi panas cairan untuk mengalir dalam pembuluh darahku, meninggalkan sensasi terbakar di belakangnya. Tidak biasa bagi pikiranku untuk mulai merenung tentang hal-hal yang seharusnya tidak aku pikirkan. Apakah dia bisa melihatku sekarang? Mengenakan hanya atasan tipis, puting susuku menonjol melalui kain? Atau celana pendek yang kupakai yang hampir tidak menutupi pantatku? Apakah dia suka pemandangan ini? Tentu saja dia suka. Itulah mengapa dia memperhatikanku, bukan begitu? Itulah mengapa dia kembali setiap malam, semakin berani dengan tatapannya sementara aku diam-diam menantangnya. Berharap dia mendekat, sehingga aku punya alasan untuk menempelkan pisau ke lehernya. Sejujurnya, aku takut padanya. Sungguh takut. Tapi pria yang berdiri di luar jendelaku membuatku merasa seolah-olah aku duduk di dalam ruangan gelap, satu lampu menyala dari televisi di mana film horor diputar di layar. Itu sangat menakutkan, dan yang aku inginkan hanyalah bersembunyi, tetapi ada bagian dari diriku yang membuatku tetap diam, membuka diri pada ketakutan. Menemukan sensasi kecil dari situ. Sekarang kembali gelap, dan petir menyambar di daerah yang lebih jauh.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as 3600 detik
Read
+Library
Terlahir Kembali: Tumbal Kekejaman Suami Bengis

Terlahir Kembali: Tumbal Kekejaman Suami Bengis

Menjelang hari perkiraaan lahir, pembukuan senjata Keluarga Gumar tiba tiba mengalami kebocoran besar. Petinggi keluarga langsung mengambil keputusan. Mereka menyuruhku, istri pemimpin yang katanya tidak ada kerjaan, pergi sendiri ke gudang senjata untuk melakukan pemeriksaan. Aku kira itu hanya tugas rutin biasa. Tak kusangka, adik angkat suamiku, Mikha, memanfaatkan kesempatan itu untuk meledakkan seluruh gudang senjata. Ledakannya memekakkan telinga dan kobaran api menelan seluruh langit. Aku tertindih di bawah reruntuhan yang roboh, rasa sakit di perutku seperti disayat pisau. Namun, aku tidak menghubungi Justin lewat jalur pribadinya yang berprioritas paling tinggi. Aku malah memilih mengirim sinyal minta tolong kepada ayahku. Karena di kehidupan sebelumnya, pada detik pertama ledakan terjadi, aku menggunakan jalur prioritas itu untuk menghubunginya. Anakku akhirnya selamat. Namun, Mikha hancur tak bersisa dalam ledakan itu. Justin memang berkata tidak menyalahkanku. Dia mengatakan bahwa Mikha hanyalah orang luar, tidak sepenting ahli waris. Dia bahkan menghabiskan sejumlah besar uang untuk mendatangkan ahli kandungan yang menjagaku 24 jam dan menyuruhku tenang menunggu persalinan. Namun, tepat pada hari aku melahirkan. Dia sendiri yang mengunci aku dan anakku di dalam gudang kosong yang disiram bensin, lalu membakar kami hidup-hidup. Sebelum kesadaranku lenyap, lewat kobaran api yang menjulang tinggi, aku melihat wajahnya yang kejam seperti iblis. "Kalau bukan karena kamu sengaja mengulur waktu, Mikha nggak akan mati. Kamu pikir kamu bisa menipuku dengan pura-pura jadi korban tak bersalah? Mimpi!" "Kamu suka bermain api, 'kan? Baik, akan kubiarkan kamu merasakan sendiri keputusasaan terakhir Mikha!" Saat aku membuka mata lagi, aku sudah kembali ke lokasi ledakan gudang senjata itu.
3.4K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as 3600 detik
Read
+Library
Pesona Istri Bayaran 100 Miliar

