Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sisi Liar Mas Nanang

Sisi Liar Mas Nanang

"Mass... main yukk." Detik berikutnya, masuk pesan dari Nela. Betapa terkejutnya Nela mengirim foto dirinya yang tan-pa bu-sana sedang menunggangi mainannya. "Aku kangen punya Mas.." Nanang menghela napas, senyumnya mengembang lalu memudar. "Ah... gawat," gumamnya. Niko menyeringai. "Kenapa tuh?" "Pusing," jawab Nanang jujur kemudian hidungnya pun kembali mimisan.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Yang Kuabaikan

Pesona Istri Yang Kuabaikan

ucapnya sambil mengusap lenganku. "Kalau bangga kenapa nangis?" tanyaku. "Mama gak nangis, cuma keluar air mata," jawab Mama sambil mengusap pipinya. Astaga, Mama, mau ngelawak atau bagaimana. "Ngapain Mama maksa masuk ke kamar Nata?"
9.9946.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30.3K kali sebagai nanti nangis
Tampilkan Ulasan (171)
Baca
+Pustaka
DA DM
Cerita ini berbeda dengan cerita romansa yg lain yg kdg menonjolkan adegan2 panas hanya untuk menarik pembaca,, cerita ini dikemas manis,menyentuh, dan sopan. membayangkan cerita ini diangkat mjd film, dan ost. nya lagu *penjaga hati*.....sukses ya author,,
Husmiati Abdullah
setiap babnya selalu bikin penasaran membaca bab selanjutnya, ini bisa jadi pelajaran bahwa kecantikan yang hakiki itu adalah sikap dan akhlak, banyak orang berpendapat bahwa cantik secara fisik itu segalanya tetapi cantik yang sebenarnya adalah kecantikan jiwa dan ruhnya
Baca Semua Ulasan
DASAR BENALU!

DASAR BENALU!

Wajahnya pucat. “Kamu kenapa, Nis? “Mas ... aku ... aku ...,” kata Nisa ragu. “Kamu sakit?” “Aku ... kebelet, Mas....” “Apa? Main lagi?” “Bukan! Emm ... pengen BAB!” “Apa? Emh, ya, udah sana!” “Nggak bisa, Mas. Masa iya Mas lihatin aku BAB? Cepetan dobrak, dong, Mas. Percuma badan gede, dobrak pintu aja nggak bisa?” Nisa bersungut-sungut.
9.613.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
STATUS WA SUAMIKU

STATUS WA SUAMIKU

ucap Nandini menggodaku. "Masa sih, Nan?" tanyaku pura-pura lugu. "Lah iya, daripada kamu mewek terus. Aku merasa kehilangan kamu loh, apalagi waktu kamu nggak bersemangat gitu," ucapnya sendu. "Ah, bisa aja kamu. Nah, ini aku udah bisa senyum kan?" tanyaku lagi dengan alis naik turun. "Yaiyalah, awas aja nanti kalo sampai nangis lagi. Pokoknya kamu harus kuat, jangan sedih-sedih terus." Nandini berbicara sambil fokus terhadap jalanan.
1055.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Polos Pak Boss

Ibu Susu Polos Pak Boss

"Kamu jangan larang aku, Jax. Mbah Putri aja nggak pernah larang aku nangis. Dia selalu bilang… nangis itu nggak bikin kita lemah. Jadi, kalau mau nangis... nangis aja biar lega. Abis itu baru kerja lagi." Kalimat sederhana itu menghantam dada Jax. Perasaan bersalah kah? Cinta? Atau obsesi? Ia sendiri tidak yakin. Semua yang dimiliki Nanay—bahkan kesedihannya—terasa seperti miliknya juga. Ia menatap langit senja yang kian meredup, lalu tiba-tiba suaranya meluncur begitu saja... “Aku… mau kamu jadi istriku, Nay.”
9.8134.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
KAMINI ( Wanita Penuh Kasih Sayang )

KAMINI ( Wanita Penuh Kasih Sayang )

Dahinya mengernyit dalam saat denyutan nyeri di kepalanya kembali hadir. Siapa kamu? Kenapa aku nggak ingat? Siapa pun kamu, kenapa aku rindu? “Eh siapa itu yang nangis ya? Yang di sini dibilang jangan ngambek kok yang di sana nangis,” ujar Tanti yang kemudian bangkit berdiri melihat ke belakang.
1099.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
MENDADAK DINIKAHI BIG BOSS

MENDADAK DINIKAHI BIG BOSS

"Nangis dong, Nara sayang. Itu kan Neneknya Mama Aeera. Mama saja nangis, apalagi Mama Aeera." "Issss, bukan begitu, Mama." Nara mengusap tengkuk, "maksudku, diantara keluarga Mama Aeera, cara menangis Mama Aeera yang paling nyesek. Gitu loh, Mah. Padahal kan hanya nenek suaminya Mama Aeera, kenapa nangisnya sangat mengundang? Yang lihat jadi pengen nangis," bisik Nara menjelaskan.
9.9338.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.5K kali sebagai nanti nangis
Tampilkan Ulasan (54)
Baca
+Pustaka
CacaCici
Holla, MyRe!! Yuhu ... novel baru kita sudah rilis loh. Judulnya 'Terlena Kenikmatan Suami Baru, kisah Aeza yang tak punya pilihan dengan mengandung benih dari pria lain. Ceritanya seru abis lih, MyRe. Yuk, mampir dan ramaikan novel baru kita.(⁠✿⁠^⁠‿⁠^⁠)(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
Nama Pena Anar
Izin promo kak🫰🏻 Novel Panas tentang Petarung Jalanan yang menaklukan Nyonya Besar! Judul ... Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar btw bagus ceritanya toor...🫶🏻🫶🏻 keren!!🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Bang Juna (Izinkan Aku Memilikimu)

Bang Juna (Izinkan Aku Memilikimu)

Aku tertawa. "Udah terlanjur." Kami sama-sama tertawa. "Abang!" "Ya? Kenapa? Mau makan lagi?" "Kalau aku udah enggak enak dipandang lagi, apa Abang masih mau sama aku?" Aku mengangkat alis mendengarnya. Sepertinya Nisa memang lagi pesimis. Apa mungkin karena efek percaya sedang dirinya luntur?
1028.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Rasa nyeri tiba-tiba menjalar di hati dan tubuhnya. Lagi-lagi, air mata menetes dan membasahi pipinya yang kenyal bagai jelly dan glowing cerah bercahaya. "Lho, kamu kenapa? Kok malah nangis?!" tanya Satria. Wajahnya terlihat panik. Tanpa sadar, ia mencari tempat untuk bisa menepikan mobilnya sejenak. Andini tidak menjawab. Ia masih saja menangis. Tangisnya makin menjadi dan tersedu-sedu.
1074.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
ARJUNA

ARJUNA

"Gue udah lihat banyak tangis selama hidup. Kakak gue pernah nangis karena putus sama pacarnya. Mama gue pernah nangis pas nenek gue meninggal. Selama ini, kesan tangis yang gue terima selalu bikin sakit. Jadi kalian berdua dilarang keras nangis di sekitar gue." "Meski dalam kasus tersedih sekalipun?" tanya Setiaji lagi. "Misal diantara kita pergi, kita nggak boleh nangis?" Kata pergi yang Setiaji lontarkan kala itu bukan soal kematian. Sungguh. "Iya, karena gue juga bakal nangis kalo liat kalian nangis. Kalian berdua tau, hati gue lembut banget kayak gula kapas."
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status