Hangatnya Dekapan Mas Dokter
Tanpa memedulikan tangisan Renata, Adrian langsung mencari sebuah nomor di ponselnya dan menekan tombol panggil.
Ia mengaktifkan pengeras suara, membiarkan Renata mendengar setiap detik kehancuran martabatnya sendiri. Setelah beberapa nada sambung, sebuah suara pria paruh baya terdengar dari seberang telepon.
"Halo, Adrian? Ada apa menghubungiku malam-malam begini?"
"Halo, Dokter John. Maaf mengganggu waktunya," ujar Adrian dengan nada suara yang mendadak ramah dan bersahabat, kontras dengan kekejaman yang baru saja ia tunjukkan pada istrinya.