AMALIA, Kesetiaanku Diragukan
Mendengar itu Bu Syaiba malah tertawa.
“Ma!” Kanaya mendengkus. “Mama malah ketawa.”
“Mama bukan ngetawain. Tapi kalau kangen, ya bilang kangen. Satria aja makin leluasa bilang ‘aku sayang kamu’, ‘aku kangen kamu’, ‘senang lihat kamu hari ini’ ... kamu balasnya cuma: iya, hmm, oke. Ya mana cukup?” Bu Syaiba mengusap rambut putrinya. “Ungkapan perasaan juga harus dibalas.”