Pesona Istri Bayaran 100 Miliar

“Kenapa ini? Kenapa rasanya tidak nyaman begini?” gumam Bea dengan suara semakin serak dan lemah. Nigel berjongkok tepat di depan Bea yang bergerak tak tenang. Sebelah alis Nigel terangkat, ia memperhatikan wajah Bea yang semakin memerah. Melihat gelagat tak normal dari tubuh Bea, Nigel pun langsung paham apa yang terjadi kepada wanita cantik itu. “Ternyata kau pun menggunakan cara murahan ini untuk memikat saya,” decih Nigel sinis, “jika bukan untuk membuat wanita parasit itu marah dan kesal, kau tidak akan memiliki kesempatan masuk ke kamar ini. Jadi tidak usah bermain trik murahan ini dengan saya, atau saya lempar kau ke kandang singa saat ini juga. Berdiri dan jangan bertingkah!” desis Nigel memperingati Bea. “Aah!” Nigel terkejut ketika Bea tiba-tiba menarik dasinya. Pria itu sempat terhuyung, sehingga harus menopang tubuhnya dengan tangan di lantai. Dengan posisi itu mata coklat muda milik Nigel beradu tatap begitu dekat dengan sepasang mata hijau Bea. Beberapa detik Nigel diam, seakan terhanyut oleh sinar mata hijau bak danau milik model cantik itu. “T-tolong saya, Tuan. Jangan sakiti saya, tolong antarkan saya pulang. D-dia, pria itu brengsek.” Bea berceloteh tak jelas dengan suara parau menahan lenguhan. Tubuhnya semakin tidak nyaman, bahkan ia terus menarik-narik tali gaun seksinya. “Aah, saya tidak nyaman. Ini panas sekali, tidak nyaman.” Nigel menggeram. Ia mencengkram pipi Bea dengan tangannya. “Saya sudah peringatkan, jangan bermain trik dengan saya. Kau sangat berani sekali. Orang yang lancang sepertimu ini kemarin berakhir tanpa kepala, apa kau juga ingin menyusul?” desis Nigel.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as 3600 detik
Read
+Library
Cinta yang Kutunggu Tak Berakhir Di Pernikahan

Cinta yang Kutunggu Tak Berakhir Di Pernikahan

Di era tahun 80-an dan tepat seminggu sebelum pernikahan, tunanganku diam-diam lolos seleksi agen rahasia tanpa memberitahuku. Dia buru-buru masuk ke tim dan hanya meninggalkan satu kalimat yang menyuruhku untuk menunggunya. Aku menuruti ucapannya dan menunggunya dengan sepenuh hati. Namun selama tiga tahun ini, semua jatah kunjungan keluarga bulanan tunanganku itu selalu diberikan pada orang lain. Bahkan saat ibuku sakit keras dan kami kekurangan uang sekalipun. Padahal, aku sudah menangis hingga hatiku terasa dicabik-cabik, hanya untuk bertemu atau meneleponnya sekali saja. Setelah menyampaikan pesanku, satpam hanya bisa memberitahuku dengan tak berdaya, "Hari kunjungan Pak Gunawan sudah dipakai, tunggu bulan depan saja." Aku pun memasang wajah murung dan bersiap untuk pergi. Namun pada detik berikutnya, sahabat masa kecil tunanganku itu malah masuk dengan semudah itu. "Pak Gunawan sudah berpesan khusus, kamu boleh langsung cari dia di kantornya. Dia baik sekali sama kamu. Meskipun kamu sudah patah hati selama setahun, dia masih khawatir suasana hatimu buruk sampai sengaja kosongkan jatah hari kunjungannya untukmu," kata satpam itu pada sahabat masa kecil tunanganku itu. Melihat aku masih ingin menerobos masuk lagi, satpam buru-buru menghalangiku. "Sudahlah, jangan berharap lagi. Pak Gunawan mana punya uang, semua uangnya sudah kasih ke sahabat masa kecilnya itu." Malam itu, ibuku bahkan tidak sempat meminum obat pereda nyeri. Semua ini salahku ... aku memang tidak berguna. Aku benar-benar tidak ingin menunggu tunanganku itu lagi. Saat dia akhirnya selesai belajar dan pulang ke kampung halaman, aku juga sudah menjadi istri orang lain.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as 3600 detik
Read
+Library
Aturanmu, Bukan Aturanku!

