Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Who are you (Indonesia)

Who are you (Indonesia)

jawabku sembari melototinya “Ini Nek, Adit hari ini gausah berangkat dulu aja. Kasihan mentalnya eh maksudnya kasihan dirinya kan kemarin habis nangis tuh, barangkali mau nangis lagi eh maksudnya istirahat lagi hehe” jawab Doni sembari meledekku kembali “Apaan sih!” ucapku padanya “Boleh aja, kalo Adit mau istirahat dulu gapapa ko. Jangan dipaksain juga, nanti takutnya pas kerja ngga konsentrasi gimana” jawab Nenek sembari tersenyum padaku
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai aduh nangis lagi tolong dong
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Sang Mafia

Terpaksa Menikahi Sang Mafia

(Emot nangis) Author: "Sabar Napa, baru juga sampai sehari udah kangen aja." Adit: "Iya, rindu ini sangat menyesakkan dadaku." Author: "Mau tahu cara ngilangin nya?" Adit: "Mau Thor, aku udah gak kuat." Author: "Minumlah Baygon murah meriah, mudah didapat dan memuaskan kerinduan." Adit: "Itu mah aku terlalu rindu hingga aku terbebas dari dunia ini. Sangking terbebasnya aku gak bisa balik lagi ke dunia ini."
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai aduh nangis lagi tolong dong
Baca
+Pustaka
Tolong, Aku Seorang Ibu Menyusui

Tolong, Aku Seorang Ibu Menyusui

Aku ingin menghindar, tapi tak sanggup bergerak. “Kak, tenang aja. Aku cuma sedot sebentar, kayak bayi nyusu.” Bisikannya terdengar di telingaku, membuat tubuhku memanas. Aku menutup mata rapat-rapat, tubuhku mulai dipenuhi keringat dingin. Dia mulai mengisap pelan, lidahnya menekan ujung dot, dua kali, lembut tapi dalam. Tenggorokanku tercekat. Aku menahan napas, tak berani mengeluarkan suara.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai aduh nangis lagi tolong dong
Baca
+Pustaka
Jangan Beri Aku Uang Lagi

Jangan Beri Aku Uang Lagi

Rasanya mata ini kena irisan bawang, terus mengalirkan air mata tanpa henti. "Ya Allah, aku tidak boleh cengeng dan menangis seperti ini, suamiku akan terpengaruh, pun mertua dan anak anakku." Aku berdoa sambil mengusap air mata dengan khimarku. Sewaktu Nisa anak bungsu kami pulang sekolah, aku sedang duduk tercenung di teras rumah. Kusambut putri cantik yang rambutnya di kepang dua itu dengan pelukan, tapi aku tak mampu memaksakan senyuman. Dia pun seakan paham perasaanku mulai bertanya.
9.3102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai aduh nangis lagi tolong dong
Baca
+Pustaka
Suami Pengganti untuk Adara

Suami Pengganti untuk Adara

"Dua kali sehari dan jangan nangis lagi." "Nangis?" Adara mengerutkan keningnya. "Danendra nangis?" "Nangislah," kata Adam. "Teriak-teriak juga. Apalagi pas dijahit." Adara tersenyum lalu menoleh ke arah Danendra yang hanya bisa mendelik pada Adam sambil bersandar pada jok mobil. "Katanya enggak nangis?" cibir Adara. "Ya enggak kencang maksud aku."
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai aduh nangis lagi tolong dong
Baca
+Pustaka
Nambah Lagi Dong, Sayang

Nambah Lagi Dong, Sayang

Takut orang yang lewat salah paham. "Kamu butuh pertolongan, Nona?" tanya Sakti menatap langsung mata Munah. "Tolong, Bang. Aku gak bisa jalan. Bawa aku ke gubug itu. Di sana ada emak angkatku," ucap Munah lirih. "Baiklah. Aku hanya menolongmu. Kamu jangan punya pikiran yang jahat."
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai aduh nangis lagi tolong dong
Baca
+Pustaka
Aduh Ndoro, Ini Sudah Berlebihan

Aduh Ndoro, Ini Sudah Berlebihan

"Kenapa mejaku kosong malam ini, Mira?" Suara berat dan seraknya langsung membuat tangan Mira berhenti bergerak. Ia mematikan keran perlahan, mengambil lap kering untuk mengusap kedua tangannya, kemudian membalikkan badan. Wajahnya terlihat tenang dan datar, seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka. "Maaf, Ndoro. Siti sedang sakit, jadi saya harus menyelesaikan cucian. Kalau Ndoro ingin, saya bisa membuatkan kopi sekarang."
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai aduh nangis lagi tolong dong
Baca
+Pustaka
Dok, Please Cukup!

Dok, Please Cukup!

Bab 120 Eleanor terdiam sejenak, senyumnya sedikit memudar meski masih berusaha mempertahankan ekspresi tenang di wajahnya, sebelum akhirnya menjawab dengan kalimat yang terdengar terlalu singkat dan cepat dibanding jawaban-jawabannya yang lain sepanjang makan malam tersebut. "Oh, itu bingkai yang jatuh, Nindy. Belum sempat Ibu ganti lagi," jawab Eleanor pendek, kemudian langsung berdiri dari kursinya, "Ibu ambil pencuci mulut dulu ya, sebentar."
1040.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai aduh nangis lagi tolong dong
Baca
+Pustaka
DITOLAK OM-OM

DITOLAK OM-OM

Minta dicipok paksa memang. Next Tinggalin luph ma komen yup buat semangatin akoh 🤭😀
1094.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai aduh nangis lagi tolong dong
Baca
+Pustaka
Ketika Mantan Istri Suamiku Kembali

Ketika Mantan Istri Suamiku Kembali

Pria itu bertambah stress mendengar suara tangisan Adante. “Iya, kita telepon mama ya, jangan nangis, dong! Dante mau ngomong sama mama? Kalau Dante nangis terus, enggak jadi, nih, telpon mama.” Ayu membujuk lagi. Kali ini tangis Adante berhenti.
1098.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai aduh nangis lagi tolong dong
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Fitri
Ceritanya makin lama makin ga jelas. Kasian Alisya hidupnya dibuat sengsara terus. Dibuku yang sebelumnya dikira sudah hidup enak tapi sampai sekarang sengsara terus. Tamatin aja Kak ceritanya karena jadi tidak beraturan alur ceritanya.
Lisa Luciana
seperti ada bagian2 yg menguap ga jelas. seperty bodyguard yg ketemu an sama Dewa, gimana kelanjutannya. Video mesum sonya dan Fajar yg berhasil di dapat Raja, juga ga jelas ujungnya sampai sekarang Deva masih ga tau kenyataan sebenarnya. cerita lompat2 jadi ga jelas
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status