Terjerat Takdir Tuan Saka
sakit kali ini tidak terlalu buruk.
Suara pintu depan terbuka. Tak lama, langkah kaki Nico terdengar mendekat. "Selamat pagi—" Nico muncul di ruang makan dan langsung mengernyit. "Lho, tuan? Kenapa jadi sakit begini? Perasaan kemarin ga papa."
Saka berdeham pelan, mengalihkan pandangan. "Cuma flu biasa."
Nico menatap Saka, lalu beralih menatap Arum. "Kalau kamu gimana, Rum? Udah sehat."