Karena Ganti Kunci, Aku Menceraikannya
Istriku selalu tidak suka membawa kunci. Namun kali ini, dia mengganti kunci pintu rumah dari kunci sandi menjadi kunci model lama yang harus diputar dengan anak kunci. Bahkan saat mandi pun dia akan mengunci pintu rumah.
Setiap kali aku pulang, aku harus meneleponnya dulu, setelah dia membukakan, barulah aku bisa masuk.
Aku tidak bisa menerima penghinaan seperti ini.
Di acara kumpul keluarga, aku pun mengeluarkan surat perjanjian cerai.
Semua orang mengira aku hanya mabuk dan sedang bercanda.
Istriku menampar wajahku dengan keras, lalu menatapku dengan penuh amarah.
"Cuma menelepon dulu saja, susah sekali? Bukankah dulu kamu berjanji akan menghormatiku seumur hidup!"
Aku menatapnya dengan dingin, lalu tersenyum sinis.
"Kalau sudah bercerai dan aku langsung nggak pulang lagi, bukankah itu justru lebih menghormatimu?"