Ketika Istriku Minta Talak
“Tak perlu aku ungkap dengan kata-kata, Sayang. Aku tak pandai merangkai kata. Aku buka pujangga, bukan pula lelaki yang pandai merayu. Maafkan, aku tak pernah bisa membuatmu percaya. Kalau rasa cinta dan sayang di dada ini, begitu besar. Melebihi apapun.”
“Mas! Aku percaya. Aku tak pernah meragukanmu.”
“Buktinya kau menolak panggilan teleponku, Sayang. Kau blokir nomorku, kan? Kamu pikir, bagaimana rasanya sehari saja tak mendengar suaramu, ha? Kau pikir, seperti apa sesaknya napas ini, bila sehari saja aku tak berbicara denganmu, meskipun itu hanya lewat ponsel, atau chat yang aku kirimkan? Kau mau tahu rasanya seperti apa?”