Calon Mertuaku Menjadi Maduku
"Mas cinta lahir dan bathin pada istri mas. Tapi kenapa mas bisa membagi cinta ke lain hati...?
Tanya Puteri, pertanyaan yang sudah sangat lama ingin Puteri tanya namun selalu tidak pada waktu yang tepat.
Akbar mendesah sambil menyesap minuman hangat yang baru diantar bik Ijah. Bukannya menjawab Akbar malah tersenyum dan menciumi seluruh wajah imut istri mudanya itu.
"Entahlah sayang....tidak ada jawabannya untuk pertanyaanmu itu." Jawab Akbar setelah menghentikan ciumannya.
"Enggak ada alasan untuk yang katanya, kenapa bisa cinta? Karena untuk mencintaimu mas gak punya alasan. Cinta itu timbul sendiri. Sayang itu hadir sendiri. Bukan mas yang membagi kadar cinta mas, mas manusia biasa, mas