Aturanmu, Bukan Aturanku!

Aku adalah Isha, putri dari bos mafia nomor satu di Sisilia. Sejak kecil aku selalu memberontak. Ayah takut aku suatu hari bertindak gegabah dan menikah dengan orang yang tidak pantas, jadi dia langsung memberi perintah bahwa aku harus bertunangan dengan Luca, pewaris Keluarga Marino yang sedang naik daun. Meskipun ini pernikahan politik, setidaknya aku ingin memilih cincin yang kusukai. Oleh karena itu, aku menghadiri lelang keluarga mafia. Saat cincin permata penutup acara ditampilkan, aku mengangkat papan penawaran. Palu lelang bahkan belum jatuh ketika suara wanita yang arogan terdengar dari samping belakangku. "Gadis kampungan sepertimu berani ini menyaingiku? Empat miliar! Kalau tahu diri, cepat keluar sendiri." Tempat itu langsung hening selama beberapa detik, hanya terdengar suara rana kamera yang pelan. Aku menoleh dan melihat seorang wanita mengenakan gaun haute couture berwarna emas. Senyum santai menggantung di sudut bibirnya, seolah seluruh ruang lelang adalah panggung pribadinya. Belum sempat aku bicara, juru lelang sudah tergesa-gesa mengetukkan palu. "Terjual! Selamat kepada Nona Sophie yang berhasil mendapatkan cincin utama 'Bintang Abadi'!" Alisku mengerut dan amarahku membuncah. "Belum selesai dilelang sudah bisa diketuk? Tempat ini aturannya buruk sekali." Sophie berbalik dengan tatapan tajam, menilikku dari ujung sepatu hingga puncak kepala. "Aturan?" Dia mengejek, "Sayang, aku ini Sophie, adik angkat Luca, pewaris Keluarga Marino. Di sini, akulah aturan!" Aku tak bisa menahan tawa. Kebetulan sekali, Luca adalah nama tunanganku. Aku segera mengambil ponsel dan menekan nomor yang sudah kuhafal. "Luca,'adik angkatmu’ baru saja merebut cincin pertunanganku. Kamu mau gimana?"
29.2K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as 3600 detik
Read
+Library
Terlahir Kembali: Menagih Utang Penyesalan

