Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Angkasa

Angkasa

Rara bertambah baper "Halah, muka ditambal juga." Raka meledek, benar kan? Menghina seusia fakta, Rara itu bedaknya tebal delapan langit, beribu turunan. Sampai saat musim hujan, Rara yang belum sempat berteduh saja polesan make-up luntur, liptint yang merah mudah menjadi bibir aslinya yang pucat, alis yang terbentuk dengan pensil apa itu ala korea-korea, maskara agar lentik, eyes shadow berwarna merah muda tak terlalu kentara menjadi rusak. "Bilang aja lo iri kan karena item, udah gede masih main layangan disawah, sama anak kecil juga." Rara mulai berdebat, sama Raka tak akan habisnya yang dibahas apa disindir sadisnya mana.
84.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai abad ke-16
Baca
+Pustaka
Kelabu

Kelabu

Dania segera mengatur nafas dan kembali menyusul keduanya karena tak ingin tertinggal jauh. “Rumah ini sudah banyak berubah,” kata Banar sambil meletakkan kembali secangkir teh ke atas meja. Pratama mengangguk, “Raka yang memintanya,” jawabnya sambil mengamati langit-langit rumahnya. “Jadi, ini pertama kalinya saya melihat bangunan ini setelah sepuluh tahun,” kata Bahar sembari membuang nafas. “Iya anda benar. Jadi apa yang membuat anda datang kemari?” tanya Pratama tanpa basa-basi. Meskipun ada perasaan canggung antara keduanya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai abad ke-16
Baca
+Pustaka
KESEPIAN ABADI

KESEPIAN ABADI

Side Of Andira Langkahku mengayun pelan mencari kelas yang akan kutempati dikelas dua SMA ini, setelah melihat pengumuman dipapan informasi, aku mengetahui kelasku terletak di lantai dua, kelas XI IPS satu. "Huh," Aku menarik nafasku pelan. Aku mengetahui dimana letak kelas itu, rasanya langkahku menjadi semakin berat untuk melangkah kesana, tetapi tetap saja aku harus kesana.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai abad ke-16
Baca
+Pustaka
Kesatria Garuda

Kesatria Garuda

--- UJIAN TERAKHIR: PENGORBANAN TERBESAR Gerbang terakhir terbuka, dan di hadapan mereka terbentang sebuah jembatan menuju cahaya putih. "Satu dari kalian harus tetap tinggal," ujar suara gaib. "Hanya dua yang boleh melangkah ke Dimensi Astral." Ardian, Sita, dan Raka saling berpandangan. "Aku yang akan tinggal," kata Sita. "Tidak, biar aku saja," kata Raka. Ardian menggenggam tombaknya erat-erat. "Aku yang akan tinggal." Mereka bertiga terdiam. Keputusan ini akan mengubah segalanya.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai abad ke-16
Baca
+Pustaka
Kembalinya Kaisar Abadi

Kembalinya Kaisar Abadi

Kaisar Abadi Giok. Lima tahun lalu, saat Arya dan rombongannya melakukan pendakian di gunung Himalaya, secara tak sengaja dia jatuh dari tebing. Tapi dia tidak mati, melainkan pergi ke dunia yang asing. Dunia di mana ada orang-orang yang bisa terbang dan berkultivasi. Hidup sepanjang masa selama semesta ada. Menghancurkan gunung dan mengeringkan lautan bukan lagi dongeng.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai abad ke-16
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN

PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN

Dan entah kenapa, dia tidak sabar untuk menang di dalamnya. *** Hiii let's meet with our member Motion13 1. Samudera Adikara Wicaksana (Scoups Seventeen) 2. Jauzan Shaka Aradhana (Jeonghan Seventeen) 3. Yosua Caleb Pramudya (Joshua Seventeen) 4. Junian Chandra Dirgantara (Jun Seventeen) 5. Harsa Nayaka Bakti (Hoshi Seventeen) 6. Wira Satya Madhava (Wonwoo Seventeen)
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai abad ke-16
Baca
+Pustaka
SETELAH AKU DIMADU

SETELAH AKU DIMADU

tanyaku tanpa bisa ku tahan lagi. Mas Irwan menatapku dengan terkejut, dia segera mendekat, membuat aku segera mundur menjauh. "Aku bisa jelaskan, Sayang." "Apa yang harus kamu jelaskan lagi, Mas? Aku rasa, Mbak Inggit sudah lebih paham." Aku mengalihkan pandanganku dengan mas Irwan yang tampak terkejut lagi karena mungkin dia tak menyangka jika Erika sudah mengikuti langkahnya sampai ke dalam.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai abad ke-16
Baca
+Pustaka
TERJEBAK PERNIKAHAN DADAKAN

TERJEBAK PERNIKAHAN DADAKAN

Namun, tampaknya dia sudah tak sabaran. "Siapa yang Anda maksud?" "Anda tidak perlu memikirkan siapa menantunya. Sampaikan saja berkas itu pada nama yang tertera di sana. Kami rasa pertemuan sudah selesai. Permisi." Kami tidak segera meninggalkan kafe Galaxy itu. Tapi mencari spot lain untuk mengisi perut. Jika pembicaraan sebelumnya terjadi di lantai dua, kali ini kami memilih lantai satu dekat air mancur. Hidangan bebek panggang yang terkenal dari kafe ini segera datang tak lama setelah kami duduk.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai abad ke-16
Baca
+Pustaka
Saat Aku Tak Lagi Jadi TKW

Saat Aku Tak Lagi Jadi TKW

"Iya, Mbak. Setiap Ibu jualan sendiri. Narik gerobak, bobgkar tenda, angkat-angkat, semuanya juga sendiri. Habisnya mau gimana lagi wong gak ada yang bantuin." "Anaknya dan suaminya ke mana, Bu?" tanya Sumi tanpa bermaksud apa-apa. Biasanya kalau jualan begini, kalau gak dibantuin suami ya dibantuin anak. Wanita paruh baya itu pun akhirnya duduk di depan Sumi. Karena tidak ada lagi pembeli, dia bisa duduk santai sekarang. "Anak Ibu di Jakarta, Mbak. Sudah lama gak pulang. Sementara suami, udah kecantol wanita lain sejak Ibu jadi TKW di Hong Kong."
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai abad ke-16
Baca
+Pustaka
After Akad

After Akad

Lanjutnya. "Yes, gue sama Amir,". Heboh Nadia. Vanta melirik Nadia dengan tatapan sinisnya. "Dilanjut dengan pemberangkatan ketiga yaitu Gaga, Niko, Andin, dan Ameral". Lanjut Ambra. "Dan pemberangkatan kelima itu Gempa, Dimas, Siska dan Vanta". Ucap Ambra yang membuat Anaya dan Gempa terkejut.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai abad ke-16
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status