Karma Sang Penggoda
Pintu toilet terbuka pelan, wajah lemas bercampur sedih Mas Mahesa menyambut penglihatanku.
"Sa-kit sekali, Mih. Rasanya seperti terbakar, aku tidak kuat!" Tubuh lemas Mas Mahesa menubruk tubuhku.
"Kita cek ke Dokter ya. Kamu harus minum obat, untuk mengurangi rasa sakitnya," ucapku. Ada rasa khawatir, tentu saja.
Mas Mahesa tak menyahut, dia masih memeluk tubuhku.
"Mamih, tidak akan meninggalkan aku kan? Kita akan menghadapi ini bersama kan, Mih?" racau Mas Mahesa. Kali ini aku yang tidak menyahut.
Hot Chapters