Terlahir Kembali: Menagih Utang Penyesalan

Aku selalu hidup dalam bayang-bayang kakakku, Nadina. Dia adalah wanita yang sejak kecil selalu diperlakukan bak permata oleh para pewaris keluarga mafia. Dia tidak tahu bahwa aku telah terlahir kembali. Sama seperti kehidupan sebelumnya, dia tersenyum lembut dan manis, membiarkan aku memilih calon pasangan pernikahan lebih dulu. Seolah-olah dia begitu pengertian dan berbesar hati. Namun, kali ini aku menolak. Di kehidupan lalu, dengan polosnya aku percaya bahwa dia bermaksud baik. Aku menikah dengan lelaki yang direkomendasikannya, Darel. Darel adalah seorang pewaris yang konon lumpuh setelah diserang dalam sebuah penyergapan. Aku melepaskan hak untuk mewarisi keluarga, menjadi perawatnya, menjadi tongkatnya, dan menjadi obat yang mengusir kesepiannya. Namun, sebanyak apa pun kehangatan yang kuberikan, aku tetap tidak mampu mencairkan hatinya. Hingga hari perayaan kehamilan kakakku, kebenaran itu tersingkap dengan nyata di hadapanku. Saat seorang pembunuh dari keluarga musuh mengarahkan senjata ke perut kakakku, lelaki yang bertahun-tahun tidak pernah berdiri itu tiba-tiba bangkit. Dia mendorongku ke arah moncong senjata itu. Tujuh peluru menembus rahimku. Di detik terakhir ketika aku jatuh, aku melihat dia memeluk Nadina dengan erat dan menggunakan tubuhnya untuk melindungi Nadina dari peluru terakhir. Saat itulah, aku akhirnya mengerti. Dia tidak pernah lumpuh. Dia juga tidak pernah ditinggalkan oleh keluarganya. Karena Nadina memilih pria lain, dia berpura-pura sakit agar tidak perlu menikah denganku. "Maaf, Ravina, aku menipumu. Tapi aku nggak bisa membiarkan Nadina kehilangan pewaris di kandungannya." "Utangku padamu ... akan kubayar di kehidupan berikutnya." Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika ayahku menuntut kami memilih calon pasangan pernikahan. Kali ini, aku tidak memilih siapa pun. Namun, malah merekalah yang memohon mendapatkan cintaku.
17.9K viewsCompletedAdded to Library 678 Times as 3600 detik
Read
+Library
Istri Rahasia

Istri Rahasia

Namira, gadis berparas cantik itu memiliki kepribadian sederhana seperti namanya yang hanya satu suku kata. Masa kecil Namira kelam, setelah kematian ibundanya dia harus mengurus sang ayah sendirian yang terkena strook. Namira dipaksa menjadi dewasa sebelum waktunya. Entah apa dosanya di kehidupan yang lalu atau mungkin ada dosa kedua orang tuanya yang membuat Namira selalu dirundung derita hingga saat dia berpikir akan lepas dari kesengsaraan karena telah memiliki pekerjaan tetap di sebuah perusahaan besar—suatu tragedi mengerikan malah menimpanya. Tiga orang pemimpin di perusahaan tempat dia bekerja melecehkannya secara bergantian di sebuah apartemen milik salah satu di antara mereka. Dia harus keluar dari pekerjaan karena ancaman si pelaku dan menanggung trauma besar yang menghancurkan mental hingga dia berniat untuk bunuh diri. Tapi tanpa disangka-sangka, di detik terakhir nyawanya akan melayang—seorang pria bernama Reyshaka Khalis Byantara yang merupakan pemilik perusahaan tempatnya dulu bekerja datang menolong. Bukan tanpa alasan, pria tampan yang masih lajang di usia tiga puluh tahun itu ingin memastikan agar Namira tidak membuat laporan ke Kepolisian yang akan menghancurkan nama baik perusahaan karena si pelaku adalah para petinggi di bawah pimpinannya. Reyshaka dengan baik hati menawarkan sebuah kompensasi yaitu menikahi Namira untuk memberikan status dan memulihkan kondisi psikisnya sampai sembuh tapi setelah Namira sehat jiwa dan raganya, pria itu akan menceraikan Namira. Apakah Namira bersedia menerima tawaran dari Reyshaka di saat dia tahu kalau di masa lalu ada kejadian kelam serupa yang menimpa ibunda Resyshaka yang ternyata pelakunya adalah ayah Altezza Rizki Putra-ayahanda tercinta dari Namira.
1071.3K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as 3600 detik
Read
+Library
Om Duda!

Om Duda!

