TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU
Tinggal aku dan Aksa berdua di sini.
“Sa, kamu sakit … kenapa nggak kasih tahu aku? Kenapa diam saja? Kamu marah, ya?”
“Ini cuma demam biasa. Besok juga sembuh.”
“Entah kenapa aku jadi merasa bersalah.”
“Kenapa, ini bukan karena kamu, Rin. Mungkin karena kehujanan.”
“Ya, aku ngerasa salah aja.”
Entah kenapa aku menangis melihatnya sakit begini. Bibirnya memerah di bagian dalam. Wajahnya pucat. Entah sudah berapa malam ia di camp-camp pengungsian, mungkin kedinginan, sakit.