WANITA YANG MERINDUKAN SURGA
Aku mulai lelah, mulai kehilangan kesabaran menghadapi suamiku yang terus saja berduka.
"Apa maksudmu?" tanya Mas Bagas tanpa merubah posisinya.
"Sampai kapan kamu akan berduka."
"Apa salahnya aku berduka atas kepergian orang tuaku, Mentari?"
"Tidak ada yang salah Mas, tapi semua itu ada batasnya, ada aturannya. Bukan terus-terusan seperti ini, bukan dengan mengabaikan semuanya seperti ini. Aku juga pernah kehilangan, dan aku tahu rasanya. Orang yang sudah tiada tidak butuh diratapi, tapi butuh didoakan. Jangan sampai kamu mengabaikan orang yang masih ada bersamamu," tuturku panjang lebar.
Hot Chapters