"Mommy!" seorang bocah laki-laki menghampiri Disya yang sedang duduk menikmati es krim bersama dengan ketiga sahabatnya di salah satu caffe. Disya tentu saja membelalakkan matanya, yang benar saja bocah laki-laki di depannya memanggil Disya dengan sebutan 'Mommy' padahal Disya masih duduk di bangku kuliah semester tujuh, dan lagipula Disya belum menikah, bagaimana mungkin dia sudah mempunyai anak? Kailash, nama bocah laki-laki itu. Rupanya dia salah mengira Disya Mommynya. Hingga akhirnya seorang lelaki menghampiri meja mereka. Disya sampai membelalakkan matanya, mulutnya menganga ketika melihat lelaki tampan itu. Devan, lelaki yang dipanggil 'Daddy' oleh Kai. Baru pertama kali bertemu saja, rasanya Disya langsung jatuh cinta. Memejamkan kedua matanya, sedikit membenarkan posisi duduknya, lalu menengadahkan kedua tangannya di depan dada. "Ya Tuhan... jodohkanlah hamba dengan Pak Devan, kalo Pak Devan masih ada istri, ambil saja istrinya!" "Astaga, Disya omogan kamu ih!" pekik ketiga sahabatnya berbarengan. Mereka tentu saja syok mendengar ucapan sembarangan yang diucapkan Disya beberapa detik yang lalu. "Sejak kapan kamu suka sama om-om hah?!" "Sejak hari ini!" Berbeda dengan Disya yang langsung terpikat, Devan malah melihat Disya dengan tatapan tidak suka. Namun, Disya akan tetap bertekad, dia harus mendapatkan hati Devan. Setelah menjadi detektif dadakan untuk mengamati Devan. Sebuah fakta yang berhasil membuat Disya merasa sangat senang. Devan hanya tinggal berdua dengan Kai, yang artinya Devan adalah seorang duda bukan? Benar! Tentunya itu adalah kesempatan besar untuk Disya mendapatkan hati Devan. Tidak perlu mengambil hati Kai—bocah itu sudah menyukai Disya sejak pertemuan pertamanya. Tugas Disya hanya mencari cara untuk mengambil hati Devan. Akankah Disya berhasil? "Otw jadi Mommy Kai." — Nadisya Queensa Fatyavia. "Ck! Gadis kecil!" — Devano Zayn Ganendra. ***
9.873.6K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as 3600 detik
Show Reviews (27)
Read
+Library
Anaa
Hai temen-temen^^ Sebelumnya aku mau ngucapin makasih banyak buat yang selalu nunggu novel ini. Aku ngerasa bersalah udah bilang mau update tiap Kamis dan Sabtu, padahal kadang suka engga di tepatin, sorry ..., aku usahain update di hari itu, tpi kalau engga ya mngkin di up di hari berikutnya yaa ...
Michael Sanjaya
sumpah deh...baru x ini baca novel tentang keluarga dan perceraian tp ujung"nya ttp hrs berpisah jg. hahahaha.... uda gt kasian keluarga si cowok yg boleh di blg hancur, si cowok mo rujuk berujung ggal sedangkan adik tnpa pengetahuan kluarga atau si kakaknya hdupnya jg hancur. mantap, ceritanya unik
Read All Reviews
Kembaran Terlupakan: Satu Dicintai, Satu Diabaikan

Kembaran Terlupakan: Satu Dicintai, Satu Diabaikan

Di Keluarga Paladin, setiap anak lahir dengan sebuah cip. Cip itu menyatu dengan bio-arloji di pergelangan tangan mereka, layarnya terus menghitung mundur setiap detik dari sisa hidup yang mereka miliki. Semua orang bisa melihat angka di arloji saudara kembarku terus berkurang. Begitu juga di arlojiku. Mereka semua tahu dia akan meninggal tepat di hari ulang tahun kami yang ke-18. Karena itu, Vivian menjadi putri yang tidak tersentuh di dunia kami yang kejam. Semua gaun bertabur berlian menjadi miliknya. Semua perhiasan paling langka juga menjadi miliknya. Bahkan sisa rasa kemanusiaan ayahku yang terakhir juga hanya diberikan untuknya. Sedikit kehangatan yang hanya terlihat saat pistol ayahku sudah disarungkan kembali. Dulu, aku merasa kasihan padanya. Waktunya terus berkurang. Namun, ya Tuhan ... aku juga iri padanya. Dia punya semua yang tidak pernah kumiliki, kasih sayang orang tua kami. Lalu, pada malam pesta ulang tahun kami yang ke-18 .... Orang tuaku khawatir aku akan membuat keributan. Mereka takut aku akan menyinggung bos mafia dari keluarga sekutu kami. Jadi, mereka mengunciku di ruang bawah tanah. Lembap. Dingin. Sementara demam parah membakar seluruh tubuhku. Aku terus menggedor-gedor pintu kayu ek yang berat itu sampai suaraku serak. "Mama, tolong! Keluarkan aku! Tubuhku panas sekali. Kepalaku sakit banget ...." Dari luar, suara ibuku terdengar dingin dan tak tergoyahkan. "Cukup, Lilian! Hari ini ulang tahun adikmu yang ke-18. Hari terakhirnya hidup! Berhenti cari perhatian! Apa kamu nggak bisa menahan diri demi kehormatan keluarga kita?" "Tapi aku benar-benar sakit ...." Suara langkah kakinya makin lama makin menjauh, sampai akhirnya lenyap. Lalu, kegelapan menelanku sepenuhnya. Di pergelangan tanganku, bio-arloji itu terus berkedip dan menunjukkan peringatan darurat. [ PERINGATAN KRITIS: Tanda vital tidak cocok. Data cip yang terhubung tidak kompatibel. Harap verifikasi pengguna. ]
811 viewsCompletedAdded to Library 21 Times as 3600 detik
Read
+Library
Menyerahkan Diri Untuk Pernikahan Seharga 5 Juta

Menyerahkan Diri Untuk Pernikahan Seharga 5 Juta

Pada hari keluarga kami runtuh, aku menarik ayahku turun dari atap gedung. Para penagih utang mengepung di depan pintu, menggunakan ibu yang sudah stadium akhir kanker paru-paru untuk mengancamku, memaksaku melunasi utang judi ayah sebesar lima juta dolar dalam waktu tiga hari. Aku berbalik dan menyetujui lamaran bos mafia Lorenzo dari Keluarga Witaria. Syaratnya, aku ingin lima juta dolar. Di ujung telepon, dia terdiam selama tiga detik, lalu tertawa pelan, "Sepakat." Lorenzo adalah mantan sekutu ayahku, pewaris Keluarga Witaria. Kami sudah berpacaran selama tiga tahun, aku kira dia mengerti kesulitanku. Namun baru setengah tahun setelah menikah, dia membawa seorang wanita bernama Ainslie pulang ke rumah. Aku bahkan belum sempat bicara, sebuah perjanjian pranikah dilempar ke wajahku. "Jangan lupa posisi kamu. Bukankah dulu kamu menjual seluruh hidupmu padaku seharga 5 juta dolar? Dengan harga itu, cukup untuk membeli seumur hidup kamu tunduk dan merendah, bukan?" Aku mengepalkan tangan, Kukuku menancap ke daging dan aku tak mampu membantah. Sampai suatu hari penyakit ibu kambuh, tagihan obat di rumah sakit selalu kurang 500 dolar. Di telepon, dia berkata dengan suara dingin, "Kamu ini ketagihan jadi perempuan matre ya?" Di saat yang sama, dia menghabiskan 50 juta dolar untuk membeli kalung bagi Ainslie. Untuk merayakan bahwa Ainslie memberikan malam pertamanya kepadanya. Perawat mendorong pintu untuk ketiga kalinya, "Nona, biaya obat Anda ...." Aku tersenyum tipis, lalu menyetujui permintaan Ainslie. Aku memulai siaran langsung, mengumumkan ke publik bahwa aku tidak pernah mencintai Lorenzo. Pernikahan yang dibeli seharga lima juta itu, juga sudah waktunya berakhir.
2.3K viewsCompletedAdded to Library 76 Times as 3600 detik
Read
+Library
PREV
1
...
101112131415
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status